INVERSI.ID – Jurusan Ilmu Komputer sempat menjadi incaran banyak mahasiswa karena dianggap memiliki prospek kerja luas dan gaji tinggi. Namun, data terbaru menunjukkan realita yang berbeda. Menurut riset Federal Reserve Bank of New York, Ilmu Komputer kini masuk dalam 10 besar jurusan dengan tingkat pengangguran tertinggi, yakni sebesar 6,1 persen.
“Melihat angka pengangguran yang tinggi di jurusan seperti ilmu komputer cukup mengejutkan, mengingat jurusan ini sangat diminati dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Alex Beene, instruktur literasi keuangan dari University of Tennessee di Martin, dikutip dari Newsweek.
Beene menambahkan bahwa banyaknya peminat Ilmu Komputer tidak secara otomatis menciptakan banyak peluang kerja. Menurutnya, perusahaan kini membutuhkan karyawan dengan keahlian lebih kompleks, dan hal ini belum tentu dimiliki oleh lulusan baru.
“Banyak perusahaan menginginkan kandidat dengan pengalaman nyata dan rekam jejak keberhasilan. Padahal, sebagian besar fresh graduate belum memiliki itu,” katanya.
Dampak PHK Massal dan Menyusutnya Lapangan Kerja
Tren ini diperparah dengan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran pasca pandemi COVID-19. Menurut data Economic Times, perusahaan teknologi raksasa seperti Google, Microsoft, dan Amazon telah memecat lebih dari 60.000 karyawan sepanjang 2025.
Meskipun sektor teknologi sempat tumbuh pesat selama pandemi, kini banyak perusahaan melakukan efisiensi, otomatisasi, dan outsourcing. Hal ini membuat lapangan pekerjaan untuk lulusan Ilmu Komputer semakin menyempit.
Konsultan sumber daya manusia, Bryan Driscoll, menyebut masalah ini sebagai kegagalan sistemik. Menurutnya, dunia pendidikan terlalu banyak mencetak lulusan tanpa memperhatikan dinamika dan ketatnya seleksi kerja di industri teknologi.
“Kita terlalu fokus pada pencetakan gelar tanpa memperhatikan bagaimana sempit dan eksploitatifnya jalur perekrutan saat ini. Banyak posisi entry-level dihilangkan, magang masih banyak yang tidak dibayar, dan otomatisasi menggantikan banyak pekerjaan yang seharusnya bisa diisi lulusan baru,” tegas Driscoll.
10 Jurusan dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi
Mengutip laman Advance Local, berikut daftar 10 jurusan dengan tingkat pengangguran tertinggi di Amerika Serikat:
- Antropologi – 9,4%
- Fisika – 7,8%
- Teknik Komputer – 7,5%
- Seni Komersial dan Desain Grafis – 7,2%
- Seni Rupa – 7,0%
- Sosiologi – 6,7%
- Ilmu Komputer – 6,1%
- Kimia – 6,1%
- Sistem Informasi dan Manajemen – 5,6%
- Kebijakan Publik dan Hukum – 5,5%
Jurusan dengan Tingkat Pengangguran Terendah
Di sisi lain, jurusan seperti Ilmu Gizi, Teknik Sipil, dan Jasa Konstruksi tercatat memiliki tingkat pengangguran paling rendah, berkisar antara 0,4 persen hingga 1 persen.
Data ini menjadi pengingat penting bagi para pelajar dan mahasiswa untuk mempertimbangkan kembali jurusan yang mereka ambil. Selain mengikuti tren, penting untuk memperhatikan perkembangan industri, kebutuhan pasar tenaga kerja, dan kesiapan skill yang dibutuhkan.
Ilmu Komputer tetap relevan, tetapi untuk bersaing di tengah ketatnya industri teknologi, dibutuhkan lebih dari sekadar gelar—pengalaman, kemampuan adaptasi, dan keterampilan praktis menjadi kunci utama.***