Pada tanggal 25–31 Oktober 2025, para mahasiswa internasional dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menorehkan kisah inspiratif di ajang prestisius Festival Handai Indonesia 2025 (FHI) yang berlangsung di Hotel Le Meridien, Jakarta.
Acara ini mempertemukan peserta dari 23 negara, menciptakan momen lintas budaya dan linguistik di mana Bahasa Indonesia menjadi jembatan persahabatan global.
Apa Itu Festival Handai Indonesia (FHI)?
Festival Handai Indonesia (FHI) adalah program apresiatif yang digelar oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (melalui Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra) di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
FHI memberi wadah bagi warga negara asing yang punya kemampuan Bahasa Indonesia dan pemahaman terhadap peradaban, masyarakat, dan kebudayaan Indonesia — disebut sebagai “handai Indonesia” atau “sahabat terbaik Indonesia”.
Tahun 2025, FHI menyelenggarakan lima cabang lomba utama: berpidato, bercerita, berpuisi, bernyanyi, dan berpantun.
UMS mengirimkan total 7 mahasiswa internasional yang merupakan alumni FHI 2024, sekaligus hadir sebagai “senior” untuk berbagi pengalaman kepada peserta tahun ini.
Berikut daftar para peserta UMS:
- Afissan Binetae (Thailand), mahasiswa S2 Teknik Kimia
- Hafiza Sana Mansoor (Pakistan), mahasiswa S3 Ilmu Pendidikan
- Miss Nuro Sabuela (Thailand), mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Inggris
- Khanngeun Vongsawath (Laos), mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Inggris
- Uwase Shakilla (Rwanda), mahasiswa S2 Manajemen
- Abdulrohim E-sor (Thailand), mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Indonesia
- Mitantsoa Anjara Saotra Fenofitiavana (Madagaskar), mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat
Selain itu, UMS juga mengirimkan satu mahasiswa untuk kompetisi — Miss Najmee Dokhor (Thailand), mahasiswa S1 Internasional Pendidikan Agama Islam, yang ikut lomba berpantun.
Salah satu momen yang menyentuh adalah saat Abdulrohim E-sor mengungkapkan:
“Melalui FHI, kami sebagai mahasiswa internasional merasa semakin dekat dengan Indonesia. Cinta kami kepada Indonesia tumbuh begitu kuat, tidak kalah dengan cinta kami kepada tanah air sendiri.” UMS News
Mengapa Partisipasi Ini Penting?
a) Penguatan Bahasa & Budaya
Melalui FHI, mahasiswa asing tidak hanya menunjukkan kemampuan linguistik mereka, tetapi juga memahami dan menghargai kebudayaan Indonesia — dari batik, gamelan, hingga interaksi budaya antarbangsa. Hal ini memperkuat diplomasi budaya dan memperluas jaringan internasional kampus.
b) Branding Internasional UMS
Keikutsertaan UMS dalam ajang bergengsi ini menunjukkan bahwa universitas ini serius dalam membawa mahasiswa internasional ke panggung global. Hal ini meningkatkan reputasi, menarik mahasiswa asing, dan memperkuat kampus sebagai pusat pendidikan global.
c) Jembatan Persahabatan Global
Dengan peserta dari 23 negara hadir dalam FHI 2025, termasuk Thailand, Pakistan, Laos, Rwanda, Madagaskar, Timor Leste, Italia, Rusia, Filipina, Turki, AS, Korea Selatan, Jepang, dan lainnya. Interaksi ini membuka ruang bagi pertukaran budaya yang autentik dan mempererat kerjasama antarbudaya.
Selama kegiatan, mahasiswa internasional UMS turut serta dalam aktivitas seperti membatik, workshop kebudayaan, hingga kompetisi bahasa.
Penyelenggara menekankan bahwa FHI bukan sekadar lomba, tetapi ajang apresiasi kreatif—memberi ruang bagi peserta untuk berkreasi dalam Bahasa Indonesia serta mengekspresikan rasa hormat terhadap kebudayaan nusantara.
Tantangan:
- Walau apresiasi tinggi, peserta asing perlu terus membangun kemampuan dan adaptasi budaya agar pengalaman mereka makin bermakna.
- Trend global pendidikan terus berubah — kampus harus responsif agar program internasional tetap relevan.
Peluang:
- UMS bisa memanfaatkan partisipasi ini sebagai konten pemasaran (digital storytelling, alumni testimonial) untuk menarik lebih banyak mahasiswa asing.
- Kolaborasi dengan universitas luar negeri dan lembaga budaya bisa ditingkatkan, mengubah kegiatan seperti FHI menjadi program berkelanjutan (misalnya pertukaran budaya, riset bersama).
- Memperkuat kompetensi Bahasa Indonesia sebagai “bahasa diplomasi budaya” bagi mahasiswa internasional — membuka peluang karier di bidang internasional, NGO, atau budaya.
Partisipasi mahasiswa internasional UMS di Festival Handai Indonesia 2025 bukan sekadar prestasi kampus—ini simbol persahabatan global melalui Bahasa Indonesia dan budaya nusantara. Melalui pengalaman ini, mahasiswa tidak hanya menjadi duta kampus, tetapi juga duta budaya yang mampu menghubungkan dunia dengan Indonesia.
Bagi kampus seperti UMS, ini momen strategis untuk memperkuat citra internasional dan mengokohkan program internasionalisasi. Sedangkan bagi mahasiswa sendiri, ini pengalaman langka yang akan memperkaya kompetensi, jejaring, dan rasa cinta terhadap Indonesia.