BANGKOK
Di tengah ketatnya persaingan SEA Games 2025 di Thailand, Menpora Erick Thohir menekankan ajang dua tahunan ini bukan hanya panggung unjuk prestasi atlet, tetapi juga tes nyata atas keseriusan para ketua umum induk organisasi dalam mengawal pembinaan olahraga nasional.
Menurut Erick, dukungan moral dan kehadiran langsung dari para pimpinan organisasi menjadi faktor penting yang tak bisa digantikan oleh latihan dan persiapan teknis semata. Hal itu diungkapkan kepada para Ketua Umum Pengurus Besar (PB) yang datang langsung ke lokasi pertandingan. Ia menyebut kehadiran mereka di tribune penonton memberi dorongan psikologis besar untuk atlet-atlet Indonesia yang sedang berjuang.
Saat bertemu Ketua Umum Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon—yang hadir menyaksikan perjuangan Ni Kadek Heni Prikasih, Aziz Hidayat Tumakaka, dan Osanando Naufal, Kamis (11/12/2025) di Fashion Island Mall Bangkok
“Terima kasih atas kehadirannya, saya senang bila ketua federasi berkomitmen untuk hadir menjaga para atlet. Jadi ketua cabor itu bukan hanya taruh nama, tapi juga menunjukkan ketuliannya dengan hadir langsung menyemangati atletnya,” ujar Erick.
Lebih jauh, Erick menegaskan bahwa 21 cabang olahraga yang menjadi prioritas Presiden—termasuk taekwondo—tidak hanya dinilai dari raihan medali, tetapi dari komitmen pengurus dalam mendampingi atlet. “Saat ini Menpora bukan hanya akan evaluasi target medali setiap cabor tapi juga mengevaluasi komitmen dari para ketua umum federasi,”* tegasnya.
Erick pun mencontohkan komitmen itu dengan hadir langsung sejak sebelum opening ceremony hingga hari-hari pertandingan, memastikan bahwa para atlet tidak dibiarkan berjuang sendirian.