INVERSI.ID – Kabar membanggakan datang dari dunia atletik Indonesia, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelari muda Mutiara Oktarani Nurul Al Pasha berhasil menyumbang medali untuk Indonesia dalam ajang internasional 85th Singapore Open Track & Field Championship 2025.
Bertanding di nomor Women’s 800 Meter Run Open, Pasha—sapaan akrabnya—berhasil meraih medali perunggu dengan catatan waktu dua menit 14,26 detik. Kejuaraan ini digelar di National Stadium, Singapore Sport Hub, pada Jumat, 25 April 2025.
Pasha bersaing ketat dengan pelari asal Thailand, Benny Nontanam, yang keluar sebagai juara pertama dengan waktu dua menit 10,49 detik. Sementara posisi kedua diraih oleh atlet asal Filipina, Bernalyn Bejoy, yang mencatat waktu dua menit 10,91 detik.
Meski belum berhasil meraih emas, Pasha mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Ia menyebut medali perunggu ini sebagai pencapaian penting dalam kariernya karena merupakan medali internasional pertamanya usai berlaga di PON XXI Aceh-Sumut 2024.
“Saya hanya turun di nomor 800 meter dan ini pertama kalinya bertemu dengan lawan dari Filipina dan Thailand. Sepertinya mereka lebih siap secara latihan,” ujarnya saat diwawancarai pada Selasa, (29/4).
Pasha, atlet asal Margoluwih, Seyegan, Sleman, menyampaikan bahwa dirinya masih belum puas dengan waktu yang dicapai. Ia pun berkomitmen untuk terus meningkatkan performanya.
“Setelah ini saya akan ikut Pelatnas dan bersiap untuk Kejuaraan Nasional sebagai bagian dari seleksi menuju SEA Games. Jadi saya harus lebih giat lagi berlatih,” tegasnya.
Prestasi Pasha tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Sleman, tapi juga menambah semangat baru bagi atlet muda Tanah Air untuk berani bersaing di level internasional.***