By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Kisah Inspiratif Anak Indonesia Taklukan Harvard!
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kisah Inspiratif Anak Indonesia Taklukan Harvard!

Pendidikan

Kisah Inspiratif Anak Indonesia Taklukan Harvard!

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
8 Min Read
SHARE

Lo pikir kuliah di Harvard cuma buat anak sultan? Mikir keras lo! Kenalan nih sama Muhamad Yani, cowok keren asal Cibaliung, Ujung Kulon, Banten, yang berhasil nembus salah satu universitas top dunia itu! Gokilnya lagi, dia nggak perlu jual ginjal buat bayar kuliah, soalnya udah dapet Beasiswa LPDP!

Sebelum jadi calon mahasiswa Harvard, nama Yani udah lumayan dikenal di Instagram. Doi sering banget bikin konten edukasi yang bermanfaat. Nggak cuma itu, jiwa sosialnya juga tinggi! Bareng temen-temennya, Yani mendirikan Yayasan Pendidikan Wawasan Pusat Leuweung Hub Foundation. Lewat yayasan ini, mereka udah gerakin lebih dari 41.000 pelajar di seluruh Indonesia buat peduli sama kesehatan mental dan pendidikan! Keren abis!

Nah, semangat Yani buat terus belajar ini ternyata punya cerita pilu di baliknya. Doi ngerti banget rasanya hidup susah. Tapi, pesan nyokapnya selalu jadi pegangan:

“Nak, kamu harus sekolah tinggi. Cukup Ibu sama Bapak aja yang nggak sekolah dan ngerasain susahnya hidup kayak gini. Mama harap kamu bisa sekolah tinggi. Kita bakal bantu kamu sekuat tenaga,” gitu kata ibunya Yani, bikin terharu!

“Waktu itu aku nangis dan bilang, ‘Iya Ma, aku bakal jadi orang sukses!'” kenang Yani waktu ngobrol sama detikEdu.

Penasaran kan gimana kisah lengkapnya? Scroll terus, anak muda! Dulu Diusir dari ‘Rumah’, Sekarang Jadi Calon Mahasiswa Harvard!

Yani cerita, titik baliknya buat semangat belajar itu pas dia dan keluarganya diusir dari kontrakan bambu mereka yang cuma sepetak! Bayangin aja, mereka sampe tidur di jalanan selama 10 hari! Ngemper di depan ruko tutup, cuma modal baju di badan.

“Gue bersyukur banget kalau ada orang yang ngasih makan atau ngajak beli es krim. Waktu itu gue nangis banget, ngerasa kok hidup gue gini banget ya,” curhat Yani.

Tapi, berkat wejangan ibunya, Yani perlahan bangkit. Dia mulai tekun belajar kayak orang kesetanan!

Dulu mah boro-boro ranking, Yani kecil langsung melejit jadi juara kelas! Berkat kerja kerasnya, dia nggak pernah lagi bayar sekolah sepeser pun!

“Dari SMP sampe SMA dapet beasiswa terus, kuliah S1 juga dapet KIP dan lain-lain. Sampe sekarang LPDP ini juga gara-gara kata-kata Ibu yang ngena banget di hati,” ujarnya.

Ngeliat kerutan di wajah kedua orang tuanya yang banting tulang jualan nasi goreng dari subuh buta, makin membakar semangat Yani.

“Kebayang kan nyokap bokap gue sering sakit-sakitan karena begadang. Di situ gue makin ngebet banget! Gimana caranya gue harus sekolah tinggi, kuliah, master, kerja enak, punya banyak duit, biar bisa bantu keluarga,” tekad anak dari pasangan Adroni dan Rokayah ini.

“Interaksi sama Ibu waktu itu bener-bener ngebawa gue ke hidup gue yang sekarang,” tambahnya.

Baca Juga :

Beri Value Lebih di Pusat Kota Monas, Erick Thohir Siapkan Menara Kembar
Cari Rasa Aman? Ini Zodiak yang Cocok Jadi Teman Setia

Pengalaman hidupnya ini juga yang bikin Yani milih jurusan Human Development di Harvard. Dia pengen banget bantu anak-anak muda yang mungkin putus sekolah atau ngerasa nggak punya potensi, padahal sebenernya mereka luar biasa!

“Gue percaya, dengan pendekatan psikologi yang pas dan arahan yang bener, pasti bakal ada kemajuan,” yakinnya.

Sempat Nyaris Kuliah di Luar Negeri Pas SMA, Tapi Takdir Bawa ke Bali Dulu!

Pas SMA, Yani udah punya mimpi buat kuliah di luar negeri. Tapi, takdir berkata lain. Dia malah kuliah S1 di Universitas Udayana Bali.

“Mungkin emang rezeki gue di Bali dulu, buat ngebiasain diri sama lingkungan internasional,” kata alumni Fakultas Pertanian Unud ini.

Akhirnya, pas semester 7 kuliah, Yani mulai ngejar lagi mimpinya buat kuliah di luar negeri. Dia sempet daftar ke Columbia University dan The University of Manchester tahun 2023. Sayangnya, belum rezeki karena belum dapet beasiswa dan sertifikat IELTS.

Yani cerita, percobaan pertamanya daftar LPDP juga “belum waktunya”. Malah, dia harus operasi sejam setelah wawancara LPDP!

“Pas hari wawancara, gue dioperasi! Sejam sebelum operasi, gue masih sempetin wawancara LPDP,” ceritanya.

“Dan 15 hari sebelumnya, gue kena DBD parah! Trombosit gue bener-bener drop banget. Gue kira udah mau wassalam waktu itu. Jadi, bukannya belajar buat mock-up interview, gue malah diopname di rumah sakit! Ya udah deh, mungkin emang udah jalannya buat gue memperbaiki diri lagi,” imbuhnya dengan bijak.

Gagal Sekali, Bangkit Lagi! Akhirnya Lolos Harvard dengan Beasiswa LPDP!

Kegagalan nggak bikin Yani nyerah! Dia terus daftar ke universitas lain sambil mengasah kemampuannya.

“Gue coba ambil IELTS, daftar ke Imperial College London, dan alhamdulillah keterima!” serunya.

Nggak lupa, Yani juga evaluasi pengalaman LPDP pertamanya. Dia sadar, esainya waktu itu kurang nggigit dan belum merefleksikan dirinya dengan baik.

“Gue kayak masih mikirin egoku doang buat kuliah di luar negeri. Belum sepenuhnya mikirin karir ke depan dan dampaknya buat diri sendiri dan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Setelah banyak belajar, Yani mulai memperbaiki esai dan rajin latihan wawancara.

“Akhirnya esai gue lebih kompleks, lebih detail, dan alurnya lebih jelas di percobaan kedua. Jadi, buat temen-temen yang mau daftar LPDP, siapin esai dan portofolio dari jauh-jauh hari! Esai itu senjata utama kita pas wawancara,” pesannya.

Yani akhirnya berani daftar LPDP Jalur Non-LOA. Di saat yang sama, dia juga membidik Universitas Harvard!

“Dan alhamdulillah, ini bener-bener kuasa Allah! Meskipun LPDP pertama gagal, gue coba lagi yang kedua, bawa nama Harvard tanpa LOA. Eh, malah lolos LPDP! Terima kasih banyak! Dan beberapa bulan kemudian, gue dapet kabar diterima di Harvard University!” cerita Yani dengan bangga. Bahagia banget pasti!

Di akhir ceritanya yang super inspiratif ini, Yani punya pesan buat kita semua: nggak ada yang mustahil! Tugas kita cuma terus jalan dan berusaha meraih mimpi.

“Semua udah diatur sama Allah SWT. Tugas kita cuma terus jalan dan mengusahakannya. Sukses itu buat semua orang yang mau berjuang!” tegasnya.

Yani juga menekankan buat jangan pernah minder, jangan ngerasa sakit hati, jangan ngerasa kecil cuma karena kita nggak punya apa-apa atau berasal dari keluarga yang sederhana.

“Selama kita punya keberanian dan berdoa buat meraih mimpi, insya Allah apapun yang kita perjuangkan bakal dipermudah sama Allah!” pesannya lagi.

“Semangat buat temen-temen! Semoga kita semua jadi orang-orang yang sukses dan bermanfaat buat banyak orang!” tutup Yani dengan penuh semangat.

Gimana? Keren banget kan kisah Mas Yani ini? Bukti nyata, mimpi setinggi langit pun bisa diraih asal ada kemauan dan usaha! Jangan lupa share kisah inspiratif ini ke temen-temen lo ya! Biar makin banyak anak muda Indonesia yang termotivasi!

You Might Also Like

UI Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia, Bertahan di 200 Besar Dunia Versi QS WUR 2027
Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa yang Tawuran
Disdik Jabar Ingatkan Peserta SPMB Tahap 1 untuk Daftar Ulang, Tahap 2 Segera Dibuka
Lebih dari 1.000 Pelajar di Jakarta Barat Terima Beasiswa PIP, Dukung Pendidikan Generasi Masa Depan
Unhas Tembus Peringkat 861 Dunia, Melonjak 111 Posisi di QS World University Rankings 2027
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Anak Muda Merapat! Ini Tips Rahasia Lolos Harvard Plus Beasiswa LPDP
Next Article Ini Jurus Jitu Biar Gak Nyesel di Masa Tua, Ginjal Aman Hidup Santai
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Rusia Buka Kesempatan Kuliah Gratis untuk Mahasiswa Indonesia, Ini Syaratnya

1 week ago
Pendidikan

Tak Kebagian Sekolah Negeri? Pemprov Jabar Siapkan Bantuan untuk Masuk Swasta

1 week ago
PendidikanTerkini

Putra Timur Dijegal? Bahlil Pertanyakan Keadilan di Kampus UI

1 week ago
Pendidikan

Empat Sekolah di Banten Masuk SMA Unggul Garuda Transformasi 2026, Siap Cetak Generasi Emas

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index