Halo Inversi! Kabupaten Bintan baru saja menjadi saksi epic dari kolaborasi skill dan vibes positif. Sebanyak 500 siswa dari madrasah negeri dan swasta di Bintan tumpah ruah mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Madrasah (Porsema) 2025.
Acara super-hype yang dipusatkan di MTs Teluk Sasah, Seri Kuala Lobam, ini digagas oleh Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs se-Bintan. Porsema 2025 bukan sekadar ajang tanding, tapi platform resmi bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat, networking, dan mempererat silaturahmi (yang kini dikenal sebagai social capital).
CHARACTER BUILDING: PORSEMA ADALAH KURIKULUM SOFT SKILL
Ketua KKM MTs Bintan, Meiyana Ayu, menegaskan bahwa Porsema adalah momentum penting bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
“Selain ajang kompetisi, Porsema juga menjadi sarana mempererat silaturahmi keluarga besar madrasah di Bintan,” kata Meiyana Ayu, Senin (3/11/2025).
Poin Intelektualnya: Porsema berfungsi sebagai laboratorium soft skill. Di arena olahraga, siswa belajar disiplin, fair play (sportivitas), dan teamwork. Di panggung seni, mereka mengasah kreativitas, keberanian tampil (public presence), dan kecerdasan emosional. Semua skill ini sangat krusial di dunia kerja masa depan yang menuntut skillholistik.
SOCIAL CAPITAL: MENGUATKAN MADRASAH VIBES
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan, Abu Sufyan, yang hadir membuka kegiatan, berharap Porsema menjadi kegiatan yang berkelanjutan. Beliau menekankan bahwa ajang ini memiliki dimensi lebih dari sekadar perlombaan.
“Porsema bukan hanya wadah untuk berkompetisi, tetapi juga bagian dari pembinaan karakter dan kebersamaan siswa madrasah,” katanya. Pernyataan Kemenag ini menguatkan bahwa madrasah tidak hanya fokus pada hard skill keagamaan dan akademik, tetapi juga pada pembangunan karakter dan sense of belonging.
Dengan berkumpulnya 500 siswa dari berbagai MTs (negeri dan swasta), social capital antar madrasah di Bintan secara otomatis meningkat. Mereka membangun jaringan pertemanan dan kolaborasi yang akan bermanfaat saat mereka lulus nanti.
Intinya: Porsema 2025 adalah statement bahwa madrasah adalah pusat talenta yang siap flexing keahlian di bidang non-akademik. Ini adalah win-win solution: siswa dapat menyalurkan passion, sementara madrasah berhasil memperkuat karakter, kebersamaan, dan daya saing di tingkat regional.