By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Kebijakan Dedi Mulyadi Larangan “Study Tour”, Mengguncang Dunia Pendidikan dan Pariwisata
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kebijakan Dedi Mulyadi Larangan “Study Tour”, Mengguncang Dunia Pendidikan dan Pariwisata

Pendidikan

Kebijakan Dedi Mulyadi Larangan “Study Tour”, Mengguncang Dunia Pendidikan dan Pariwisata

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang melarang kegiatan “study tour” di sekolah-sekolah se-Jawa Barat telah menimbulkan polemik di berbagai kalangan. Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk melindungi orang tua dari beban finansial yang berlebihan dan menjaga keselamatan siswa. Namun, kebijakan tersebut juga menuai kritik tajam dari para pelaku industri pariwisata yang merasa terancam mata pencahariannya.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa larangan ini bukan ditujukan untuk menghambat kegiatan perpisahan atau swafoto siswa, melainkan untuk mencegah pembebanan biaya yang tinggi kepada orang tua dan mengurangi risiko keselamatan selama perjalanan. Ia menyatakan bahwa banyak orang tua yang terpaksa berutang untuk membiayai kegiatan tersebut, yang pada akhirnya menurunkan kualitas hidup mereka.

Di sisi lain, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) menyatakan keberatan terhadap kebijakan ini. Sekjen Asita, Budi Rianto, mengakui bahwa larangan “study tour” dapat memberatkan pelaku industri pariwisata yang selama ini mengandalkan kunjungan dari sekolah-sekolah. Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan dampak ekonomi yang ditimbulkan dan mencari solusi yang tidak mematikan sektor pariwisata.

Dampak nyata dari kebijakan ini sudah mulai terasa. Di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, tercatat 18 pembatalan kunjungan wisata sekolah dalam bulan Februari 2025, dengan total sekitar 4.300 peserta. Hal ini menunjukkan betapa signifikan pengaruh larangan tersebut terhadap industri pariwisata lokal.

Menanggapi kritik yang dilontarkan oleh pengusaha travel, Dedi Mulyadi tidak bergeming. Ia justru berterima kasih atas masukan tersebut dan menekankan bahwa usaha travel seharusnya memiliki pasar yang lebih luas, tidak hanya bergantung pada sekolah sebagai klien utama. Dedi juga menyinggung bahwa ketergantungan pada sekolah menunjukkan kurangnya upaya pemasaran yang lebih kreatif dan luas dari para pelaku usaha travel.

Kontroversi ini memunculkan pertanyaan penting: bagaimana menyeimbangkan kepentingan pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat? Di satu sisi, kebijakan ini bertujuan mulia untuk melindungi orang tua dan siswa dari beban yang tidak perlu. Namun, di sisi lain, dampaknya terhadap industri pariwisata dan ekonomi lokal tidak bisa diabaikan. Diperlukan dialog konstruktif antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat untuk mencari solusi terbaik yang dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak.

Selain itu, penting untuk mengevaluasi kembali esensi dari “study tour” itu sendiri. Apakah kegiatan tersebut benar-benar memberikan nilai tambah bagi pendidikan siswa, ataukah justru menjadi ajang rekreasi semata yang membebani orang tua? Mungkin sudah saatnya untuk merancang ulang konsep “study tour” agar lebih edukatif, terjangkau, dan aman bagi semua pihak yang terlibat.

Pada akhirnya, kebijakan larangan “study tour” ini membuka mata kita semua bahwa diperlukan keseimbangan antara kebutuhan pendidikan, kemampuan ekonomi, dan keberlanjutan industri pariwisata. Semoga polemik ini dapat menjadi momentum untuk perbaikan sistem yang lebih holistik dan berpihak pada kepentingan bersama.

You Might Also Like

Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional
Program Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Ingatkan Pentingnya Tata Kelola yang Transparan
Prabowo Dukung Kampus IIT dan IIM Berdiri di Indonesia, Perkuat Pendidikan Nasional
Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Syarat Terbarunya
Ini Respons Akademisi Saat Bahlil Tantang Kampus Uji Kebijakan Energi di KSTI 2026
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Tips Aman Mencoba Fitur FF Beta Testing APK
Next Article Film ‘Rangga & Cinta’ Hadir dengan Generasi Baru, Siap Nostalgia?
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Dari Aceh hingga Papua, SMA Unggul Garuda Antar Ratusan Siswa ke Universitas Kelas Dunia

3 weeks ago
Pendidikan

Kabar Baik! 80 Ribu Pelajar SMA/SMK Swasta di Jabar Dapat Bantuan Pendidikan

3 weeks ago
Pendidikan

Pemerintah Resmi Umumkan 307 Siswa Lolos SMA Unggul Garuda Baru Tahun Ajaran 2026/2027

3 weeks ago
Pendidikan

Peluang Kuliah Dalam dan Luar Negeri Makin Terbuka Lewat Portal Beasiswa Baru

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index