By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Heboh! Ponpes Al Zaytun Ajarkan Naik Haji Tanpa Pergi ke Mekkah
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Heboh! Ponpes Al Zaytun Ajarkan Naik Haji Tanpa Pergi ke Mekkah

Terkini

Heboh! Ponpes Al Zaytun Ajarkan Naik Haji Tanpa Pergi ke Mekkah

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

Belakangan ini pondok pesantren (ponpes) Al Zaytun tengah menjadi sorotan publik karena diduga mengajarkan pendidikan menyimpang dari syariat Islam.

Contents
Naik Haji ke Ponpes Al ZaytunCara Tawaf Al Zaytun sangat BerbedaCara Melempar Jumrah

Panji Gemilang sebagai pimpinan pondok pesantren itu diketahui mengajarkan aturan nyeleneh mulai dari mengubah kalimat syahadat hingga melaksanakan haji tanpa harus pergi ke Mekkah.

Lantas bagaimana cara naik haji versi Ponpes Al Zaytun yang dinilai menyesatkan? Berikut penjelasannya.

Naik Haji ke Ponpes Al Zaytun

Mantan Pengurus Ponpes, Ken Setiawan mengungkapkan bahwa Panji Gumilang mengajarkan ibadah haji tidak perlu dilakukan di Tanah Suci Mekkah, tapi di ponpes Al Zaytun.

Dalam satu kesempatan, Ken Setiawan menyampaikan bahwa Panji Gumilang mengajarkan pada para santri cukup beribadah haji dengan mengunjungi ponpes pada 1 Muharram.

“Ibadah haji nggak perlu ke Mekkah, cukup datang ke Al Zaytun setiap satu tahun sekali pada 1 Muharram,” kata Ken Setiawan.

Ken menjelaskan pada tanggal itu, semua Korwil Ponpes Al Zaytun dan para santri melakukan ritual haji sehingga suasana menjadi ramai. Namun ritual haji yang dilakukan bukan mengelilingi Ka’bah, melainkan mengeliling pesantren Al Zaytun.

“Di dalam itu sekitar 250 ribu jamaah hadir semua, masing-masing Korwil juga melakukan ritual ibadah Haji. Keliling tawaf misalnya, kita bukan keliling Ka’bah tapi keliling pesantren yang luasnya 1.200 hektar,” jelas Ken.

“Kita bertakbir Allahu Akbar bahwa inilah Islam ini besar, mewah, megah, lengkap fasilitasnya,” lanjut ken.

Baca Juga :

Euforia Suporter di Turunminum Grassroots Football Festival 2025: Orang Tua Auto Ngegas Teriak Semangati Anak, Bukti Dukungan Tak Terbatas!
Mengenal Apple Airtag, Sebuah Perangkat Kecil yang Bisa Tembus Truk Baja

Cara Tawaf Al Zaytun sangat Berbeda

Kemudian untuk cara tawaf yang dilakukan oleh pondok pesantren Al Zaytun, menurut Ken juga sangat berbeda dibanding ibadah haji pada umumnya. Korwil dan para santri pun disebut menyuarakan fasilitas ponpes Al Zaytun.

“Tawaf itu mengakbarkan Al Zaytun dengan segala kelengkapan fasilitasnya. Saya rasa semua orang yang ke sana mengucap Subhanallah, besar sekali, luas sekali,” ungkap Ken.

Cara Melempar Jumrah

Selain itu, Panji Gumilang juga mengajarkan cara melempar jumrah sangat berbeda. Tidak dengan kerikil seperti di Mekkah, namun dengan bahan bangunan dalam bentuk uang.

“Ada juga istilah lempar jumrah kalau di Mekkah menggunakan kerikil. Jika di Mekkah umumnya melempar jumrah dengan kerikil, di ponpes Al Zaytun para jamaah diminta melempar ‘semen’ dalam bentuk uang,” tutur Ken.

Ken menjelaskan setiap orang yang akan datang ke sana, misalnya dari Jakarta di akhir sesi akan ada sambutan Syekh Panji Gumilang.

“Jadi tiap orang yang datang ke sana dari rombongan wilayah mana nanti di akhir sesi sambutan Syekh Panji Gumilang, ada ritual melempar jumrah, misalnya dari Jakarta ada Rp1 miliar. Ini melempar jumrah tidak pakai kerikil tapi dulu minimal dengan tujuh sak semen dalam bentuk duit,” pungkas Ken.

You Might Also Like

Kekacauan di Tim Senegal! Bonus Belum Cair, Kontrak Pelatih Bermasalah & Terancam Tersingkir
Gol Telat Tangiskan Kongo! Kolombia Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Swasembada Pangan Tercapai, Prabowo Sebut Produksi Beras dan Jagung Pecahkan Rekor
Haru Modric di Laga ke-200 Saat Kroasia Beri Kemenangan Spesial
Royalti Jumbo dari Timah, Bangka Belitung Kebagian Rp 425 Miliar Atas Kontribusi Untuk Negara
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Punya Kekuatan Sosial, Erick Thohir Dinilai Cocok Dampingi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024
Next Article Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, Kemenag Akan Bekukan Izin Ponpes Al Zaytun
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Hadapi Ancaman El Nino, Pemerintah Klaim Cadangan Beras Indonesia Aman Hingga Tahun Depan

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Mati Lampu Terulang Lagi? Bahlil Semprot PLN: Penyakit Lama Sejak 2019 Belum Sembuh

2 hours ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Mandek! Tembok Ghana Bongkar PR Besar Three Lions di Piala Dunia 2026

4 hours ago
Pildun 2026Terkini

Ronaldo Bangkit! Portugal Dapat Sinyal Kuat Menuju Gelar Dunia

4 hours ago
Pildun 2026Terkini

Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026

23 hours ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index