By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Trump Bangun “Benteng Baru” untuk Turis Dunia, Indonesia Terancam Kena Imbas
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Trump Bangun “Benteng Baru” untuk Turis Dunia, Indonesia Terancam Kena Imbas

TerkiniTravel

Trump Bangun “Benteng Baru” untuk Turis Dunia, Indonesia Terancam Kena Imbas

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
7 months ago
Share
4 Min Read
Ilustrasi - Gedung Putih, Amerika Serikat. (Foto, Antara/Anadolu/py)
SHARE

WASHINGTON, AS
Rencana kebijakan imigrasi terbaru Donald Trump semakin mempertebal kesan Amerika Serikat di bawah kepemimpinannya akan menjadi tujuan wisata yang semakin sulit diakses. Ironisnya, kebijakan hyper-screening itu muncul justru ketika AS bersiap menjadi sorotan dunia karena menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko.

Situasi makin pelik bagi negara-negara yang dianggap berisiko tinggi—termasuk Indonesia yang, berdasarkan Laporan Ancaman DDoS Q3 2025 Cloudflare, menyandang predikat sumber serangan DDoS terbesar di dunia selama dua tahun berturut-turut, dengan lonjakan 31.900% dalam lima tahun terakhir.

Dalam kebijakan yang dikutip BBC, Trump menegaskan, setiap turis yang akan masuk AS akan diwajibkan menyerahkan riwayat media sosial lima tahun, email, serta nomor telepon 10 tahun terakhir. Trump berdalih langkah ini demi keamanan nasional.

“Kami hanya ingin orang-orang datang ke sini dengan aman. Kami menginginkan keselamatan, kami menginginkan keamanan,” ujarnya, dikutip BBC, Jumat (12/12/2025). Ia bahkan tak khawatir jika jumlah turis menurun, menegaskan, “Kami ingin memastikan bahwa kami tidak membiarkan orang yang salah masuk ke negara kami.”

The Guardian mencatat, syarat itu akan diperluas menjadi pengumpulan data biometrik lengkap—dari wajah, sidik jari, DNA, iris mata, tanggal lahir, hingga informasi keluarga dan anak-anak. Aturan ini menyasar warga dari 42 negara bebas visa, termasuk Inggris, Jerman, Jepang, Prancis, Australia, dan lainnya.

Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) memastikan sistem ESTA (sistem elektronik untuk perjalanan turis ke Amerika Serikat) akan diubah untuk mengakomodasi kebijakan yang diajukan DHS tersebut, menyatakan kebijakan ini masih dalam proses masukan publik selama 60 hari. “Ini bukan peraturan final… ini langkah pertama,” kata juru bicara CBP.

Namun kebijakan superketat ini langsung memicu kritik dari banyak pihak. Sophia Cope dari Electronic Frontier Foundation memperingatkan potensi pelanggaran kebebasan sipil, sementara firma imigrasi Fragomen menyoroti risiko meningkatnya waktu tunggu persetujuan ESTA.

Bahkan akun media sosial para pemohon diwajibkan untuk tidak boleh private, sesuai instruksi Departemen Luar Negeri AS. Pejabat senior Departemen Luar Negeri, dikutip BBC, menegaskan, “Warga Amerika mengharapkan pemerintah mereka melakukan segala upaya untuk membuat negara kita lebih aman.”

Di masa Trump, bukan hanya turis yang diawasi — pemohon visa pelajar, pekerja terampil H-1B, hingga jurnalis asing akan diperiksa aktivitas daringnya. Petugas konsulat diperintahkan menolak visa siapa pun yang pernah bekerja sebagai fact-checker atau moderator konten, karena dianggap berpotensi “menyensor” ekspresi yang dilindungi hukum AS. Visa jurnalis pun dipangkas dari lima tahun menjadi hanya delapan bulan. Selain itu, turis dari negara bebas visa juga akan dikenai biaya tambahan US$250.

Baca Juga :

Trump Buka Opsi Pengganti PBB, China Pilih Tetap Dukung Sistem PBB
Harus Waspada! Ini 6 Penyakit yang Disebabkan oleh Sampah

Kebijakan ini memperkuat kekhawatiran lama bahwa AS di era Trump membangun “benteng administratif” terhadap dunia luar, termasuk negara-negara yang dianggap berisiko secara digital. Dengan Indonesia berada di puncak daftar sebagai negara sumber serangan DDoS global, proses masuk ke AS berpotensi menjadi lebih ketat, lebih lama, dan jauh lebih mahal. Kementerian Luar Negeri RI belum memberikan tanggapan atas kebijakan baru tersebut.

Di tengah euforia Piala Dunia 2026 yang seharusnya menarik wisatawan, kebijakan Trump justru bisa menjadi ironi besar: Amerika ingin menerima dunia, tetapi pada saat yang sama ingin menyaringnya lebih ketat dari sebelumnya.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:Donald TrumpHyper screening
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Kepala Badan Keuangan Daerah (BKUD) Kabupaten Semarang Rudibdo, saat penyerahan penghargaan kepada perangkat daerah pengelola pendapatan dan desa/kelurahan tercepat pelunasan PBB P2, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (11/12). (Foto: Humas Pemprov Jateng) PAD Kabupaten Semarang Tembus Rp686 Miliar, Lewati Capaian 2024
Next Article Menpora Ingatkan Ketum PB di SEA Games 2025 untuk Buktikan Komitmen Nyata pada Atlet
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Wisata Indonesia Makin Bergairah, Kunjungan Turis Asing dan Wisnus Kompak Meningkat

3 days ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index