INVERSI.ID – Matcha Festival Palembang resmi digelar untuk pertama kalinya dan langsung menarik perhatian generasi muda pecinta kuliner. Acara yang berlangsung di lantai 2 Sosial Market (Soma) Palembang ini dihelat pada 13–21 September 2025. Dengan mengangkat tema tren olahan matcha, festival ini menjadi magnet baru bagi para penggemar kuliner yang sedang mencari pengalaman berbeda sekaligus spot nongkrong kekinian.
Tidak hanya menyajikan hidangan berbahan dasar teh hijau khas Jepang, Matcha Festival Palembang juga dikemas dengan konsep interactive exhibition yang dipadukan dengan sentuhan budaya Jepang. Konsep ini menghadirkan suasana unik yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menciptakan pengalaman visual dan budaya yang membuat pengunjung betah berlama-lama.
Kehadiran Matcha Festival Palembang menjadi bukti nyata bagaimana tren matcha yang tengah digandrungi anak muda kini berhasil diterjemahkan ke dalam sebuah festival kuliner. Acara ini diharapkan bisa menjadi momentum baru dalam memajukan industri kreatif dan kuliner lokal di Palembang.
Tenant dan Sajian Unik Matcha Festival Palembang
Festival ini menghadirkan 21 tenant yang terdiri dari F\&B (food & beverage) maupun non-F\&B. Para tenant ini menawarkan berbagai olahan matcha mulai dari minuman kekinian, es krim, puding, kue bolu, hingga camilan ringan dengan sentuhan rasa teh hijau.
Tenant yang ikut serta di antaranya adalah Hoa-Hoa, Kurimi Maccha, Noru Savoree, Momatcha x Sugar Diary, Mojia, Crave Eats, KoKu, Le Jardin, All Matcha by Fransis Bakery, hingga Fuku Gelato. Setiap tenant memiliki inovasi tersendiri dalam mengolah matcha, mulai dari yang tradisional hingga kreasi modern yang instagramable.
General Manager Soma Palembang, Agung Prabowo, mengatakan bahwa ide festival ini muncul dari tingginya permintaan konsumen terhadap produk berbahan dasar matcha. “Dari sinilah kami berinisiatif mengumpulkan tenant yang menyajikan produk matcha. Ternyata antusiasme luar biasa, 21 tenant langsung bergabung,” ujarnya.
Konsep Interaktif dan Sentuhan Budaya Jepang
Salah satu daya tarik utama Matcha Festival Palembang adalah konsep pameran interaktif yang dipadukan dengan elemen budaya Jepang. Dekorasi khas negeri sakura dipadukan dengan booth-booth unik dari tenant, sehingga menghadirkan nuansa autentik yang membuat pengunjung serasa berada di festival kuliner Jepang.
Koordinator Tim Kreatif Soma, Javiera Jolie, menambahkan bahwa festival ini memang dirancang untuk merangkul generasi muda.
“Matcha adalah tren kuliner yang dekat dengan anak muda. Kami ingin Soma jadi tempat mereka bereksperimen rasa sekaligus nongkrong dengan pengalaman baru,” katanya.
Selain mencicipi beragam kuliner, pengunjung juga bisa menikmati area foto estetik yang dirancang khusus agar cocok untuk kebutuhan konten media sosial. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi anak muda Palembang yang aktif di Instagram maupun TikTok.
Antusiasme Pengunjung dan Dampak Ekonomi Lokal
Sejak hari pertama, Matcha Festival Palembang mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Dari target awal 3.000 pengunjung, lebih dari 50 persen sudah tercapai hanya dalam setengah periode acara. Rata-rata jumlah pengunjung di hari biasa mencapai 200–300 orang, sementara di akhir pekan melonjak hingga lebih dari 500 orang.
“Antusiasme ini di luar perkiraan kami. Ternyata masyarakat Palembang sangat menantikan festival seperti ini,” ungkap Agung Prabowo.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang kuliner, tetapi juga wadah bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk berbasis matcha. Dengan bergabungnya tenant-tenant lokal, acara ini membuka peluang usaha baru sekaligus memperluas pasar bagi pelaku ekonomi kreatif di Palembang.
“Harapan kami, selain menghidupkan suasana Soma, kegiatan ini bisa membuka pasar lebih luas untuk UMKM lokal,” tambah Agung.
Matcha Festival sebagai Ruang Kreativitas Anak Muda
Lebih dari sekadar festival kuliner, Matcha Festival Palembang juga menjadi ruang kreativitas bagi anak muda. Kehadiran tenant-tenant dengan menu unik membuktikan bahwa matcha bisa diolah menjadi berbagai produk yang inovatif. Misalnya, es krim matcha dengan topping boba, puding dengan sentuhan rasa keju, hingga bolu dengan lapisan krim matcha.
Selain itu, festival ini juga membuka peluang bagi anak muda yang tertarik pada dunia usaha untuk melihat bagaimana produk matcha bisa dikembangkan menjadi bisnis potensial. Dengan tren kuliner berbasis matcha yang terus meningkat, peluang usaha ini diperkirakan akan semakin berkembang di masa depan.
Palembang Sebagai Pusat Festival Kuliner
Palembang selama ini dikenal dengan kuliner khasnya seperti pempek. Namun, kehadiran Matcha Festival Palembang menunjukkan bahwa kota ini juga mampu menjadi tuan rumah bagi tren kuliner global. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa Palembang memiliki daya tarik tidak hanya dalam kuliner tradisional, tetapi juga kuliner modern yang dekat dengan generasi muda.
Dengan adanya festival ini, Palembang berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata kuliner baru di Indonesia. Apalagi, tren festival tematik sedang digemari anak muda karena menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar makan, yaitu hiburan, gaya hidup, dan ruang ekspresi.
Harapan dan Keberlanjutan Festival
Melihat respons positif dari masyarakat, penyelenggara berencana menjadikan Matcha Festival Palembang sebagai agenda tahunan. Jika hal ini terwujud, maka festival ini bisa terus berkembang dengan skala lebih besar, menghadirkan lebih banyak tenant, serta menghadirkan konsep baru yang lebih variatif.
Selain itu, festival ini diharapkan mampu mendorong UMKM lokal untuk terus berinovasi dalam menciptakan produk kuliner berbasis bahan alami seperti matcha. Dengan begitu, Palembang bisa melahirkan brand kuliner baru yang tak hanya populer di level lokal, tetapi juga nasional.
Matcha Festival Palembang menjadi bukti nyata bahwa tren kuliner bisa diangkat menjadi sebuah festival yang diminati masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan menghadirkan 21 tenant, konsep interaktif, dan sentuhan budaya Jepang, festival ini bukan hanya memberikan pengalaman kuliner yang unik, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM lokal.
Kehadirannya di Palembang menandai era baru dalam industri kuliner kota ini. Lebih dari itu, festival ini menunjukkan bagaimana tren global bisa diadaptasi secara kreatif di level lokal. Dengan antusiasme pengunjung yang tinggi, Matcha Festival berpotensi menjadi ikon baru festival kuliner di Palembang.