INVERSI.ID – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi DKI Jakarta kini tengah berupaya mewujudkan pendirian Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) di ibu kota. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan unggul berbasis nilai keagamaan di tengah masyarakat urban Jakarta.
“MAN Insan Cendekia adalah madrasah unggul yang dikelola langsung oleh Kementerian Agama,” ujar Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Adib, dalam acara media gathering di Cawang, Jakarta Timur.
Ia menuturkan, para lulusan MAN IC memiliki rekam jejak prestasi yang gemilang. Banyak di antara mereka berhasil menembus perguruan tinggi ternama, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
“Ini yang terus kita dorong,” tambahnya.
Adib menjelaskan, keberadaan MAN Insan Cendekia di berbagai provinsi telah membawa dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan madrasah. Model pendidikannya mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter religius yang kuat.
“Keberadaan MAN Insan Cendekia dapat mencetak generasi berdaya saing tinggi, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap berkarakter religius,” ujarnya.
Hingga kini, DKI Jakarta menjadi satu-satunya provinsi yang belum memiliki MAN IC. Karena itu, rencana pendirian madrasah unggulan ini menjadi prioritas baru bagi Kemenag DKI Jakarta.
“Kami sedang mengakselerasi agar MAN IC di DKI Jakarta segera terwujud. Pak menteri juga sudah menginstruksikan agar prosesnya dipercepat,” kata Adib menegaskan.
Lebih lanjut, Adib memaparkan bahwa konsep pendidikan MAN Insan Cendekia berbasis boarding school, di mana para siswa tinggal di asrama dan menjalani pembelajaran intensif selama 24 jam. Sistem ini terbukti efektif membentuk lulusan yang unggul baik secara akademik maupun karakter. Setiap tahun, MAN IC bahkan menempati peringkat pertama nilai UTBK secara nasional.
“Sistemnya sangat unggul dan menjadi warisan dari gagasan Presiden BJ Habibie yang dulu merintis SMA BPPT di Serpong dan Gorontalo,” tutur Adib.
Terkait lokasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menawarkan lahan di wilayah Jakarta Barat sebagai tempat pembangunan madrasah tersebut.
“Secara prinsip baik eksekutif maupun legislatif sudah setuju. Idealnya setiap provinsi memiliki satu MAN IC dan Jakarta segera menyusul. Untuk lokasi ditawarkan Jakarta Barat, tapi belum spesifik titiknya,” ungkapnya.
Proses pendirian MAN IC Jakarta akan dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama. Pemprov DKI Jakarta diharapkan menyediakan sarana fisik, sementara Kemenag menyiapkan sumber daya manusia, kurikulum, serta sistem pendidikan.
“Jadi kolaborasi, DKI menyiapkan ‘hardware’-nya, Kemenag menyiapkan ‘software’-nya. Ini terus kita targetkan, kami usahakan secepatnya,” pungkas Adib.
Upaya ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pemerataan pendidikan berkualitas di Indonesia, khususnya bagi generasi muda Jakarta yang haus akan ilmu pengetahuan sekaligus berakar pada nilai-nilai keislaman.