By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Hilirisasi Butuh Listrik Bersih: Ormat Masuk Halmahera, Industri Timur Siap Dikebut
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Hilirisasi Butuh Listrik Bersih: Ormat Masuk Halmahera, Industri Timur Siap Dikebut

EkonomiTerkini

Hilirisasi Butuh Listrik Bersih: Ormat Masuk Halmahera, Industri Timur Siap Dikebut

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
4 months ago
Share
4 Min Read
PLTP Sarulla di Tapanuli Utara, Sumatera Utara yang beropeasi sejak 2017 kini memiliki kapasitas 330 MW untuk memenuhi kebutuhan energi bersih di wilayah Sumatera. (Foto, Dok/Kementerian ESDM)
SHARE

JAKARTA – Indonesia menyimpan salah satu cadangan panas bumi terbesar di dunia, dengan potensi mencapai 23.742 megawatt (MW). Namun hingga saat ini, pemanfaatannya baru berada di kisaran sekitar 10 persen, menandakan ruang pertumbuhan yang sangat besar bagi pengembangan energi bersih nasional.

Di tengah tantangan transisi energi dan kebutuhan pasokan listrik yang stabil, kehadiran pemain global seperti Ormat Technologies, Inc. menjadi salah satu faktor kunci dalam mengakselerasi pemanfaatan energi panas bumi Indonesia.

Perusahaan asal Amerika Serikat ini kini memperkuat jejaknya di Tanah Air melalui PT Ormat Geothermal Indonesia, yang baru-baru ini memenangkan lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

Ormat Technologies, Inc. merupakan perusahaan energi terbarukan berbasis di Nevada, Amerika Serikat, dan terdaftar di New York Stock Exchange (NYSE: ORA). Sejak berdiri di tahun 2004 dan berkembang sebagai pemain global panas bumi, Ormat membangun reputasi sebagai penyedia teknologi dan pengembang proyek geothermal lintas benua.

Secara global, Ormat mengoperasikan dan memiliki kepentingan di lebih dari 190 pembangkit listrik panas bumi dengan kapasitas terpasang lebih dari 3.200 MW di Amerika, Eropa, Karibia, Afrika, Asia, hingga kawasan Pasifik.

Pengalaman lintas geologi dan pasar ini menjadikan Ormat salah satu referensi global dalam pengembangan geothermal modern, terutama melalui teknologi binary cycle, yang memungkinkan pemanfaatan sumber panas dengan suhu menengah yang sebelumnya sulit dikembangkan secara komersial.

Jejak besar Ormat di Indonesia dimulai melalui keterlibatan dalam Proyek Panas Bumi Sarulla di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Ormat masuk sebagai bagian dari konsorsium pengembang proyek, sekaligus sebagai penyedia teknologi utama.

Peran Ormat tidak hanya sebagai investor, tetapi juga sebagai engineering, procurement, and technology provider, yang membawa teknologi binary cycle untuk mengoptimalkan sumber panas bumi Sarulla yang kompleks secara geologi.

PLTP Sarulla kini dikenal sebagai salah satu proyek panas bumi terbesar di dunia dengan sistem binary cycle, berkapasitas sekitar 330 MW, yang menyuplai listrik ke sistem Sumatera dan memperkuat ketahanan energi regional.

Baca Juga :

Studi: Sebagian Besar Gen Z Merasa Bahagia, Tapi Hanya Sedikit yang Tahu Makna Hidupnya
Prabowo Subianto Dinilai dapat Lanjutkan Program Joko Widodo

Terbaru, melalui PT Ormat Geothermal Indonesia, yang memenangkan lelang WKP Telaga Ranu di Halmahera Barat, Maluku Utara, sebagai kawasan yang diproyeksikan menjadi klaster hilirisasi industri dan pertambangan di Indonesia Timur, sehingga membutuhkan pasokan listrik bersih dan andal, maka hal ini sangat tepat. Pengembangan panas bumi di Halmahera diharapkan mendukung agenda pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbasis fosil sekaligus menurunkan emisi karbon industri.

Teknologi yang dibawa Ormat dinilai mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan panas bumi, sehingga nilai ekonomi sumber daya alam dapat dimaksimalkan. Sistem binary cycle memungkinkan pemanfaatan reservoir dengan suhu lebih rendah, memperluas portofolio sumber daya yang dapat dikembangkan secara komersial.

Kehadiran investor global seperti Ormat juga berkontribusi pada penerimaan negara melalui pajak, PNBP, serta penyerapan tenaga kerja lokal. Pemerintah mencatat sektor energi dan sumber daya mineral pada 2025 mencatat realisasi kinerja di atas target APBN, sebesar 108,56%, yang sebagian didorong oleh kinerja subsektor energi baru dan terbarukan.

Dengan potensi 23.742 MW, Indonesia membutuhkan investasi teknologi tinggi dan modal besar, yang tidak sepenuhnya dapat dipenuhi oleh pembiayaan domestik. Kolaborasi dengan pemain global seperti Ormat menjadi salah satu strategi untuk mempercepat realisasi target bauran energi nasional dan komitmen net zero emission.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:Halmahera BaratKementerian ESDMMaluku UtaraOrmatPLTP SarullaWKP Telaga Ranu
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026
Next Article Rano Karno Target Parkir Liar Tanah Abang Tertib Dalam 3 Hari
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

19 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

21 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index