INVERSI.ID – Situasi di sekitar fasilitas nuklir Iran kembali memanas. Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency, Rafael Grossi, mengingatkan bahwa aktivitas militer di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr berpotensi memicu insiden radiasi serius.
Peringatan ini disampaikan menyusul serangan yang terjadi di dekat Bushehr Nuclear Power Plant dalam beberapa waktu terakhir.
“Sekali lagi, Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi memperingatkan bahwa aktivitas militer yang berkelanjutan di dekat BNPP – pembangkit listrik yang beroperasi dengan sejumlah besar bahan bakar nuklir – dapat menyebabkan kecelakaan radiologis parah dengan konsekuensi berbahaya bagi manusia dan lingkungan di Iran dan sekitarnya,” kata IAEA melalui pernyataan yang diunggah di X.
Grossi menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir maupun area sekitarnya harus segera dihentikan. Menurutnya, kondisi tersebut menghadirkan risiko besar terhadap keselamatan nuklir dan dapat berdampak luas bagi lingkungan.
Sebelumnya, Organisasi Energi Atom Iran melaporkan bahwa fasilitas Bushehr menjadi sasaran serangan gabungan yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Insiden yang terjadi pada Sabtu itu dikabarkan menewaskan satu orang karyawan dan menjadi serangan keempat sejak konflik meningkat pada 28 Februari.
Pemerintah di Teheran juga menyebut telah terjadi beberapa serangan terhadap sejumlah fasilitas nuklir lainnya, termasuk Bushehr, Natanz, serta lokasi strategis lain. Iran pun menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas rangkaian serangan tersebut.
Situasi ini menambah kekhawatiran global terkait keamanan fasilitas nuklir di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.