By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Movie at the Museum 2025, Siswa Sumbawa Ditantang Suarakan Aksi Iklim Lewat Film Pendek
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Movie at the Museum 2025, Siswa Sumbawa Ditantang Suarakan Aksi Iklim Lewat Film Pendek

Film

Movie at the Museum 2025, Siswa Sumbawa Ditantang Suarakan Aksi Iklim Lewat Film Pendek

Jack
By
Jack
12 months ago
Share
5 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Program publik tahunan Movie at the Museum atau Panto Film Pang Museum kembali hadir dengan nuansa baru yang segar. Berbeda dari biasanya, kegiatan yang umumnya diadakan di Ruang Ekspresi Budaya Museum Bala Datu Ranga (MBDR) kini digelar di Warung Angkringan Ruang Budaya Tomanto, Studio Komunitas Sumbawa Cinema Society (SCS), Minggu (27/7) malam.

Contents
Siswa Sumbawa Menyimak Film dan Diskusi LingkunganBahari on Screen, Panggung Kreatif Generasi MudaSCS Sumbawa Siap Dampingi Calon Filmmaker Muda

Kegiatan Movie at the Museum tahun ini menghadirkan kolaborasi antara Museum Bala Datu Ranga, Museum Bahari Jakarta, dan SCS Sumbawa. Selain menayangkan film-film pendek bertema lingkungan dan budaya bahari, acara ini juga sekaligus menjadi ajang sosialisasi kompetisi film pendek nasional Bahari on Screen (BoS) dengan tema Climate Action atau aksi iklim.

“Dalam edisi kali ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang berbeda sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda Sumbawa untuk belajar dari karya-karya film pelajar terbaik se-Indonesia. Sekaligus, kami memperkenalkan kompetisi film pendek nasional (Movie at the Museum) yang berfokus pada laut, lingkungan, dan perubahan iklim,” jelas Yuli Andari Merdikaningtyas, M.A., Kepala Museum Bala Datu Ranga.

Siswa Sumbawa Menyimak Film dan Diskusi Lingkungan

Acara Movie at the Museum dihadiri para siswa SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Sumbawa. Setiap sekolah mengirimkan maksimal 10 siswa dan satu guru pendamping. Mereka menyaksikan pemutaran film pendek “Menari Seirama Ombak” karya SCS Sumbawa, yang menjadi pembuka malam pemutaran film.

Setelah itu, tiga film pemenang Bahari on Screen 2024 turut ditayangkan, yaitu:

  1. Cangkang
  2. Surat Sayang untuk Mutiara
  3. Kamal, Tara, dan Laut yang Berlalu

Tidak hanya menonton, peserta juga diajak berdiskusi interaktif. Panitia Movie at the Museum menyisipkan sesi tanya jawab seputar tema lingkungan dan proses kreatif pembuatan film, disertai kuis berhadiah yang membuat suasana semakin hidup.

Yuli menegaskan bahwa kegiatan Movie at the Museum ini bukan hanya hiburan, melainkan juga media pembelajaran kreatif.

“Kami ingin para siswa tidak hanya menonton, tapi juga memahami pesan di balik film, serta terinspirasi untuk membuat karya yang menyuarakan kepedulian mereka terhadap lingkungan,” ujarnya.

Bahari on Screen, Panggung Kreatif Generasi Muda

Bahari on Screen (BoS) adalah program kolaborasi antara Museum Bahari dan Indonesian Hidden Heritage Creative Hub (IHHCH) yang bertujuan mendorong generasi muda Indonesia untuk menyampaikan gagasan dan kepedulian mereka terhadap laut dan perubahan iklim melalui film pendek.

Baca Juga :

KPK Tegaskan Status Tahanan Rumah Yaqut Tak Permanen
Pemetaan Talenta IPB University, 40 Persen Mahasiswa Baru Pilih Karier Profesional

Program ini mendukung Sustainable Development Goal (SDG) 13: Climate Action yang mendorong aksi nyata terhadap isu lingkungan. Aryo Bimo Notohadikoesoemo, Koordinator Program BoS, menegaskan pentingnya suara anak muda.

“Kami ingin memberi ruang bagi pelajar di seluruh Indonesia, termasuk di Sumbawa, untuk menyuarakan kepedulian mereka terhadap perubahan iklim. Film adalah medium yang kuat untuk membangun kesadaran publik,” jelasnya.

Kompetisi ini terbuka untuk seluruh pelajar SMA/SMK/MA sederajat di Indonesia, dengan ketentuan:

  • Film orisinal, belum pernah dilombakan, dan diproduksi maksimal satu tahun sebelumnya
  • Durasi film antara 3–5 menit (termasuk kredit)
  • Memiliki surat pernyataan orisinalitas yang ditandatangani guru pendamping
  • Tim boleh lintas sekolah dan lintas daerah

Pendaftaran karya dibuka mulai 12 Februari hingga 15 Oktober 2025, dengan total hadiah Rp 37 juta.

Kriteria penilaian meliputi:

  1. Keutuhan ide dan bentuk film
  2. Teknik pengambilan gambar dan sudut kamera
  3. Estetika visual dan audio
  4. Penyuntingan dan gaya bercerita
  5. Validitas informasi dan narasumber, terutama yang berkaitan dengan sejarah dan budaya bahari

SCS Sumbawa Siap Dampingi Calon Filmmaker Muda

Sebagai mitra lokal program BoS, Museum Bala Datu Ranga dan SCS Sumbawa siap memberikan pendampingan kepada pelajar yang ingin mengikuti kompetisi. Dukungan ini mencakup konsultasi ide cerita, panduan teknis produksi, hingga informasi lengkap mengenai persyaratan lomba.

“Kami akan selalu siap memberikan informasi mengenai syarat, kriteria, dan ketentuan Bahari on Screen, termasuk jika kalian butuh teman ngobrol atau konsultasi ide cerita,” ujar Yuli Andari.

Menurutnya, regenerasi pelaku film muda di daerah harus terus dijaga. Melalui film, siswa dapat menyuarakan pesan lingkungan, mengangkat isu budaya lokal, dan menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap bumi.

Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, program Movie at the Museum dan Bahari on Screen menjadi panggung nyata bagi siswa untuk berkreasi. Bukan hanya menonton, mereka kini bisa menjadi pencipta cerita yang membawa pesan perubahan.

Acara malam itu ditutup dengan refleksi singkat, di mana siswa diajak menuliskan ide cerita singkat bertema lingkungan yang mungkin akan mereka kembangkan menjadi film. Para guru pendamping pun berharap kegiatan seperti ini bisa digelar rutin agar siswa punya lebih banyak wadah untuk belajar dan berkarya.

Dengan langkah kecil dari ruang pemutaran film di Sumbawa, lahir harapan besar, generasi muda yang peduli lingkungan dan siap mengubah dunia lewat karya film.

You Might Also Like

Transformasi Hugh Jackman Jadi Robin Hood Brutal Curi Perhatian, Fans Sampai Tak Mengenalinya
Dari Aceh hingga Papua, SMA Unggul Garuda Antar Ratusan Siswa ke Universitas Kelas Dunia
Pemerintah Resmi Umumkan 307 Siswa Lolos SMA Unggul Garuda Baru Tahun Ajaran 2026/2027
Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa yang Tawuran
Lebih dari 1.000 Pelajar di Jakarta Barat Terima Beasiswa PIP, Dukung Pendidikan Generasi Masa Depan
TAGGED:FilmMovie at the MuseumsiswaSumbawa
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article SMA Avicenna Cinere, Sekolah Berprestasi yang Cetak Pemimpin Masa Depan
Next Article 3 Siswa SMA Indonesia Raih Prestasi di International Mathematical Olympiad 2025
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Film

Prilly Latuconsina Siapkan Program Baru FFI 2026 untuk Cetak Sineas Masa Depan

4 weeks ago
Film

Film Tanah Runtuh Siap Tayang, Sajikan Perjuangan Bertahan Hidup di Tengah Konflik Poso

4 weeks ago
Film

Ario Bayu Ungkap Alasan Morgan Oey dan Nirina Zubir Dipilih Jadi Duta FFI 2026

4 weeks ago
Film

Jakarta Gandeng Netflix, Siap Wujudkan Ambisi Jadi Kota Sinema Asia Tenggara

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index