By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Masak Sendiri vs. Beli Makan: Mana yang Lebih Murah dan Efisien untuk Gaya Hidup Gen Z
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Masak Sendiri vs. Beli Makan: Mana yang Lebih Murah dan Efisien untuk Gaya Hidup Gen Z

LifeStyle

Masak Sendiri vs. Beli Makan: Mana yang Lebih Murah dan Efisien untuk Gaya Hidup Gen Z

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
9 months ago
Share
4 Min Read
Ilustrasi Masak
Ilustrasi Masak
SHARE

Di tengah gaya hidup serba cepat dan digital, pertanyaan klasik ini kembali relevan: lebih hemat mana, masak sendiri atau beli makan di luar? Bagi Gen Z yang hidup di era food delivery, promo aplikasi, dan konten meal prep viral, keputusan ini bukan sekadar soal harga, tapi juga soal waktu, kesehatan, dan gaya hidup.

Menurut analisis dari Skorcard dan Nibble, masak sendiri cenderung lebih hemat secara total, terutama jika dilakukan secara rutin dan terencana.

Masak Sendiri

  • Belanja bahan untuk 1 minggu (sayur, protein, bumbu): Rp250.000–Rp350.000
  • Bisa menghasilkan 10–14 porsi makanan
  • Biaya per porsi: Rp25.000 (rata-rata)

Beli Makan di Luar

  • Makanan warung/kaki lima: Rp20.000–Rp30.000 per porsi
  • Makanan restoran/cafe: Rp40.000–Rp100.000 per porsi
  • Biaya delivery (ongkir + platform fee): Rp10.000–Rp20.000

Jika dihitung secara bulanan, masak sendiri bisa menghemat hingga Rp500.000–Rp1.000.000 dibanding beli makan setiap hari.

Waktu dan Efisiensi: Mana yang Lebih Praktis?

Gen Z dikenal multitasking dan menghargai efisiensi. Beli makan jelas lebih cepat dan praktis:

  • Buka aplikasi, pilih menu, bayar, tunggu
  • Cocok untuk hari sibuk atau saat lelah

Namun, masak sendiri bisa dioptimalkan dengan meal prep:

  • Masak 2–3 kali seminggu untuk stok makanan
  • Gunakan alat bantu seperti rice cooker, air fryer, dan food processor
  • Waktu masak bisa jadi momen healing dan eksplorasi kreatif

Kesehatan dan Kontrol Nutrisi

Baca Juga :

Dana PSN Terealisasi 36,81 Persen, Sisanya Masuk Kantong ASN dan Politikus, DPR: Pentingnya RUU Perampasan Aset
Apakah Susi Pudjiastuti Dukung Prabowo di Pilpres 2024? Ini Tanggapan Gerindra

Masak sendiri memberi kontrol penuh atas bahan dan cara memasak:

  • Bisa pilih bahan segar dan minim pengawet
  • Bisa atur kadar garam, gula, dan minyak
  • Cocok untuk diet khusus (vegan, keto, low carb)

Sementara beli makan, terutama fast food dan makanan instan, cenderung tinggi kalori, sodium, dan lemak trans. Menurut ahli gizi dr. Reni Utari, masak sendiri lebih baik untuk kesehatan jangka panjang dan mencegah penyakit metabolik.

Tabel Perbandingan Masak vs. Beli Makan

AspekMasak SendiriBeli Makan Di Luar
BiayaLebih hemat (Rp25.000/porsi)Lebih mahal (Rp40.000–Rp100.000)
WaktuButuh persiapan & masakPraktis & cepat
KesehatanKontrol penuh bahan & nutrisiTerbatas, tergantung vendor
Fleksibilitas MenuBisa eksplorasi & variasiTerbatas pada menu tersedia
Gaya HidupCocok untuk mindful eatingCocok untuk gaya hidup sibuk

Gen Z sangat dipengaruhi oleh tren digital:

  • Konten meal prep viral di TikTok dan Instagram
  • Influencer kuliner dan food vlogger
  • Aplikasi belanja bahan makanan dan resep otomatis
  • Komunitas masak online seperti Cookpad dan Yummy

Masak sendiri kini bukan hanya soal hemat, tapi juga soal gaya hidup kreatif dan komunitas.

Tips Hemat dan Cerdas untuk Gen Z

Jika Ingin Masak Sendiri:

  • Buat meal plan mingguan
  • Belanja di pasar atau toko grosir
  • Gunakan bahan serbaguna (telur, ayam, tahu, tempe)
  • Simpan stok frozen food sehat
  • Ikuti akun meal prep dan resep hemat

Jika Sering Beli Makan:

  • Manfaatkan promo dan cashback
  • Pilih vendor dengan rating tinggi dan menu sehat
  • Batasi frekuensi beli makan di luar
  • Kombinasikan dengan masak ringan (sarapan, camilan)

Masak sendiri terbukti lebih murah dan sehat, tapi beli makan juga punya keunggulan dalam hal waktu dan kenyamanan. Gen Z bisa memilih sesuai kebutuhan, dengan strategi cerdas agar tetap hemat dan sehat.

Kuncinya adalah keseimbangan: masak saat sempat, beli makan saat perlu. Dengan pendekatan mindful dan terencana, kamu bisa menikmati keduanya tanpa bikin dompet jebol atau kesehatan terganggu.

You Might Also Like

Wisata Indonesia Makin Bergairah, Kunjungan Turis Asing dan Wisnus Kompak Meningkat
Komdigi: Akun Influencer Daerah Jadi Target Utama Spam Judi Online di Media Sosial
WhatsApp Bakal Hadirkan Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Bagikan Nomor Telepon
Indonesia Kejar Posisi Teratas GMTI 2026, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Halal
Pemerintah Jepang Resmi Usulkan Sistem Dua Ibu Kota untuk Kurangi Sentralisasi Tokyo
TAGGED:Anak MudaCookGaya hidupgen zMasakremaja
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Jadwal French Open 2025 Hari Ini: Jojo Tantang Lagi Kenta Nishimoto
Next Article Alex Pastoor Ungkap Proyek Jangka Panjang PSSI: Siapkan Fondasi Emas Sepak Bola Indonesia
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Kebijakan Bebas Visa Dinilai Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia

3 weeks ago
Travel

Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027

4 weeks ago
Travel

Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta

4 weeks ago
LifeStyleTerkini

Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index