INVERSI.ID – Prestasi mahasiswa Universitas Negeri Malang kembali menorehkan kebanggaan setelah Andrea Micola Syifa Riady atau Mico berhasil meraih medali perunggu pada ajang bergengsi The 14th World Skill ASEAN Competition bidang Automobile Technology di Manila, Filipina, Selasa–Kamis (26–28/8/2025). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kualitas pendidikan vokasi di Indonesia sekaligus menegaskan peran generasi muda dalam mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Tidak hanya membawa pulang medali, prestasi mahasiswa Universitas Negeri Malang ini juga menjadi inspirasi bagi anak muda Indonesia yang tengah mengejar mimpi di bidang keahliannya masing-masing. Bagi Mico, pencapaiannya adalah hasil dari perjalanan panjang, penuh kerja keras, latihan intensif, serta dukungan lingkungan pendidikan dan keluarga yang konsisten.
Lebih jauh lagi, prestasi mahasiswa Universitas Negeri Malang di ajang internasional ini membuktikan bahwa kampus vokasi di Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain di Asia Tenggara. Hal ini sekaligus menjadi motivasi agar generasi muda terus mengasah keterampilan, terutama di bidang teknologi otomotif yang semakin berkembang pesat.
Awal Perjalanan: Dari Gemar Menonton Balap hingga Serius Menekuni Otomotif
Kecintaan Mico terhadap dunia otomotif bermula sejak duduk di bangku MTs. Saat itu, ia gemar menonton ajang balap internasional seperti Formula 1 dan NASCAR. Ketertarikan ini semakin kuat ketika ia melanjutkan pendidikan di SMKN 1 Blitar jurusan Teknik Otomotif.
“Awalnya saya ingin masuk SMA, tapi orang tua mendorong ke SMK. Dari situ minat saya makin berkembang,” kenangnya.
Dukungan keluarga ternyata menjadi kunci penting yang membawanya semakin mantap menekuni dunia otomotif.
Sejak kelas 10, Mico sudah aktif mengikuti program Uji Tingkat Kompetensi (UTK) melalui Mitsubishi School Program. Ia berhasil meraih nilai tertinggi dan lolos ke ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat provinsi di Madiun pada April 2024. Di ajang tersebut, ia keluar sebagai juara pertama. Tidak berhenti di situ, pada LKS Nasional di Lampung, Agustus 2024, Mico kembali berjaya dengan membawa pulang medali emas.
Jalan Menuju World Skill ASEAN 2025
Keberhasilan di tingkat nasional membuat Mico lolos ke tahap seleksi World Skill ASEAN 2025. Proses seleksi ini berlangsung ketat, mulai dari tingkat daerah di Semarang hingga nasional di Bandung. Dari ratusan peserta, Mico akhirnya terpilih mewakili Indonesia bersama Eka Anwar Fauzi.
Persiapan menuju kompetisi internasional tidaklah mudah. Selama empat bulan, Mico menjalani pelatihan intensif di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung. Latihan ini mencakup simulasi ujian teknis, pemahaman modul otomotif, hingga manajemen waktu agar mampu menyelesaikan semua tantangan dengan cepat dan tepat.
“Latihan ini benar-benar menguras tenaga dan pikiran. Tapi semua terbayar saat bisa berdiri di podium internasional,” ujarnya dengan bangga.
Tantangan Berat dalam Kompetisi Internasional
Dalam ajang The 14th World Skill ASEAN Competition, Mico menghadapi lima modul uji yang sangat detail:
- Engine Management System – menguji kemampuan memahami sistem manajemen mesin modern.
- Steering, Suspension, Brake, and Wheel Alignment – menuntut presisi dalam penggantian shock depan, sistem rem, hingga penyelarasan roda.
- Electrical System – menilai keterampilan dalam mendiagnosis dan memperbaiki sistem kelistrikan kendaraan.
- Engine Mechanical – mengharuskan peserta membongkar serta merakit komponen mesin dengan akurasi tinggi.
- Automatic Transmission – menguji pemahaman terhadap sistem transmisi otomatis yang kompleks.
“Tiap modul punya tantangan sendiri. Misalnya, saya harus mengganti shock depan, membongkar sistem rem, hingga melakukan wheel alignment dengan presisi. Semua harus cepat dan akurat,” jelas Mico.
Meski persaingan sangat ketat, Mico berhasil menyelesaikan semua modul dengan baik dan meraih medali perunggu. Pencapaian ini sangat membanggakan karena menunjukkan kemampuan mahasiswa Indonesia bersaing di level ASEAN.
Dukungan Kampus dan Pentingnya Pendidikan Vokasi
Prestasi Mico juga tidak lepas dari dukungan Universitas Negeri Malang yang terus mendorong mahasiswanya untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Program studi Pendidikan Teknik Otomotif, tempat Mico menimba ilmu, memang dikenal aktif mengembangkan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri otomotif modern.
Pihak kampus menyebut capaian ini menjadi bukti pentingnya pendidikan vokasi di Indonesia. Mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga keterampilan teknis yang aplikatif.
“Mico adalah bukti nyata bahwa pendidikan vokasi bisa melahirkan talenta-talenta unggul yang mampu bersaing di kancah internasional,” ujar salah satu dosen pembimbingnya.
Selain itu, keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani bermimpi besar, bekerja keras, dan percaya diri dalam menekuni bidang yang mereka cintai.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Prestasi mahasiswa Universitas Negeri Malang ini bukan sekadar kebanggaan kampus, tetapi juga inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan persaingan global, anak muda dituntut untuk tidak hanya mengejar nilai akademis, tetapi juga keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Kisah Mico menunjukkan bahwa dengan kerja keras, dukungan keluarga, serta lingkungan pendidikan yang tepat, mimpi besar bisa terwujud. Bagi anak muda yang memiliki minat di bidang tertentu, penting untuk terus mengasah kemampuan, berani mengikuti kompetisi, serta menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk berkembang.
Pencapaian Mico dalam ajang World Skill ASEAN Competition membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing dengan talenta terbaik di Asia Tenggara. Keberhasilan ini tidak hanya mengharumkan nama Universitas Negeri Malang, tetapi juga Indonesia di mata dunia.
Semoga semakin banyak generasi muda yang terinspirasi untuk terus berprestasi, mengasah keterampilan, dan berkontribusi bagi bangsa.