INVERSI.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan optimisme bahwa Jakarta berpotensi menjadi contoh dalam pengembangan sektor pendidikan di Indonesia.
“Jakarta saya yakin bisa menjadi role model pendidikan di Indonesia,” kata Pramono usai upacara Hari Pendidikan Nasional di Balai Kota Jakarta, Senin.
Menurutnya, sektor pendidikan tetap menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menambah jumlah sekolah swasta gratis menjadi 103 sekolah pada tahun ini.
Selain itu, berbagai program penunjang pendidikan juga terus dilanjutkan, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), serta kebijakan pemutihan ijazah bagi warga yang membutuhkan.
“Kami berkomitmen mulai menggratiskan sekolah swasta, 103 sekolah swasta yang ada di Jakarta. KJP, KJMU, pemutihan ijazah, perbaikan infrastruktur sekolah, tetap menjadi prioritas utama Jakarta,” paparnya.
Pramono juga membuka peluang penambahan jumlah sekolah swasta gratis apabila kondisi anggaran daerah memungkinkan.
“Mudah-mudahan ke depan kalau kemudian ruang fiskal DPRD DKI Jakarta dapat menambah, pasti akan kami tambah (sekolah swasta gratis),” kata dia.
Tidak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta juga mempertimbangkan untuk memperluas program tersebut ke sekolah berbasis keagamaan, termasuk madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.
Di sisi lain, pemerintah daerah tengah mengkaji program pendidikan luar negeri bagi pelajar Jakarta melalui skema LPDP khusus daerah. Program ini diharapkan dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda.
Upaya tersebut ditargetkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan tingkat ketimpangan ekonomi di ibu kota. Berdasarkan data terbaru, angka gini ratio di Jakarta menunjukkan penurunan dari 0,441 menjadi 0,423.