By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Jurusan SMA: Balik Lagi Kayak Dulu, Emang Bikin Pinter Beneran?
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Jurusan SMA: Balik Lagi Kayak Dulu, Emang Bikin Pinter Beneran?

Pendidikan

Jurusan SMA: Balik Lagi Kayak Dulu, Emang Bikin Pinter Beneran?

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
5 Min Read
SHARE

Eh, lo pada mikirin nggak sih, soal penjurusan IPA, IPS, Bahasa di SMA? Dulu sih kayaknya udah paten banget ya, masuk SMA langsung dikotak-kotakin: yang otaknya encer auto IPA, yang suka sosialita masuk IPS, yang puitis ke Bahasa. Tapi, katanya sih, sistem itu mau balik lagi nih. Nah lo, ini bagus apa malah bikin ribet?

Menurut Pakar Pendidikan dari UGM, Agustina Kustulasari (panggil aja Kak Ari biar asik!), sebenernya mau ada jurusan kek, mau bebas pilih mata pelajaran kek, intinya sih sama aja. Tujuannya biar kita, para siswa kece ini, bisa milih pelajaran yang bener-bener kita suka, sesuai bakat, potensi, dan cita-cita kita nanti.

“Jadi, ini cuma beda gaya aja. Fundamentalnya sih, kita pengennya sama: siswa bisa milih,” kata Kak Ari ke detikEdu.

“Kalau dulu kan kayak ‘oh, IPA ya paketnya ini, IPS ya paketnya itu’. Padahal, ujung-ujungnya bisa aja siswa milih mata pelajaran yang hampir sama. Atau malah ikut-ikutan temen, karena sistem penjurusan ini udah lama banget kan ya,” lanjutnya, sambil nyindir dikit soal kebiasaan latah kita-kita.

Balik ke Jurusan? Kayaknya Nggak Bakal Bikin Mindset Berubah Drastis Deh! Kak Ari juga bilang, karena sistem penjurusan IPA/IPS/Bahasa itu udah mendarah daging banget di pikiran siswa, orang tua, bahkan guru, jadi mau dibalikin lagi juga kayaknya nggak bakal ngaruh banyak ke cara pikir.

“Dulu kan pengennya biar nggak ada lagi tuh dikotomi anak pinter pasti IPA, anak gaul pasti IPS. Tapi ya gitu deh, udah kebiasaan banget,” imbuh dosen kece dari UGM ini.

Ganti Menteri, Ganti Kebijakan? Capek Deh!

Nah, ini nih yang bikin Kak Ari agak gemes. Tiap ganti pemimpin, kebijakan pendidikan suka ikut ganti. Katanya, pemerintah tuh harusnya duduk bareng deh, biar program-program bagus dari pemimpin sebelumnya bisa tetep lanjut. Biar kita sebagai warga negara juga lebih percaya sama pemerintah. Setuju banget sih!

Saran Buat Bapak Ibu di Atas Sana:

Baca Juga :

Biodata dan Profil Sung Ziyoung, Model Korea Selatan Naungan Agensi MMA
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Kepulauan Seribu, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Walaupun Kak Ari bilang niatnya penjurusan sama bebas milih itu baik, dia nyaranin para pembuat kebijakan buat chill dulu deh. Dilihat dulu, ini balik ke IPA/IPS/Bahasa beneran mau bikin gebrakan baru, apa cuma nostalgia kebijakan lama?

Soalnya gini, zaman sekarang tuh kebutuhan di kuliah sama di dunia kerja udah beda banget. Kita butuhnya orang-orang yang pinter di banyak bidang, nggak cuma jago di satu kotak IPA, IPS, atau Bahasa doang.

“Nah, penjurusan ini bisa nggak nih ngikutin perkembangan zaman? Kalau cuma balik ke format lama, ya sama aja bohong, cuma batalin keputusannya Pak Nadiem aja,” kata Kak Ari, sambil ngasih contoh soal anak yang pengen banget belajar computer science. Kalau jurusannya masih pakem kayak IPA zaman dulu, ya nggak nyambung, kan?

“Meskipun ya, kita juga nggak harus selalu ngikutin tren sih. Kalau memang keputusannya gitu ya silakan aja,” ujarnya lagi.

Tapi nih ya, Kak Ari kasih contoh lagi, kalau ada anak SMA yang tertarik banget sama teknologi digital, dia harus masuk jurusan mana coba? Kalau ternyata jurusan itu cuma ngikutin aturan kaku dari universitas buat nyaring mahasiswa, ya kebijakan ini kurang ideal dong.

“Jadi, kayak nggak filosofis gitu lho, lebih ke teknis aja biar gampang masuk kuliah,” sindirnya halus.

Intinya, Kak Ari nyuruh pemerintah buat jujur deh, ngaca dulu, sebenernya yang dilakuin ini beneran bikin perubahan positif, apa cuma gegara nggak suka kebijakan sebelumnya terus main balikin aja? Atau malah nggak ngasih waktu yang cukup buat nyoba hal yang baru?

Jujur aja nih ya, Kak Ari lebih condong buat jangan buru-buru ganti format penjurusan. Mending dievaluasi dulu deh, yang kemarin gimana, terus dicari cara yang lebih oke tanpa ngorbanin rencana pemerintah soal Tes Kompetensi Akademik.

Gimana menurut lo? Lebih asik bebas milih pelajaran sesuai minat, apa balik lagi ke zaman penjurusan IPA/IPS/Bahasa yang udah kayak template dari sononya? Share pendapat lo di kolom komentar ya!

You Might Also Like

Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional
Program Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Ingatkan Pentingnya Tata Kelola yang Transparan
Prabowo Dukung Kampus IIT dan IIM Berdiri di Indonesia, Perkuat Pendidikan Nasional
Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Syarat Terbarunya
Ini Respons Akademisi Saat Bahlil Tantang Kampus Uji Kebijakan Energi di KSTI 2026
TAGGED:PendidikanSMA
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Spill Alert! Resident Playbook, Bukan Sekadar Dokter Ganteng & Cantik, Ada Go Youn Jung, Guys!
Next Article 95 Tahun PSSI, Sepak Bola Indonesia Siap Mendunia
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Dari Aceh hingga Papua, SMA Unggul Garuda Antar Ratusan Siswa ke Universitas Kelas Dunia

3 weeks ago
Pendidikan

Kabar Baik! 80 Ribu Pelajar SMA/SMK Swasta di Jabar Dapat Bantuan Pendidikan

3 weeks ago
Pendidikan

Pemerintah Resmi Umumkan 307 Siswa Lolos SMA Unggul Garuda Baru Tahun Ajaran 2026/2027

3 weeks ago
Pendidikan

Peluang Kuliah Dalam dan Luar Negeri Makin Terbuka Lewat Portal Beasiswa Baru

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index