Hai Inversi! Uni Eropa (UE) bersama ASEAN menggelar Hari Informasi Beasiswa UE-ASEAN 2025 pada Senin (06/10) di Jakarta, membuka peluang emas bagi pelajar dan peneliti di Asia Tenggara untuk menimba pengalaman akademik di Eropa.
Acara ini jadi momen penting untuk memperkuat konektivitas, kolaborasi, dan pertukaran ilmu antara kedua kawasan.
Peluang Beasiswa dan Program Studi di Eropa
Duta Besar UE untuk ASEAN, Sujiro Seam, menekankan bahwa kegiatan ini memberi gambaran lengkap soal berbagai program beasiswa yang ditawarkan UE, termasuk sesi konsultasi langsung dengan alumni program.
Para peserta, yang hadir baik secara luring maupun daring, bisa eksplorasi peluang studi, penelitian, hingga pelatihan di Eropa.
Partisipasi Tinggi dari Pelajar ASEAN
Acara ini berhasil menarik lebih dari 800 peserta dari berbagai negara ASEAN, termasuk pelajar, perwakilan universitas, dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
Dengan partisipasi tinggi ini, UE menegaskan komitmennya untuk mendukung pertukaran akademik dan memperluas akses pendidikan lintas benua.
Statistik dan Dampak Program Erasmus+
Sejak 2014, program Erasmus+ telah membantu lebih dari 15.000 pelajar dan peneliti ASEAN mengikuti studi jangka pendek, magister, pengajaran, atau pelatihan di Eropa.
Sebaliknya, sekitar 7.500 pelajar dan peneliti Eropa juga merasakan pengalaman serupa di ASEAN. Program ini kian memperkuat jejaring akademik internasional.
Dukungan untuk Penelitian
Selain beasiswa studi, UE juga fokus pada penelitian. Dari 2021–2024, UE memberikan 90 hibah melalui program Horizon Europe, mendukung 109 institusi di ASEAN dengan total kontribusi €10,6 juta. Ini menunjukkan komitmen UE untuk memperkuat inovasi dan riset di kawasan.
Prioritas Global Gateway
Hari Informasi Beasiswa UE-ASEAN 2025 menegaskan bahwa pendidikan dan pertukaran masyarakat adalah pilar penting kerja sama UE-ASEAN.
Strategi Global Gateway UE menekankan pembangunan koneksi berkelanjutan dan terpercaya dengan mitra global, termasuk peluang nyata bagi generasi muda Asia Tenggara.
Acara ini bukan cuma soal beasiswa, tapi juga tentang membangun jaringan, pengalaman internasional, dan keterampilan global yang bisa membuka pintu masa depan bagi pelajar dan peneliti muda.