By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Minat Baca Anak Muda Tentang Kedirgantaraan Perlu Didorong, Wamendikdasmen: Ruang Udara Adalah Aset Strategis
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Minat Baca Anak Muda Tentang Kedirgantaraan Perlu Didorong, Wamendikdasmen: Ruang Udara Adalah Aset Strategis

Pendidikan

Minat Baca Anak Muda Tentang Kedirgantaraan Perlu Didorong, Wamendikdasmen: Ruang Udara Adalah Aset Strategis

Jack
By
Jack
11 months ago
Share
6 Min Read
Minat Membaca
SHARE

Minat baca anak muda tentang kedirgantaraan dinilai masih perlu ditumbuhkan agar generasi penerus memahami pentingnya ruang udara sebagai salah satu sumber daya strategis nasional. Penegasan ini disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat saat menghadiri pameran buku karya Chappy Hakim di Gedung Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat, Senin lalu.

Contents
Pentingnya Bahan Bacaan Menarik untuk Meningkatkan Minat Baca Anak MudaData Minat Baca di Indonesia dan TantangannyaMembangun Budaya Baca di Era DigitalMendorong Partisipasi Generasi Muda

Menurut Atip, kedirgantaraan bukan sekadar topik teknis, tetapi juga berkaitan erat dengan aspek politik, ekonomi, hukum, hingga pendidikan. “Pameran ini untuk mengingatkan kembali bahwa salah satu sumber daya nasional yang sangat penting adalah ruang udara. Kita memiliki kedaulatan penuh dan eksklusif di ruang udara. Artinya, kita harus mampu mengoptimalkan dan mempertahankannya demi kepentingan nasional,” ujarnya.

Ia menekankan, pengetahuan kedirgantaraan harus diperkenalkan sejak dini, khususnya kepada anak-anak dan remaja, melalui bahan bacaan yang menarik. Hal ini, menurutnya, akan membantu membentuk generasi yang tidak hanya paham tentang kedaulatan udara, tetapi juga memiliki rasa bangga terhadap identitas bangsa.

Pentingnya Bahan Bacaan Menarik untuk Meningkatkan Minat Baca Anak Muda

Minat baca anak muda akan meningkat jika mereka mendapatkan bahan bacaan yang sesuai minatnya. Atip mencontohkan negara-negara maju seperti Amerika Serikat yang telah mengembangkan “space education” selama puluhan tahun. Pendidikan kedirgantaraan di sana berhasil memupuk rasa bangga nasional sekaligus melahirkan generasi yang siap bersaing di industri dirgantara global.

“Di Indonesia, jika kita ingin menumbuhkan minat baca yang kuat, khususnya di bidang kedirgantaraan, maka kita harus menyediakan buku-buku yang membahasnya secara menarik. Tidak hanya aspek teknis, tetapi juga kaitannya dengan budaya, sejarah, dan inovasi,” tutur Atip.

Pameran buku karya Chappy Hakim, mantan Kepala Staf TNI AU, menurutnya menjadi salah satu langkah konkret untuk menjembatani kebutuhan tersebut. Dengan koleksi buku yang beragam, pembaca muda dapat mengeksplorasi dunia dirgantara dari berbagai sudut pandang.

Data Minat Baca di Indonesia dan Tantangannya

Rendahnya minat baca anak muda di Indonesia diungkapkan Kepala Perpustakaan Nasional RI, Aminudin Aziz. Berdasarkan data yang ia sampaikan, budaya baca masyarakat Indonesia jika diukur dari jumlah jam hanya mencapai 129 jam per tahun, setara lima setengah hari. Rata-rata jumlah buku yang dibaca pun hanya 5,91 buku per tahun.

“Hambatan terbesar adalah minimnya buku yang sesuai dengan minat pembaca. Padahal, saat bacaan yang disediakan benar-benar menarik, minat membaca bisa melonjak drastis. Ada anak-anak di tingkat sekolah dasar yang sanggup menghabiskan 10 buku dalam sehari ketika temanya sesuai minat mereka,” jelas Aminudin.

Ia menambahkan, pameran seperti ini menjadi kesempatan berharga bagi generasi muda untuk mengenal literatur kedirgantaraan lebih dekat. Buku-buku karya Chappy Hakim kini tersedia di Perpustakaan Nasional, baik dalam bentuk fisik maupun digital, sehingga aksesnya lebih luas.

Baca Juga :

Sosok dan Fakta Ferdian Tri Kusuma, Maba Universitas Brawijaya dapat Beasiswa hingga Kontrak Kerja dari Bahlil Lahadalia
5 Love Language Gen Z yang Bikin Hubungan Makin Nyata

Acara pameran menampilkan lebih dari 50 buku bertema kedirgantaraan yang ditulis oleh Chappy Hakim. Koleksi ini meliputi topik sejarah penerbangan Indonesia, peran strategis TNI AU, hingga tantangan industri dirgantara global. Sebagian besar buku telah menjadi koleksi Perpustakaan Nasional dan beberapa di antaranya merupakan donasi langsung dari Chappy Hakim.

“Buku-buku ini bisa diakses oleh siapa saja, baik yang datang langsung ke Perpustakaan Nasional maupun yang membaca melalui platform digital kami,” kata Aminudin.

Pameran ini diharapkan dapat membuka wawasan generasi muda mengenai pentingnya kedaulatan ruang udara, sekaligus menginspirasi mereka untuk terlibat dalam pengembangan kedirgantaraan Indonesia.

Membangun Budaya Baca di Era Digital

Upaya meningkatkan minat baca tidak bisa terlepas dari pemanfaatan teknologi. Platform digital dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan literasi kedirgantaraan, khususnya bagi anak muda yang akrab dengan gawai dan media sosial. Namun, Aminudin mengingatkan perlunya kurasi konten agar informasi yang tersebar benar-benar berkualitas.

Menurutnya, literasi digital dan literasi baca harus berjalan beriringan. Anak muda perlu diarahkan untuk tidak hanya mengonsumsi konten hiburan semata, tetapi juga pengetahuan yang bermanfaat bagi perkembangan wawasan dan keterampilan mereka.

Kedirgantaraan merupakan bidang strategis yang mencakup pertahanan, transportasi, komunikasi, dan ekonomi. Bagi Indonesia, yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, penguasaan teknologi dan pengetahuan dirgantara sangat penting untuk menghubungkan wilayah, mengamankan perbatasan, dan memperkuat daya saing global.

Anak muda yang memahami pentingnya kedirgantaraan akan lebih termotivasi untuk mengembangkan diri di bidang ini, baik melalui pendidikan formal, pelatihan, maupun penelitian. Hal ini pada gilirannya dapat membantu Indonesia mandiri dalam teknologi dirgantara dan mengurangi ketergantungan pada pihak luar.

Mendorong Partisipasi Generasi Muda

Wamendikdasmen Atip menekankan bahwa menumbuhkan minat baca anak muda di bidang kedirgantaraan bukan hanya soal literasi, tetapi juga tentang membangun kesadaran kebangsaan.

“Jika kita ingin mempertahankan kedaulatan ruang udara, kita membutuhkan generasi yang melek pengetahuan dan memiliki rasa bangga terhadap bangsanya,” tegasnya.

Ia berharap pameran buku seperti ini dapat rutin diselenggarakan di berbagai daerah, bekerja sama dengan sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas literasi. Dengan begitu, literatur kedirgantaraan tidak hanya tersimpan di rak-rak perpustakaan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak muda.

Pameran buku kedirgantaraan karya Chappy Hakim di Perpustakaan Nasional RI menjadi momentum penting untuk mengingatkan publik, terutama generasi muda, bahwa ruang udara adalah aset strategis bangsa. Melalui bahan bacaan yang relevan dan menarik, diharapkan minat baca anak muda dapat meningkat, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kedaulatan dirgantara Indonesia.

Kombinasi antara literasi baca, literasi digital, dan pemahaman kedirgantaraan akan menjadi bekal penting bagi Indonesia untuk menjaga kedaulatan sekaligus memajukan industri dirgantaranya.

You Might Also Like

Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional
Program Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Ingatkan Pentingnya Tata Kelola yang Transparan
Prabowo Dukung Kampus IIT dan IIM Berdiri di Indonesia, Perkuat Pendidikan Nasional
Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Syarat Terbarunya
Ini Respons Akademisi Saat Bahlil Tantang Kampus Uji Kebijakan Energi di KSTI 2026
TAGGED:Anak MudaMinat BacaWamendikdasmen
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Body Confidence Remaja di Era Media Sosial, Tantangan Nyata yang Perlu Diatasi
Next Article Jangan Asal Klik, Link Hadiah Palsu Bisa Bikin Kamu Miskin Sekejap!
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Dari Aceh hingga Papua, SMA Unggul Garuda Antar Ratusan Siswa ke Universitas Kelas Dunia

3 weeks ago
Pendidikan

Kabar Baik! 80 Ribu Pelajar SMA/SMK Swasta di Jabar Dapat Bantuan Pendidikan

3 weeks ago
Pendidikan

Pemerintah Resmi Umumkan 307 Siswa Lolos SMA Unggul Garuda Baru Tahun Ajaran 2026/2027

3 weeks ago
Pendidikan

Peluang Kuliah Dalam dan Luar Negeri Makin Terbuka Lewat Portal Beasiswa Baru

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index