By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Jabar Tambah 6 SMA Negeri di Kabupaten Bogor, Target Rampung 2025
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Jabar Tambah 6 SMA Negeri di Kabupaten Bogor, Target Rampung 2025

Pendidikan

Jabar Tambah 6 SMA Negeri di Kabupaten Bogor, Target Rampung 2025

Jack
By
Jack
12 months ago
Share
5 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) resmi mengumumkan rencana penambahan enam Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kabupaten Bogor pada tahun 2025. Langkah ini diambil untuk mengatasi tingginya jumlah lulusan SMP yang belum sepenuhnya tertampung di sekolah negeri.

Contents
6 SMA Negeri Baru untuk Tingkatkan Daya Tampung SiswaPerluas Rombel dan Bangun Ruang Kelas BaruPemerataan Akses Pendidikan di Kabupaten Bogor

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa pembangunan enam sekolah baru tersebut ditargetkan rampung pada tahun ini. Penambahan sekolah diharapkan dapat meningkatkan angka partisipasi pendidikan dan mendekatkan akses belajar bagi siswa di wilayah Bumi Tegar Beriman.

6 SMA Negeri Baru untuk Tingkatkan Daya Tampung Siswa

Dalam keterangannya kepada wartawan, Gubernur Dedi Mulyadi menyebut telah memberikan instruksi kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto, untuk mendata jumlah lulusan sekolah di Kabupaten Bogor secara menyeluruh. Data tersebut akan menjadi acuan dalam menentukan lokasi dan kebutuhan pembangunan sekolah baru.

“Saya sudah meminta Bupati (Bogor) untuk mendata anak-anak sekolah lulusannya,” ujar Dedi.

Rencana ini bukan tanpa alasan. Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Setiap tahun, jumlah lulusan SMP mencapai puluhan ribu, sementara kapasitas SMA Negeri yang ada saat ini belum mampu menampung seluruh siswa.

Dedi menjelaskan, dengan enam SMA Negeri tambahan, total SMA Negeri di Kabupaten Bogor akan meningkat dari 45 sekolah menjadi 51 sekolah, sebagaimana tercatat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor per 12 Maret 2025.

Selain menambah sekolah, Pemprov Jabar menargetkan daya tampung SMA Negeri bisa mendekati 70 persen dari total lulusan SMP. Dengan langkah ini, diharapkan semakin banyak siswa yang bisa melanjutkan pendidikan tanpa harus berpindah ke daerah lain atau menunggu jalur sekolah swasta.

Perluas Rombel dan Bangun Ruang Kelas Baru

Bogor
ILUSTRASI SMA NEGERI di Bogor.

Tak hanya menambah sekolah, Pemprov Jabar juga akan meningkatkan jumlah rombongan belajar (Rombel) per kelas. Saat ini, jumlah siswa per kelas di SMA Negeri Kabupaten Bogor rata-rata 30 orang. Dedi Mulyadi berencana menaikkannya menjadi 50 siswa per kelas agar kapasitas sekolah bisa lebih optimal.

“50 oke, bangkunya sudah siap, panas kasih AC. Tahun ini juga kita sedang membangun ruang kelas dengan jumlah yang lebih luas,” kata Dedi.

Baca Juga :

Daftar Nama Bayi Laki-Laki Kristen dari Alkitab dan Artinya
Hindari 3 Hal ini Jika Kamu Ingin Awet Muda

Rencana penambahan rombel ini akan diimbangi dengan pembangunan ruang kelas baru yang lebih lega dan fasilitas pendukung seperti pendingin ruangan (AC). Langkah ini diharapkan mampu membuat siswa tetap nyaman meski jumlah peserta didik per kelas meningkat.

Namun, rencana ini memunculkan perdebatan di kalangan pemerhati pendidikan. Beberapa pihak mengingatkan bahwa menambah jumlah siswa per kelas perlu diiringi dengan metode pembelajaran yang adaptif. Jika tidak, kualitas interaksi guru dan siswa bisa menurun.

Dari sisi pemerintah daerah, penambahan rombel dianggap sebagai solusi cepat sambil menunggu pembangunan sekolah baru selesai. Dengan begitu, siswa yang lulus SMP tahun ini tetap bisa melanjutkan ke SMA Negeri tanpa terkendala daya tampung.

Pemerataan Akses Pendidikan di Kabupaten Bogor

Kabupaten Bogor memiliki luas wilayah yang sangat besar dengan 40 kecamatan. Penyebaran sekolah negeri yang belum merata membuat sebagian siswa harus menempuh jarak cukup jauh untuk bersekolah.

Dengan penambahan enam SMA Negeri, Pemprov Jabar berharap terjadi pemerataan akses pendidikan sehingga siswa dari daerah pinggiran tak perlu lagi melakukan perjalanan panjang setiap hari. Selain itu, keberadaan sekolah baru juga diharapkan mengurangi tekanan pada SMA favorit yang selama ini selalu penuh peminat.

Langkah Pemprov Jabar ini sejalan dengan komitmen untuk menekan angka putus sekolah di tingkat menengah. Semakin banyak sekolah negeri yang tersedia, semakin besar pula kesempatan bagi siswa dari keluarga menengah ke bawah untuk melanjutkan pendidikan.

Bagi masyarakat Kabupaten Bogor, penambahan SMA Negeri ini menjadi kabar baik. Selain membuka lebih banyak peluang pendidikan, program ini juga akan menciptakan lapangan pekerjaan baru untuk guru dan tenaga kependidikan.

Dengan target rampung pada 2025, Pemprov Jabar berharap seluruh fasilitas baru sudah siap menerima siswa pada tahun ajaran berikutnya. Jika program berjalan sesuai rencana, angka partisipasi pendidikan menengah di Kabupaten Bogor akan meningkat signifikan dan mendukung misi Jawa Barat Juara Lahir Batin melalui Pendidikan.

You Might Also Like

Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional
Program Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Ingatkan Pentingnya Tata Kelola yang Transparan
Prabowo Dukung Kampus IIT dan IIM Berdiri di Indonesia, Perkuat Pendidikan Nasional
Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Syarat Terbarunya
Ini Respons Akademisi Saat Bahlil Tantang Kampus Uji Kebijakan Energi di KSTI 2026
TAGGED:BogorJabarSMA
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Turunminum GFF 2025 Pecah Abis! Nicholas S. Beri Pesan Pamungkas: Bangga Sama Semangat Bocil, Ini Fondasi Bola Indonesia!
Next Article Buka Wawasan Global, SMA Bosowa School Makassar Dorong Siswa Kuliah ke Luar Negeri
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Dari Aceh hingga Papua, SMA Unggul Garuda Antar Ratusan Siswa ke Universitas Kelas Dunia

3 weeks ago
Pendidikan

Kabar Baik! 80 Ribu Pelajar SMA/SMK Swasta di Jabar Dapat Bantuan Pendidikan

3 weeks ago
Pendidikan

Pemerintah Resmi Umumkan 307 Siswa Lolos SMA Unggul Garuda Baru Tahun Ajaran 2026/2027

3 weeks ago
Pendidikan

Peluang Kuliah Dalam dan Luar Negeri Makin Terbuka Lewat Portal Beasiswa Baru

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index