By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Pemerintah Pastikan Perjanjian Dagang RI–AS Tetap Berjalan Sesuai Rencana
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Pemerintah Pastikan Perjanjian Dagang RI–AS Tetap Berjalan Sesuai Rencana

Terkini

Pemerintah Pastikan Perjanjian Dagang RI–AS Tetap Berjalan Sesuai Rencana

Adrian
By
Adrian
4 months ago
Share
5 Min Read
Foto : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Washington DC, Amerika Serikat (Sumber : setkab.go.id)
Foto : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Washington DC, Amerika Serikat (Sumber : setkab.go.id)
SHARE

Inversi Pemerintah Republik Indonesia menegaskan bahwa kemitraan strategis dan perjanjian perdagangan bilateral dengan Amerika Serikat (AS) tetap berada dalam koridor proses yang telah disepakati.

Contents
Mekanisme Bilateral dan Konsultasi InstitusionalRetensi Skema Tarif 0 Persen untuk Komoditas StrategisDiplomasi Prabowo: Dari Potensi Tarif 32% Menuju Realitas 10%Mitigasi Risiko dan Skenario AdaptifManfaat Konkret bagi Stabilitas Ekonomi

Meskipun terdapat dinamika hukum terbaru melalui putusan Supreme Court (Mahkamah Agung) Amerika Serikat terkait kebijakan tarif global, Indonesia memastikan bahwa mekanisme bilateral yang telah ditandatangani tetap memiliki kekuatan hukum yang independen.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan pers bersama Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di Washington DC, Sabtu (21/2/2026). Penegasan ini bertujuan untuk memberikan kepastian bagi pelaku pasar dan eksportir nasional mengenai keberlanjutan akses pasar Indonesia di Amerika Serikat.

Mekanisme Bilateral dan Konsultasi Institusional

Menko Airlangga menjelaskan bahwa putusan Supreme Court AS berfokus pada pembatalan tarif global tertentu dan mekanisme pengembalian (reimbursement) tarif kepada korporasi spesifik. Namun, Indonesia berada dalam posisi yang berbeda karena telah memiliki perjanjian formal antar-dua negara yang memiliki kekuatan mengikat.

“Bagi Indonesia yang telah menandatangani perjanjian bilateral, proses tetap berjalan sesuai jadwal. Perjanjian tersebut mengamanatkan periode transisi selama 60 hari setelah penandatanganan, di mana masing-masing pihak akan melakukan konsultasi dengan institusi legislatif terkait, yakni Kongres dan Senat di pihak Amerika Serikat, serta DPR RI di pihak Indonesia,” urai Airlangga.

Retensi Skema Tarif 0 Persen untuk Komoditas Strategis

Salah satu pencapaian krusial dalam negosiasi ini adalah upaya Indonesia untuk mempertahankan skema tarif 0 persen bagi komoditas unggulan. Di tengah tren kenaikan tarif global, Indonesia berhasil mengamankan pengecualian untuk produk-produk agrikultur melalui mekanisme Executive Order.

Beberapa sektor yang masuk dalam daftar prioritas tarif 0 persen meliputi:

  • Agrikultur: Khususnya komoditas kopi dan kakao.
  • Industri Manufaktur: Mencakup sektor elektronik dan tekstil.
  • Komoditas Perkebunan: Termasuk Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya.

Airlangga menambahkan bahwa Indonesia secara spesifik meminta agar pengaturan tarif yang sudah diberikan pada angka 0 persen tetap dipertahankan, meskipun terdapat kebijakan tarif umum sebesar 10 persen bagi negara lain.

Hal ini memberikan keunggulan kompetitif bagi produk ekspor Indonesia di pasar Amerika Serikat dibandingkan dengan negara pesaing yang belum memiliki perjanjian serupa.

Baca Juga :

Minum Kopi Tiap Hari? Ini Dampak Kafein ke Tubuh dan Mental Remaja
Program BRI Peduli Beasiswa Pelajar 2025

Diplomasi Prabowo: Dari Potensi Tarif 32% Menuju Realitas 10%

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan perspektif tambahan mengenai efektivitas diplomasi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Sebelum munculnya putusan Supreme Court, diplomasi langsung antara Presiden Prabowo dengan Presiden Amerika Serikat telah berhasil menurunkan ekspektasi tarif dari 32 persen menjadi 19 persen.

Dengan adanya putusan terbaru yang menetapkan tarif sementara sebesar 10 persen selama 150 hari, posisi Indonesia secara matematis justru menjadi lebih menguntungkan dibandingkan skenario awal.

“Dari 19 persen menjadi 10 persen merupakan sebuah perbaikan signifikan bagi struktur biaya ekspor kita. Prinsipnya, Indonesia siap dengan segala kemungkinan. Kami telah melakukan prinsip ‘sedia payung sebelum hujan’,” tegas Seskab Teddy.

Mitigasi Risiko dan Skenario Adaptif

Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan para menteri terkait untuk melakukan studi komprehensif terhadap seluruh risiko yang mungkin timbul dari dinamika hukum di Amerika Serikat. Pemerintah kini tengah menyiapkan berbagai skenario adaptif untuk menjaga kepentingan nasional dalam jangka menengah dan panjang.

Strategi pemerintah saat ini mencakup:

  1. Pemantauan 60 Hari: Mengawal proses konsultasi dengan Kongres AS untuk memastikan ratifikasi berjalan lancar.
  2. Pembedaan Kebijakan: Memastikan otoritas AS menerapkan pembedaan kebijakan (differentiation) antara negara mitra yang sudah menandatangani perjanjian dengan negara non-perjanjian.
  3. Penguatan Rantai Pasok: Mengoptimalkan ekosistem industri elektronik dan tekstil agar dapat memanfaatkan momentum tarif rendah ini secara maksimal.

Manfaat Konkret bagi Stabilitas Ekonomi

Di tengah ketidakpastian ekonomi global tahun 2026, langkah proaktif pemerintah di Washington DC menunjukkan komitmen untuk menjaga daya saing nasional.

Indonesia tidak hanya bersikap reaktif terhadap kebijakan negara besar, tetapi secara aktif menegosiasikan ruang strategis yang menguntungkan ekonomi domestik. Implementasi perjanjian dagang RI–AS ini diharapkan mampu memberikan dampak konkret bagi pertumbuhan ekonomi nasional, stabilitas neraca perdagangan, dan peningkatan kesejahteraan para petani serta pelaku industri di tanah air.

Diplomasi yang terukur dan adaptif menjadi kunci utama Indonesia dalam menavigasi kompleksitas perdagangan internasional masa depan.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:AsPerjanjian DagangRIRI-ASTetap Berjalan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan pers di Washington DC, Amerika Serikat (Sumber : setkab.go.id) Produk Amerika Serikat Tetap Wajib Sertifikasi Halal dan Izin BPOM
Next Article Foto : Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : bgn.go.id) Adaptasi Strategis Program MBG Aceh Selama Ramadan 1447 H
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

19 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

20 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index