By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Kebijakan WFH Berlaku, Pertanian Indonesia Tetap Produktif
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kebijakan WFH Berlaku, Pertanian Indonesia Tetap Produktif

Terkini

Kebijakan WFH Berlaku, Pertanian Indonesia Tetap Produktif

Jack
By
Jack
3 months ago
Share
3 Min Read
Tolong edit artikel ini di parafrase jangan mirip bangeett agar bebas indikai plagiat, jadikan artikel dengan gaya Bahasa news formal. Jangan ubah kutipannya, dan berikan 5 alternatif judul yang keren. Jangan lupa buat artikel ini jadi ramah SEO, asik dibaca oleh anak muda dan jangan ada kalimat atau kata yang di bold. di awal artikel tulis INVERSI.ID - di bold, 3 hastag diletakan paling baah stelah naskah, dipisah.. Paham bro? Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat di kementeriannya tidak akan mengganggu produktivitas sektor pertanian meski menghadapi potensi fenomena El Nino. "Nggak masalah. Hubungannya WFH ASN (jajaran Kementerian Pertanian) dengan produktivitas (pertanian) nggak masalah," kata Amran ditemui di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin. Amran mengatakan, kinerja ASN di sektor pertanian tetap optimal karena sistem pengawasan dan koordinasi dapat dilakukan secara digital melalui berbagai saluran komunikasi seperti telepon dan aplikasi pesan WhatsApp. "ASN Pertanian tidak berdampak karena kita kontrol dari mana saja. Kami kan kontrol seluruh Indonesia melalui WA, melalui telepon," ujar Amran. Menurutnya, para pejabat hingga tingkat direktur jenderal tetap dapat mengendalikan aktivitas pertanian di seluruh Indonesia, termasuk memantau kelompok tani dan penyuluh lapangan dari mana saja. Mentan menegaskan, kebijakan WFH tidak memiliki keterkaitan langsung dengan produktivitas pertanian, mengingat aktivitas utama produksi tetap dilakukan oleh petani yang bekerja langsung di lapangan. "Kan kalau teman-teman kami dari Dirjen (direktur jenderal), direktur mau kerja WFH oke, nggak masalah karena dia kontrol semua kelompok tani, petani, PPL (penyuluh petani lapangan), itu dari di mana pun berada. Jadi nggak masalah," tuturnya. Ia menambahkan, petani sebagai pelaku utama sektor pertanian tetap menjalankan aktivitas sehari-hari di lahan, sehingga tidak terdampak oleh kebijakan kerja fleksibel yang diterapkan bagi ASN. Dalam menghadapi tantangan El Nino dan dinamika geopolitik global, pemerintah juga memastikan berbagai langkah antisipatif telah disiapkan untuk menjaga stabilitas produksi dan ketahanan pangan nasional. Dengan kesiapan tersebut, Mentan optimistis sektor pertanian tetap berjalan aman dan produktif, serta didukung kondisi stok pangan khususnya komoditas beras yang melimpah mencapai 4,5 juta ton sehingga mampu menjaga stabilitas kebutuhan masyarakat Indonesia. "Udah aman, kita sudah siapkan. Jadi kalau petani tetap bergerak karena dia petani, kan bukan ASN," kata Amran. Sebelumnya, pemerintah resmi menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut akan berlaku mulai 1 April 2026 dan akan dievaluasi setelah dua bulan pelaksanaan. "Penerapan work from home bagi ASN di instansi pusat dan daerah yang dilakukan sebanyak satu hari kerja dalam seminggu, yaitu setiap hari Jumat yang diatur melalui surat edaran (SE) dari MenpanRB dan SE Mendagri," kata Airlangga. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat di lingkungan Kementerian Pertanian tidak akan memengaruhi kinerja sektor pertanian, meskipun Indonesia menghadapi potensi fenomena El Nino.

“Nggak masalah. Hubungannya WFH ASN (jajaran Kementerian Pertanian) dengan produktivitas (pertanian) nggak masalah,” kata Amran ditemui di Makassar, Senin.

Amran menjelaskan, aktivitas ASN tetap berjalan optimal karena sistem pengawasan dan koordinasi kini didukung teknologi digital. Komunikasi dapat dilakukan melalui berbagai kanal seperti telepon maupun aplikasi pesan instan.

“ASN Pertanian tidak berdampak karena kita kontrol dari mana saja. Kami kan kontrol seluruh Indonesia melalui WA, melalui telepon,” ujar Amran.

Ia menambahkan, pejabat di lingkungan kementerian hingga level direktur jenderal tetap mampu mengawasi kegiatan pertanian nasional, termasuk memonitor kelompok tani dan penyuluh lapangan tanpa harus berada di kantor.

“Kan kalau teman-teman kami dari Dirjen (direktur jenderal), direktur mau kerja WFH oke, nggak masalah karena dia kontrol semua kelompok tani, petani, PPL (penyuluh petani lapangan), itu dari di mana pun berada. Jadi nggak masalah,” tuturnya.

Menurutnya, kebijakan WFH tidak memiliki dampak langsung terhadap produktivitas sektor pertanian karena kegiatan utama produksi tetap dilakukan oleh petani di lapangan.

Amran menegaskan bahwa para petani sebagai ujung tombak sektor ini tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, sehingga kebijakan kerja fleksibel bagi ASN tidak mengganggu proses produksi.

Dalam menghadapi potensi El Nino dan dinamika geopolitik global, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi guna menjaga stabilitas produksi serta ketahanan pangan nasional.

Baca Juga :

Berprestasi di SEA Games, Putri KW Dapat Kenaikan Pangkat dari Polri
Kepala BGN Hadiri Retret Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Magelang

Dengan kesiapan tersebut, ia optimistis sektor pertanian tetap berjalan stabil. Ketersediaan stok pangan, khususnya beras yang mencapai sekitar 4,5 juta ton, juga dinilai mampu menopang kebutuhan masyarakat.

“Udah aman, kita sudah siapkan. Jadi kalau petani tetap bergerak karena dia petani, kan bukan ASN,” kata Amran.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan kebijakan WFH bagi ASN setiap Jumat. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada 1 April 2026 dan akan dievaluasi setelah dua bulan pelaksanaan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa aturan tersebut diterapkan melalui surat edaran dari Kementerian PANRB dan Kementerian Dalam Negeri.

“Penerapan work from home bagi ASN di instansi pusat dan daerah yang dilakukan sebanyak satu hari kerja dalam seminggu, yaitu setiap hari Jumat yang diatur melalui surat edaran (SE) dari MenpanRB dan SE Mendagri,” kata Airlangga.

You Might Also Like

Polisi Bongkar Fakta Penangkapan Tersangka Penyekapan YTR yang Sempat Viral
Afrika Selatan Tumbangkan Korea Selatan dan Cetak Sejarah ke Babak Knock Out
Sapu Bersih Grup A! Meksiko Melaju Sempurna untuk Jadi Tuan Rumah di Babak 32 Besar
Bosnia Jaga Asa Tipis Usai Singkirkan Qatar di Seattle
Dmitry Peskov Sebut Nuklir Satu-satunya Faktor yang Menahan Perang Global
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article IAEA Minta Serangan ke Fasilitas Nuklir Iran Segera Dihentikan
Next Article Foto : Ilustrasi Pasar Gede Solo (Sumber : Inversi.id) MBG Tingkatkan Penjualan Pedagang Buah di Pasar Gede Solo
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Dulu Numpang Listrik Saudara, Kini Rumah Markamah Terang Berkat Bantuan Gratis Bahlil

Hadapi Ancaman El Nino, Pemerintah Klaim Cadangan Beras Indonesia Aman Hingga Tahun Depan

Royalti Jumbo dari Timah, Bangka Belitung Kebagian Rp 425 Miliar Atas Kontribusi Untuk Negara

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Kekacauan di Tim Senegal! Bonus Belum Cair, Kontrak Pelatih Bermasalah & Terancam Tersingkir

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Gol Telat Tangiskan Kongo! Kolombia Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026

1 day ago
Terkini

Swasembada Pangan Tercapai, Prabowo Sebut Produksi Beras dan Jagung Pecahkan Rekor

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Haru Modric di Laga ke-200 Saat Kroasia Beri Kemenangan Spesial

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index