By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Isu Tabung China Digoreng Mafia LPG? CNG Bisa Putus Ketergantungan LPG Impor
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Isu Tabung China Digoreng Mafia LPG? CNG Bisa Putus Ketergantungan LPG Impor

EkonomiTerkini

Isu Tabung China Digoreng Mafia LPG? CNG Bisa Putus Ketergantungan LPG Impor

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
3 weeks ago
Share
3 Min Read
(Ilustrasi) Walau diganggu isu tabung CNG impor China, namun program konversi pemerintah untuk mengganti LPG ke CNG tetap berjalan karena akan mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG yang selama ini membebani neraca perdagangan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). (Foto, generateAI/Dede)
SHARE

JAKARTA – Rencana pemerintah menjadikan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram memunculkan perdebatan baru di ruang publik. Setelah pemerintah mengumumkan program konversi tersebut, sebagian warganet mempertanyakan penggunaan tabung CNG yang pada tahap awal masih dipenuhi melalui impor, termasuk dari China.

Di tengah polemik tersebut, pemerintah menegaskan bahwa fokus utama program bukan semata asal tabung, melainkan membangun kemandirian energi nasional dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG yang selama ini membebani neraca perdagangan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaiman sebelumnya memastikan masyarakat tidak perlu membeli tabung baru ketika beralih ke CNG. Menurutnya, tabung akan menjadi aset badan usaha sehingga masyarakat cukup melakukan sistem tukar tabung sebagaimana mekanisme distribusi LPG saat ini.

“Tabungnya-tabungnya (CNG), itu nanti polanya bukan dibeli oleh masyarakat, tapi milik badan usaha. Jadi, masyarakat tinggal tukar-tukar (isi tabung CNG) saja,” ujar Laode di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Skema tersebut dinilai menjadi salah satu cara mempercepat transisi energi tanpa membebani masyarakat dengan investasi awal yang besar.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan produksi CNG ukuran 3 kilogram dapat dimulai pada Juli 2026 setelah rangkaian uji keamanan selesai dilakukan.

“Sekarang kita lagi uji tahap ketiga, mudah-mudahan bulan Juli sudah bisa produksi,” kata Bahlil dalam Energy Forum di Jakarta, pekan lalu.

Menurut Bahlil, penggunaan CNG merupakan bagian dari strategi pemerintah memanfaatkan gas bumi domestik yang melimpah sekaligus mengurangi impor LPG yang selama ini masih sangat besar.

Dalam jangka pendek, kebutuhan tabung bertekanan tinggi memang masih dapat melibatkan produk impor karena industri dalam negeri membutuhkan waktu untuk meningkatkan kapasitas produksi sesuai standar keselamatan internasional. Namun, pengadaan tabung merupakan investasi yang bersifat jangka panjang, berbeda dengan LPG yang harus terus diimpor sebagai komoditas konsumsi apabila ketergantungan tidak dikurangi.

Baca Juga :

Jokowi Dorong Bos Apple Bangun Pabrik di Indonesia
Gak Cuma Jadi Atlet! Ini 5 Profesi di Dunia Olahraga yang Menjanjikan

Pemerintah juga tengah memperluas pembangunan terminal regasifikasi LNG, jaringan distribusi gas, fasilitas CNG, hingga infrastruktur pengolahan gas agar pemanfaatan sumber daya domestik semakin optimal.

Selain rumah tangga, kebijakan penurunan harga LNG untuk industri menjadi US$13 per mmbtu juga diharapkan memperkuat daya saing sektor manufaktur dan menjaga lapangan kerja di tengah tantangan ekonomi global.

Perdebatan mengenai asal tabung CNG diperkirakan masih akan berlanjut. Namun, pemerintah menegaskan bahwa sasaran utama program ini adalah membangun sistem energi yang lebih efisien, meningkatkan pemanfaatan gas bumi nasional, serta mengurangi ketergantungan terhadap energi impor secara bertahap. Keberhasilan transisi tersebut nantinya tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi dan infrastruktur, tetapi juga pada kemampuan membangun industri pendukung di dalam negeri sehingga seluruh rantai pasok CNG dapat semakin mandiri.

You Might Also Like

Prabowo: Sikat Izin Mangkrak! Bahlil Diminta Cabut HGB dan IUP yang Tak Bergerak
Bajak Siaran Piala Dunia 2026! Ribuan Situs Streaming Ilegal Diburu dan Ditutup
Usai Kalah di Final, Argentina Kena Sindir Lamine Yamal Gara-gara Ulah Brutal Paredes
Angin Segar! Bahlil Buka Peluang Pertamax Turun Bulan Depan
Saat Warga RI Ramai Beralih ke Bank Digital, Langkah BNI Ini Berbuah Manis!
TAGGED:Bahlil LahadaliaCNGMafia LPGTabung impor China
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Apresiasi kepada Polri atas dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : Inversi.id) Presiden Prabowo Apresiasi Dapur MBG Polri: Terbaik di Indonesia”
Next Article Haaland Hancurkan Mimpi Pantai Gading! Antar Norwegia Tantang Brasil
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

KPK Tegaskan Parsel untuk ASN Bisa Masuk Kategori Gratifikasi, Vendor Diminta Waspada

Kongres GP NasDem, Saan Mustopa Tegaskan Target Partai Raih Tiga Besar Pemilu 2029

Pembahasan RUU Perampasan Aset Dinilai Tepat Dilanjutkan Setelah KUHAP Baru Berlaku

Pemerintah Finalisasi Perpres Transportasi Online, Ojol Akan Diakui sebagai Pelaku UMKM

HUT ke-81 RI Digelar di Jakarta, Pemerintah Siapkan Konsep dengan Kejutan

Pembiayaan Perumahan Jadi Mesin Penggerak Laba Rp 441 Miliar Bank BSN

Kredit Perbankan Melonjak, Sinyal Aktivitas Usaha Perlahan Menguat

Minyak Mentah Indonesia Turun 21%! ESDM Pastikan Evaluasi Harga BBM Tetap Transparan

Disorot Said Didu, Ini Alasan Bahlil Ketat Atur Kuota Timah Demi Nilai Tambah Nasional

Investasi Rp1.010 Triliun Belum Cukup! Proyek Harus Segera Jalan agar Ekonomi Tak Mandek

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Djakarta Theater Dilanda Kebakaran, BPBD Ungkap Dugaan Penyebabnya

10 hours ago
Pildun 2026Terkini

Era Baru Dimulai! Spanyol Juara Dunia, Yamal Resmi Ambil Tongkat Estafet Messi

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Misi Mustahil Messi? Selangkah Ukir Rekor: Juara Dunia Sekaligus Golden Boot 2026

3 days ago
EkonomiTerkini

Setoran Negara Melesat! ESDM Kantongi Rp85,58 Triliun di Pertengahan 2026

3 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index