By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Isu Tabung China Digoreng Mafia LPG? CNG Bisa Putus Ketergantungan LPG Impor
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Isu Tabung China Digoreng Mafia LPG? CNG Bisa Putus Ketergantungan LPG Impor

EkonomiTerkini

Isu Tabung China Digoreng Mafia LPG? CNG Bisa Putus Ketergantungan LPG Impor

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
16 seconds ago
Share
3 Min Read
(Ilustrasi) Walau diganggu isu tabung CNG impor China, namun program konversi pemerintah untuk mengganti LPG ke CNG tetap berjalan karena akan mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG yang selama ini membebani neraca perdagangan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). (Foto, generateAI/Dede)
SHARE

JAKARTA – Rencana pemerintah menjadikan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram memunculkan perdebatan baru di ruang publik. Setelah pemerintah mengumumkan program konversi tersebut, sebagian warganet mempertanyakan penggunaan tabung CNG yang pada tahap awal masih dipenuhi melalui impor, termasuk dari China.

Di tengah polemik tersebut, pemerintah menegaskan bahwa fokus utama program bukan semata asal tabung, melainkan membangun kemandirian energi nasional dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG yang selama ini membebani neraca perdagangan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaiman sebelumnya memastikan masyarakat tidak perlu membeli tabung baru ketika beralih ke CNG. Menurutnya, tabung akan menjadi aset badan usaha sehingga masyarakat cukup melakukan sistem tukar tabung sebagaimana mekanisme distribusi LPG saat ini.

“Tabungnya-tabungnya (CNG), itu nanti polanya bukan dibeli oleh masyarakat, tapi milik badan usaha. Jadi, masyarakat tinggal tukar-tukar (isi tabung CNG) saja,” ujar Laode di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Skema tersebut dinilai menjadi salah satu cara mempercepat transisi energi tanpa membebani masyarakat dengan investasi awal yang besar.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan produksi CNG ukuran 3 kilogram dapat dimulai pada Juli 2026 setelah rangkaian uji keamanan selesai dilakukan.

“Sekarang kita lagi uji tahap ketiga, mudah-mudahan bulan Juli sudah bisa produksi,” kata Bahlil dalam Energy Forum di Jakarta, pekan lalu.

Menurut Bahlil, penggunaan CNG merupakan bagian dari strategi pemerintah memanfaatkan gas bumi domestik yang melimpah sekaligus mengurangi impor LPG yang selama ini masih sangat besar.

Dalam jangka pendek, kebutuhan tabung bertekanan tinggi memang masih dapat melibatkan produk impor karena industri dalam negeri membutuhkan waktu untuk meningkatkan kapasitas produksi sesuai standar keselamatan internasional. Namun, pengadaan tabung merupakan investasi yang bersifat jangka panjang, berbeda dengan LPG yang harus terus diimpor sebagai komoditas konsumsi apabila ketergantungan tidak dikurangi.

Baca Juga :

Cerita Seru Siswa SMA! Program Makanan Bergizi Gratis Bikin Semangat Belajar Melesat
Fakta-fakta Brigjen Dwi Irianto, Teman Seangkatan Kapolri yang Naik Kelas Jadi Kapolda Sulawesi Tenggara

Pemerintah juga tengah memperluas pembangunan terminal regasifikasi LNG, jaringan distribusi gas, fasilitas CNG, hingga infrastruktur pengolahan gas agar pemanfaatan sumber daya domestik semakin optimal.

Selain rumah tangga, kebijakan penurunan harga LNG untuk industri menjadi US$13 per mmbtu juga diharapkan memperkuat daya saing sektor manufaktur dan menjaga lapangan kerja di tengah tantangan ekonomi global.

Perdebatan mengenai asal tabung CNG diperkirakan masih akan berlanjut. Namun, pemerintah menegaskan bahwa sasaran utama program ini adalah membangun sistem energi yang lebih efisien, meningkatkan pemanfaatan gas bumi nasional, serta mengurangi ketergantungan terhadap energi impor secara bertahap. Keberhasilan transisi tersebut nantinya tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi dan infrastruktur, tetapi juga pada kemampuan membangun industri pendukung di dalam negeri sehingga seluruh rantai pasok CNG dapat semakin mandiri.

You Might Also Like

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook
Resmi Besok Dijual! Pakar ITB Ungkap Keuntungan Ganda Biosolar B50
Nilai Tukar Rupiah Berpeluang Menguat, Investor Mulai Lirik Aset Emerging Market
Sayonara Jepang! Pengalaman Seleção Jadi Penentu di Menit-Menit Akhir
TAGGED:Bahlil LahadaliaCNGMafia LPGTabung impor China
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Apresiasi kepada Polri atas dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : Inversi.id) Presiden Prabowo Apresiasi Dapur MBG Polri: Terbaik di Indonesia”
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Gas Industri Dipangkas, Jurus Bahlil Selamatkan Jutaan Pekerja dari Ancaman PHK

Menteri ESDM Libatkan Kampus Garap Bioetanol E20, Negara Siap Serap 4 Juta KL

Pedagang Marketplace Bersiap, Pemerintah Segera Terapkan Kewajiban PPN

Putusan MK: Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Tetap Dilakukan Secara Langsung

B50 Resmi Meluncur 1 Juli. Tiga Keunggulan Ini Siap Ubah Masa Depan Energi Indonesia

28 Tahun Mandek Akhirnya Mega Proyek Blok Masela Mulai Dibangun 2027

Zonder Keluar Uang! CNG 3 Kg Siap Gantikan LPG, Tabung Baru Disiapkan Pemerintah

Muak Impor! Bahlil Siapkan 3 Jurus Besar Demi Dongkrak Produksi Minyak RI

Mini LNG Rp1,1 Triliun di Tuban Resmi Beroperasi, Impor LPG Siap Dipangkas

Kontrak Batu Bara 134 Juta Ton Sudah Aman, Kok PLN Malah Kekurangan? Bahlil Gandeng APH

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Gol Dramatis Eustáquio Antar Kanada Ukir Sejarah ke 16 Besar Piala Dunia 2026

2 days ago
OlahragaTerkini

Pecah! Tim Voli Putra Indonesia Ukir Sejarah Baru Rebut Gelar Juara Asia

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Kolombia Tahan Imbang Raksasa Eropa, Sikat Status Juara Grup K Piala Dunia 2026

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Austria dan Aljazair Kompak Lolos ke 32 Besar, Tuduhan ‘Main Mata’ Langsung Merebak

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index