By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Dua Mahasiswa Unair Bawa Pulang Emas dan Perunggu dari Kompetisi Petrokimia Global
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Dua Mahasiswa Unair Bawa Pulang Emas dan Perunggu dari Kompetisi Petrokimia Global

Pendidikan

Dua Mahasiswa Unair Bawa Pulang Emas dan Perunggu dari Kompetisi Petrokimia Global

Jack
By
Jack
9 months ago
Share
7 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Prestasi mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Kali ini, tim mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair yang terdiri dari Ir Deny Aditya Pratama (Magister Manajemen) dan Muhammad Taufiq Hidayat (S1 Ilmu Ekonomi) sukses meraih medali emas dan perunggu dalam ajang bergengsi Chemical Industrial Downstream Challenge (CIDC) 2025 yang diselenggarakan oleh PT Petrokimia Gresik.

Contents
Ajang Bergengsi Bidang Industri KimiaProposal Inovatif yang Menarik Perhatian JuriApresiasi dari Pihak KampusPengalaman Berharga di Ajang InternasionalInspirasi bagi Generasi Muda Indonesia

Keberhasilan ini menegaskan bahwa prestasi mahasiswa Unair tidak hanya terbatas pada bidang akademik semata, tetapi juga mampu menembus ruang inovasi industri dengan menghadirkan solusi berkelanjutan. Dalam kompetisi yang diikuti 168 tim dari berbagai negara seperti Korea Selatan, Australia, Iran, Taiwan, hingga Irlandia, Deny dan Taufiq tampil percaya diri dengan ide-ide segar yang berorientasi pada ekonomi hijau.

Lebih jauh, prestasi mahasiswa Unair di ajang internasional ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing dengan standar global. Tidak hanya sekadar mengikuti lomba, mereka juga menghadirkan gagasan yang bisa langsung diaplikasikan di dunia industri, khususnya sektor petrokimia yang menjadi tulang punggung pembangunan nasional.

Ajang Bergengsi Bidang Industri Kimia

CIDC dikenal sebagai salah satu kompetisi paling bergengsi di bidang inovasi industri kimia. Ajang ini menekankan pada kemampuan mahasiswa dalam merumuskan strategi pengelolaan produk sampingan industri petrokimia agar lebih bermanfaat sekaligus mendukung prinsip keberlanjutan.

Peserta yang mengikuti kompetisi ini harus melewati seleksi ketat sejak Mei 2025, hingga akhirnya diumumkan pemenang pada September. Setiap tim diminta untuk mengajukan proposal inovatif yang mengintegrasikan aspek teknis, ekonomi, serta keberlanjutan. Tidak mengherankan jika CIDC menjadi ajang bergengsi yang selalu ditunggu-tunggu kampus-kampus besar di dunia.

Deny dan Taufiq hadir sebagai wakil Unair dengan membawa semangat akademik sekaligus tekad untuk berkontribusi pada solusi industri yang ramah lingkungan. Mereka tidak hanya bersaing dengan sesama mahasiswa Indonesia, tetapi juga dengan calon pemimpin masa depan dari berbagai belahan dunia.


Proposal Inovatif yang Menarik Perhatian Juri

Dalam kompetisi ini, Deny dan Taufiq mengajukan dua proposal inovatif. Proposal pertama berjudul “Purified Gypsum Based Lightweight Concrete Innovation for Sustainable Construction PT Petrokimia Gresik towards Net Zero Emission 2060.” Ide ini berfokus pada pemanfaatan gypsum murni untuk menciptakan beton ringan yang ramah lingkungan serta mendukung target Indonesia mencapai emisi nol bersih pada 2060.

Proposal kedua mereka bertajuk “Modular Biofertilizer Production from CO2, and Ammonia Enhancer with Capacity of 30.000 tons/year for the PT Petrokimia Gresik Industrial Improvement.” Dalam gagasan ini, mereka menekankan produksi pupuk hayati modular yang memanfaatkan CO2 serta amonia, dengan kapasitas hingga 30 ribu ton per tahun. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi industri sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan.

Kedua ide tersebut dinilai istimewa karena mampu menggabungkan aspek teknis, ekonomi, dan keberlanjutan secara seimbang. Tidak hanya berbicara di ranah teori, gagasan itu dinilai aplikatif dan bisa diimplementasikan langsung oleh perusahaan industri besar seperti PT Petrokimia Gresik.

Baca Juga :

Hasil Perolehan Suara Sementara Calon DPD RI Asal Sumut
Paskibraka Nasional 2025! Rafael Varindra, Siswa SMAN 8 Pekanbaru, Jadi Satu-satunya Wakil Putra dari Riau untuk Kibarkan Merah Putih di Istana!

Apresiasi dari Pihak Kampus

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair, Dr Masmira Kurniawati, menyampaikan apresiasinya terhadap capaian Deny dan Taufiq. Menurutnya, kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Unair mampu menerapkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah untuk memberikan solusi terhadap tantangan nyata di dunia industri.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menerapkan ilmunya melalui solusi efektif dan efisien bagi perusahaan bisnis. Semoga prestasi ini mampu menginspirasi mahasiswa lain untuk menjadi pemberi solusi dalam berbagai permasalahan SDGs di Indonesia,” ujarnya di Surabaya, Jumat (12/9/2025).

Ucapan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan Deny dan Taufiq tidak hanya penting bagi Unair, tetapi juga bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals).

Pengalaman Berharga di Ajang Internasional

Bagi Deny, mengikuti CIDC 2025 merupakan pengalaman yang sangat berharga. Ia menuturkan bahwa dirinya dan Taufiq berusaha menggabungkan berbagai disiplin ilmu, mulai dari aspek teknikal, ekonomi, hingga bisnis berkelanjutan.

“Kami menggabungkan ilmu teknikal, ekonomi, industri dengan mengusung konsep inovasi dan bisnis berkelanjutan. Kami merasakan langsung atmosfer kompetisi internasional dengan standar penjurian industri tingkat internasional yang tinggi,” kata Deny.

Ia menambahkan bahwa ide yang mereka ajukan mendapat apresiasi tinggi karena dianggap tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia mampu menghadirkan gagasan yang relevan bagi dunia industri global.

“Kami senang, ide kami mendapat apresiasi karena dianggap tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif di dunia industri khususnya di PT Petrokimia Gresik,” pungkasnya.


Inspirasi bagi Generasi Muda Indonesia

Keberhasilan Deny dan Taufiq dalam ajang CIDC 2025 menjadi inspirasi besar bagi generasi muda Indonesia. Di tengah tantangan global, mahasiswa dituntut untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret yang dapat diterapkan di dunia nyata.

Prestasi ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara berbagai bidang ilmu. Dengan menggabungkan ilmu ekonomi, manajemen, dan teknik industri, mahasiswa bisa menciptakan inovasi yang lebih komprehensif. Hal ini sejalan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini yang menuntut keterampilan lintas disiplin.

Lebih dari itu, keberhasilan ini juga membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kapasitas untuk bersaing dengan peserta dari negara maju. Jika terus diberi ruang, dukungan, dan akses, bukan tidak mungkin prestasi seperti ini akan semakin sering tercapai di masa depan.

Kemenangan tim mahasiswa Unair dalam ajang Chemical Industrial Downstream Challenge 2025 bukan hanya menjadi kebanggaan kampus, tetapi juga bangsa. Melalui inovasi di bidang petrokimia yang mendukung keberlanjutan, mereka berhasil menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing di tingkat global dengan ide-ide cerdas dan solutif.

Semoga prestasi ini menjadi pemicu bagi mahasiswa lain di Indonesia untuk terus mengasah kemampuan, menghadirkan inovasi, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan.

You Might Also Like

UI Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia, Bertahan di 200 Besar Dunia Versi QS WUR 2027
Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa yang Tawuran
Disdik Jabar Ingatkan Peserta SPMB Tahap 1 untuk Daftar Ulang, Tahap 2 Segera Dibuka
Lebih dari 1.000 Pelajar di Jakarta Barat Terima Beasiswa PIP, Dukung Pendidikan Generasi Masa Depan
Unhas Tembus Peringkat 861 Dunia, Melonjak 111 Posisi di QS World University Rankings 2027
TAGGED:MahasiswaPetrokimiaUnair
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Mico, Mahasiswa Universitas Negeri Malang Harumkan Indonesia di Kompetisi Otomotif ASEAN
Next Article Gaya Hidup Cottagecore, Tren Estetika Gen Z yang Kembali ke Alam
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Demo di DPR, Monas hingga Kemenkeu, Ribuan Aparat Disiagakan

6 days ago
Pendidikan

Rusia Buka Kesempatan Kuliah Gratis untuk Mahasiswa Indonesia, Ini Syaratnya

1 week ago
Pendidikan

Tak Kebagian Sekolah Negeri? Pemprov Jabar Siapkan Bantuan untuk Masuk Swasta

1 week ago
PendidikanTerkini

Putra Timur Dijegal? Bahlil Pertanyakan Keadilan di Kampus UI

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index