By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Mengenal Profil Lasminingrat, Pelopor Kemajuan Wanita Sunda yang Jadi Google Doodle
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Mengenal Profil Lasminingrat, Pelopor Kemajuan Wanita Sunda yang Jadi Google Doodle

Terkini

Mengenal Profil Lasminingrat, Pelopor Kemajuan Wanita Sunda yang Jadi Google Doodle

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
2 Min Read
SHARE

Mengenal Lasminingrat yang merupakan pelopor kemajuan wanita Sunda menjadi Google Doodle hari ini. Ini profilnya.

Mempunyai nama lengkap Raden Ayu Lasminingrat, dirayakan ulang tahun ke-169 oleh Google Doodle.

Meski sosoknya tidak banyak yang mengetahuinya, tapi sosok Lasminingrat yang lahir pada 1854 di Garut ini merupakan pelopor sastra cetak dan cendikiawan Sunda.

Anak dari pasangan Raden Ayu Ria dan Raden Haji Muhammad Musa, tumbuh dilingkungan keluarga yang terdidik dan moderen. Bahkan, kecerdasan seorang Lasminingrat dapat dikatakan sangat luar biasa.

Saat muda, Lasminingrat dikirim ke sekolah Belanda di Sumedang, dan selama disana, Lasminingrat diasuh oleh Levyson Norman yang merupakan seorang Belanda, teman ayahnya.

Akibatnya, Lasminingrat menjadi mahir berbahasa Belanda dan menulis bahasa tersebut.

Bahkan, Lasminingrat tercatat menjadi sebagai perempuan pribumi pertama yang mahir berbahasa dan menulis bahasa Belanda.

Dengan kemampuan dan kecerdasan yang luar biasa, Lasminingrat mengadaptasi dongeng Eropa ke dalam bahasa Sunda.

Karya-karya hebatnya selain menjadi salah satu buku pelajaran di Garut, bahkan tersebar hingga luar Jawa dan diterjemahkan dalam Bahasa Melayu.

Baca Juga :

434 di Depok Sekolah Unjuk Prestasi dalam Lomba Pendidikan
Biodata dan Profil Kartika Putri, Artis yang Tantang Capres Lomba Ngaji

Tahun 1879, Lasminingrat mulai mendidik anak-anak Indonesia di bawah bimbingan ayahnya. Anak-anak tersebut, diajarkan pendidikan moral dan psikologi oleh Lasminingrat.

Kemudian, pelopor kemajuan wanita Sunda ini juga mendirikan Sekolah Keutamaan Istri pada tahun 1907, dan mengajarkan membaca dan menulis sebagai bagian dari pemberdayaan perempuan.

Memiliki 5 kelas dengan 200 siswa ini, akhirnya diakui oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1911.

Sekolah Keutamaan Istri yang didirikan oleh Lasminingrat seiring berjalannya waktu semakin berkembang dan meluas ke beberapa kota pada 1934.

Sayangnya, perjuangan sebagai pelopor kemajuan wanita Sunda tersebut tidak terlalu diketahui oleh masyarakat.

Lasminingrat masih kalah pamor dengan sejumlah nama, seperti R.A. Kartini.

Bahkan, saat Lasminingrat berjuang tokoh perempuan yang diangkat menjadi Pahlwan Nasional oleh pemerintah belumlah lahir. Sebut saja R.A. Kartini dan Raden Dewi Sartika.

Berkat perjuangan Lasminingrat, Google Doodle merayakan ulang tahunnya ke-169. Tentu saja, Google inginkan para generasi perempuan Indonesia menjadikannya sebagai sebuah inspirasi.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Pasca Gagal Drawing Piala Dunia U-20 di Bali, Beberapa Kota Mengajukan Diri untuk Jadi Pengganti
Next Article Closing Celebration UPH 2025, Merayakan Pencapaian dan Menatap Masa Depan bersama Bernadya
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

20 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

21 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index