By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Literasi Digital Jadi Benteng Anak dari Bahaya Internet
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Literasi Digital Jadi Benteng Anak dari Bahaya Internet

LifeStylePendidikan

Literasi Digital Jadi Benteng Anak dari Bahaya Internet

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
3 Min Read
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital Boni Pudjianto. (foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital, Boni Pudjianto, menegaskan bahwa peran orang tua menjadi faktor utama dalam melindungi anak dari berbagai ancaman kejahatan di ruang digital.

Contents
Upaya perlindungan anakPeran regulasi dan literasi digital

Menurut Boni, internet bukanlah ruang yang sepenuhnya aman bagi anak-anak. Beragam bentuk kejahatan dapat muncul dan berdampak serius, terutama terhadap kondisi psikologis anak.

“Ranah digital atau internet itu tidak bersih seperti kertas putih. Ada kejahatan yang berdampak pada psikologis anak, bahkan kejahatan seksual berbasis online. Ini nyata dan tugas kita bersama untuk menguranginya,” kata Boni melalui keterangan resminya, Sabtu.

Kondisi ini diperkuat oleh data yang menunjukkan bahwa sekitar 48 persen pengguna internet di Indonesia, atau setara dengan 110 juta jiwa, merupakan anak di bawah usia 18 tahun. Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi risiko yang dihadapi generasi muda di dunia maya.

Upaya perlindungan anak

Boni mengapresiasi langkah Kementerian Komunikasi dan Digital yang terus melakukan pemblokiran terhadap konten bermuatan negatif, seperti judi online, pornografi, serta pinjaman online ilegal. Upaya tersebut dinilai penting dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman.

Namun demikian, ia menilai tantangan terbesar saat ini justru datang dari kejahatan yang bersifat personal, seperti child grooming. Jenis kejahatan ini sulit terdeteksi oleh sistem karena berlangsung secara tertutup dan intens melalui komunikasi pribadi.

“Kejahatan yang berbasis platform digital lebih mudah kami takedown. Namun, untuk pendekatan yang bersifat individual dan personal, memerlukan bantuan pengawasan orang tua serta guru sebagai kunci utama dalam menjaga anak-anak kita,” tambahnya.

Peran regulasi dan literasi digital

Dalam rangka memperkuat perlindungan anak, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS. Regulasi ini menjadi payung hukum penting dalam mengatur aktivitas anak di platform digital.

Aturan tersebut secara tegas melarang anak di bawah usia 13 tahun memiliki akun mandiri di platform digital, termasuk media sosial. Sementara itu, anak berusia 13 hingga 18 tahun tetap diperbolehkan, namun dengan pengawasan dan pembatasan ketat.

Baca Juga :

Meta Uji Coba Fitur Trending Topic di Threads, Siap Bersaing dengan X?
DPR Sahkan Calvin Verdonk dan Jens Raven Resmi jadi Pemain Timnas Indonesia

“Anak di bawah 13 tahun tidak diperkenankan memiliki akun. Anak usia 13 hingga 18 diatur secara ketat dalam kepemilikan dan penggunaan akun. Oleh sebab itu orang tua harus tegas mengawasi agar anak tidak memiliki akun sebelum mereka benar-benar siap dan matang secara usia,” tegas Boni Pudjianto.

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Kemkomdigi juga terus mendorong literasi digital melalui konsep CABE, yakni Cakap digital, Aman digital, Budaya digital, dan Etika digital. Program ini diharapkan mampu membekali anak dengan ketahanan saat beraktivitas di ruang siber.

You Might Also Like

Wisata Indonesia Makin Bergairah, Kunjungan Turis Asing dan Wisnus Kompak Meningkat
Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional
Program Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Ingatkan Pentingnya Tata Kelola yang Transparan
Prabowo Dukung Kampus IIT dan IIM Berdiri di Indonesia, Perkuat Pendidikan Nasional
Komdigi: Akun Influencer Daerah Jadi Target Utama Spam Judi Online di Media Sosial
TAGGED:Bahaya InternetLiterasi Digital
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Temuan WHO Ungkap Perkembangan Kasus Virus Nipah
Next Article Pemerintah Dorong Ekonomi Kreatif Daerah Lewat Sinergi Rakornas 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

LifeStyle

WhatsApp Bakal Hadirkan Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Bagikan Nomor Telepon

2 weeks ago
Pendidikan

Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Syarat Terbarunya

2 weeks ago
PendidikanTerkini

Ini Respons Akademisi Saat Bahlil Tantang Kampus Uji Kebijakan Energi di KSTI 2026

2 weeks ago
Travel

Indonesia Kejar Posisi Teratas GMTI 2026, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Halal

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index