INVERSI.ID – Erick Thohir Menpora resmi dilantik menggantikan Dito Ariotedjo dalam Kabinet Presiden Prabowo Subianto. Dalam pidato perdananya usai serah terima jabatan (sertijab), Erick menegaskan bahwa fokus utamanya adalah pembangunan pemuda Indonesia yang jumlahnya sangat besar, mencapai lebih dari 130 juta jiwa. Menurutnya, potensi ini harus diarahkan agar lahir generasi muda yang berani bermimpi, berani berprestasi, dan berani mencintai tanah air.
“Pemuda kita jumlahnya sangat masif. Kalau dihitung hingga usia 40-an, jumlahnya mencapai 131 juta orang. Ini potensi besar yang harus diarahkan menjadi pemuda yang berani bermimpi, berani berprestasi, dan berani mencintai tanah air,” ujar Erick Thohir Menpora dalam pidatonya di Auditorium Kemenpora, Jakarta, Kamis (18/9/2025).
Lebih lanjut, Erick Thohir Menpora menyampaikan bahwa pembangunan pemuda tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian agar program-program pemerintah lebih efisien dan efektif. Kolaborasi ini, menurutnya, merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Fokus Erick Thohir pada Pembangunan Pemuda
Dalam arahannya, Erick menegaskan bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas pemudanya. Dengan jumlah mencapai 131 juta jiwa, generasi muda Indonesia menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global.
“Keterbatasan dana harus disiasati dengan kolaborasi lintas kementerian, misalnya dengan Badan Penerimaan Investasi (BPI) dan Kementerian Sosial. Dengan begitu, program untuk pemuda bisa dijalankan lebih efektif,” jelas Erick.
Menurutnya, pemuda Indonesia harus dipersiapkan bukan hanya dalam bidang akademik, tetapi juga pada aspek kepemimpinan, keterampilan, hingga penguatan nilai kebangsaan. Erick menekankan pentingnya mencetak pemuda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mandiri secara ekonomi, dan tangguh dalam menghadapi dinamika zaman.
Erick Thohir dan Visi Besar Olahraga Indonesia
Selain pembangunan kepemudaan, Erick juga menaruh perhatian besar pada sektor olahraga. Ia menegaskan bahwa olahraga adalah wajah bangsa di mata dunia. Oleh karena itu, setiap atlet Indonesia perlu menanamkan semangat juang maksimal, bukan sekadar mengejar kemenangan.
“Olahraga adalah duta bangsa. Kalah menang itu biasa, tapi benarkah kita kasih 110 persen di setiap pertandingan? Itu yang menentukan harga diri bangsa. Olahraga harus jadi pemersatu, bukan pemecah,” tegas Erick.
Dalam kepemimpinan barunya, Erick menargetkan agar olahraga Indonesia bisa tampil lebih konsisten di kancah internasional. Tidak hanya di cabang olahraga populer seperti sepak bola dan bulu tangkis, tetapi juga pada cabang olahraga lain yang memiliki potensi besar untuk mendulang prestasi.
Dukungan dan Harapan dari Dito Ariotedjo
Sementara itu, Dito Ariotedjo yang resmi melepas jabatan Menpora, menyampaikan apresiasinya terhadap Erick Thohir. Ia mengaku lega digantikan sosok yang sudah berpengalaman luas di dunia olahraga, baik sebagai pengusaha, pengurus organisasi olahraga, maupun menteri sebelumnya.
“Saya didikan tulen Pak Erick di dunia olahraga. Gaya-gayanya mirip, mungkin lebih galak karena beliau orang Lampung, kalau saya orang Solo. Tapi jam terbang tinggi Pak Erick membuat saya yakin olahraga Indonesia akan makin melayang,” kata Dito.
Dito juga menitipkan pesan penting kepada Erick agar cabang olahraga di luar sepak bola mendapat perhatian lebih besar. Selain itu, ia berharap kerja sama solid dengan Wakil Menteri Taufik Hidayat bisa terus berlanjut demi kemajuan olahraga Indonesia secara menyeluruh.
Tantangan Erick Thohir Menpora ke Depan
Meskipun Erick datang dengan segudang pengalaman, tantangan yang dihadapinya tidaklah ringan. Beberapa masalah besar masih menanti, antara lain:
- Pemberdayaan Pemuda Desa
Sebagian besar pemuda Indonesia masih tinggal di pedesaan dengan akses terbatas terhadap pendidikan dan lapangan kerja. Erick dituntut untuk menghadirkan program konkret agar pemuda desa tidak tertinggal. - Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Digital
Generasi muda Indonesia memiliki potensi besar di bidang ekonomi kreatif dan digital. Namun, butuh dukungan pemerintah dalam bentuk pelatihan, akses modal, dan regulasi yang memudahkan. - Peningkatan Prestasi Olahraga Non-Sepak Bola
Indonesia masih terlalu terfokus pada sepak bola. Padahal, banyak cabang olahraga lain yang bisa menjadi sumber medali di ajang internasional. - Penguatan Identitas Nasional Melalui Olahraga
Erick ditantang untuk menjadikan olahraga sebagai perekat bangsa di tengah keberagaman, sekaligus media diplomasi internasional.
Erick Thohir dan Harapan Generasi Muda
Kehadiran Erick Thohir sebagai Menpora membawa harapan baru bagi jutaan pemuda Indonesia. Dengan pengalaman panjang di dunia bisnis, olahraga, hingga politik, Erick dinilai mampu membawa pembaruan.
Generasi muda diharapkan dapat terinspirasi oleh pesan Erick: berani bermimpi, berani berprestasi, dan berani mencintai tanah air. Visi ini bukan hanya sebatas slogan, tetapi perlu diwujudkan dalam program nyata yang menyentuh semua lapisan masyarakat.
Jika Erick berhasil mengintegrasikan kepemudaan dan olahraga sebagai pilar pembangunan bangsa, maka Indonesia akan memiliki generasi muda yang kuat, tangguh, dan siap menghadapi persaingan global.
Perjalanan Erick Thohir sebagai Menpora baru saja dimulai. Namun, arah kebijakan yang ia sampaikan dalam pidato perdananya sudah menunjukkan tekad besar untuk menjadikan pemuda sebagai kekuatan utama bangsa dan olahraga sebagai simbol harga diri Indonesia di mata dunia.
Dengan dukungan lintas kementerian, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, Erick berpeluang besar membawa perubahan signifikan. Harapannya, pemuda Indonesia benar-benar bisa menjadi generasi emas yang mengharumkan nama bangsa, baik di dalam negeri maupun di panggung dunia.