Halo Inversi! Siapa bilang suasana di lembaga pemasyarakatan (lapas) itu selalu suram dan kaku? Lapas Kelas IIA Bengkulu justru membuktikan hal sebaliknya.
Dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih hijau, bersih, dan menenangkan, pihak lapas tengah melakukan penataan ulang lapangan olahraga mereka agar makin nyaman dan berfungsi sebagai ruang pembinaan yang positif.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Haryanto, Kepala Urusan Umum Lapas Bengkulu, pada Kamis (30/10/2025). Ia turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses penataan berjalan sesuai rencana. Fokus utama mereka bukan cuma soal fungsi olahraga, tapi juga estetika dan kenyamanan lingkungan.
“Lapangan ini bukan cuma tempat main tenis atau olahraga biasa. Ini ruang positif di mana petugas dan warga binaan bisa berinteraksi, bergerak, dan menjaga semangat sehat bareng-bareng,” ujar Haryanto dengan semangat.
Lapangan tenis yang berada di area tengah Lapas Bengkulu ini memang memiliki peran penting. Selain sebagai tempat pembinaan fisik, area tersebut juga menjadi ruang terbuka hijau yang memberi suasana segar di tengah lingkungan tertutup. Karena itu, penataan ulang kali ini tak main-main — mulai dari pengecatan ulang, perapian tanaman, hingga pembersihan area sekitar dilakukan secara menyeluruh agar tampil lebih estetik dan fungsional.
Dalam arahannya, Haryanto juga menekankan pentingnya perawatan berkelanjutan. “Penataan bukan cuma soal mempercantik sementara. Kami ingin area ini terus terjaga, rapi, dan hijau supaya semangat positif terus tumbuh di dalam lingkungan lapas,” tambahnya.
Langkah ini sejalan dengan upaya Lapas Bengkulu untuk membangun suasana pembinaan yang manusiawi dan produktif. Lingkungan yang bersih dan hijau terbukti bisa meningkatkan mood, kesehatan mental, dan motivasi warga binaan untuk berubah ke arah yang lebih baik.
Buat anak muda, langkah ini bisa jadi inspirasi banget. Bayangin aja, di tengah keterbatasan, semangat buat menciptakan ruang yang positif tetap ada. Ini bukti kalau perubahan gak selalu harus besar-besaran — mulai dari menata, membersihkan, dan menjaga ruang sekitar aja bisa bikin perbedaan besar.
Apalagi di era sekarang, konsep “green living” dan “well-being space” makin banyak diadopsi, baik di kampus, kantor, maupun tempat umum. Nah, Lapas Bengkulu udah mulai menerapkan hal serupa, membuktikan bahwa bahkan di balik tembok tinggi pun, kesadaran lingkungan dan keindahan tetap bisa hidup.
Dengan suasana lapangan yang kini lebih rapi, hijau, dan nyaman, diharapkan para petugas dan warga binaan bisa menjadikannya tempat untuk menyalurkan energi positif — baik lewat olahraga, interaksi sosial, maupun refleksi diri.
Langkah kecil ini menunjukkan komitmen Lapas Bengkulu dalam menghadirkan suasana yang lebih manusiawi, inklusif, dan penuh nilai pembinaan. Siapa tahu, setelah ini, lapangan hijau itu bukan cuma jadi tempat olahraga, tapi juga simbol perubahan dan harapan baru bagi semua yang ada di dalamnya.