Setiap 28 Oktober, Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda sebagai tonggak sejarah persatuan bangsa. Namun, bagi generasi Z—anak muda yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an—makna Sumpah Pemuda tak lagi hanya soal satu nusa, satu bangsa, satu bahasa. Di mata Gen Z, Sumpah Pemuda adalah panggilan untuk bersatu dalam keberagaman digital, berkontribusi lintas bidang, dan membentuk Indonesia yang lebih inklusif dan progresif.
Menurut Dr. M. Pazri, SH., MH., setiap generasi memiliki medan perjuangannya. Jika pemuda 1928 berjuang lewat ikrar kebangsaan, maka pemuda 2025 berjuang di ruang digital yang tak berbatas. Dunia maya menjadi medan baru untuk menyuarakan ide, membangun komunitas, dan melawan disinformasi.
Tema nasional tahun ini, “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu di Era Digital dan Modern”, menegaskan bahwa Gen Z harus cerdas teknologi, berjiwa nasionalis, dan taat hukum.
Menurut IDN Times, semangat persatuan tak harus diwujudkan secara fisik. Kolaborasi lintas daerah, lintas bidang, bahkan lintas negara bisa menjadi bentuk baru dari persatuan. Gen Z memaknai Sumpah Pemuda sebagai:
- Kolaborasi kreatif di media sosial
- Gerakan sosial berbasis komunitas digital
- Partisipasi aktif dalam isu lingkungan, pendidikan, dan kesetaraan
- Produksi konten yang membangun semangat kebangsaan
Di Magelang, pameran seni rupa bertajuk “Ruang Lingkup” menampilkan lukisan berjudul The Power of Gen Z yang menggambarkan semangat pemuda masa kini. Meski sempat terlewat oleh pejabat daerah, karya ini menjadi simbol bahwa Gen Z punya suara yang kuat dan layak didengar.
Sementara itu, pidato-pidato Sumpah Pemuda versi Gen Z yang dibagikan di TikTok dan Instagram menekankan pentingnya kontribusi nyata, bukan hanya retorika. Tirto.id menyebut pidato sebagai bentuk refleksi atas semangat perjuangan yang masih relevan hingga kini.
Meski punya akses luas ke informasi dan teknologi, Gen Z juga menghadapi tantangan:
- Disinformasi dan hoaks yang merusak semangat kebangsaan
- Polarisasi opini di media sosial
- Tekanan eksistensi digital dan mental health
- Kurangnya ruang aman untuk berdiskusi lintas ideologi
Bagi Gen Z, Hari Sumpah Pemuda adalah refleksi dan panggilan. Ini bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tapi tentang membentuk masa depan. Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan keberanian, Gen Z bisa menjadi generasi yang menyatukan Indonesia di era digital.
Karena persatuan hari ini bukan hanya soal satu bahasa, tapi satu visi: Indonesia yang lebih adil, cerdas, dan berdaya.