By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Awas! Rokok Berperisa Bikin Ketagihan Sejak Dini
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Awas! Rokok Berperisa Bikin Ketagihan Sejak Dini

Kesehatan

Awas! Rokok Berperisa Bikin Ketagihan Sejak Dini

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Yayasan Lentera Anak mengungkapkan bahwa perisa atau varian rasa menjadi salah satu taktik utama industri rokok untuk menarik perhatian anak muda. Strategi ini membuat produk tembakau terlihat lebih menarik dan menyamarkan bahaya yang sebenarnya.

Ketua Yayasan Lentera Anak, Lisda Sundari, mengatakan bahwa taktik tersebut berhasil diterima kalangan remaja. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Yayasan Lentera Anak bersama U-Report pada Juni 2024, sebanyak 46,5 persen remaja mengaku bahwa rasa adalah elemen paling menarik dari rokok dibandingkan harga, merek, atau kemasan.

“Perisa ini menyamarkan rasa pahit dan tidak enak dari rokok. Hal itu membuat anak-anak mudah membangun kebiasaan merokok sejak awal dan akhirnya ingin terus merokok,” ujar Lisda dalam diskusi media yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/4).

Menurutnya, perisa buah adalah yang paling banyak digunakan industri rokok di Indonesia. Penggunaan rasa-rasa buah menimbulkan persepsi seolah rokok tidak berbahaya, karena buah identik dengan kesehatan.

Berdasarkan kajian internal Yayasan Lentera Anak tahun 2024, dari 1.339 produk rokok elektronik yang dianalisis, sekitar 38 persen mengandung perisa buah. Sementara dari 245 rokok konvensional yang dikaji, 33,3 persen di antaranya juga menggunakan rasa buah.

Lisda menegaskan bahwa kehadiran perisa dalam rokok berpotensi menumbuhkan kebiasaan merokok sejak dini dan mengaburkan kesadaran akan bahaya produk tembakau. Jika tidak dikendalikan, jumlah perokok muda akan terus meningkat dan menjadi beban serius bagi sistem kesehatan nasional.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Kerja Pengendalian Penyakit Akibat Tembakau Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Benget Saragih, menyatakan bahwa pemerintah sudah memiliki dasar hukum yang mengatur soal penggunaan perisa pada rokok.

Dalam Pasal 432 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024, disebutkan adanya larangan terhadap bahan tambahan pada produk tembakau, termasuk perisa.

Namun, Benget menekankan bahwa aturan tersebut masih harus diturunkan dalam bentuk keputusan menteri agar bisa segera diterapkan di lapangan. Ia menargetkan keputusan itu bisa rampung dan diberlakukan pada Juni 2025.

Baca Juga :

Wajib Tahu! Ini Dampak ke Indonesia Jika Menolak Timnas Israel di Piala Dunia U-20
Dreifest 2025 SMA Negeri 3 Sidoarjo: Pensi Spektakuler dengan Jaz Hayat sebagai Puncak Acara

“Rasa-rasa itu nanti akan kita atur. Walaupun mungkin akan ada tekanan dari berbagai arah, kita tetap harus tegak lurus. Minimal kita sudah punya aturan soal larangan bahan tambahan,” ujarnya.

Dengan regulasi yang lebih tegas, diharapkan upaya perlindungan terhadap generasi muda dari bahaya rokok dapat semakin efektif dan menyeluruh.***

You Might Also Like

Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas
Daftar 12 Obat Herbal Ilegal Temuan BPOM, Mengandung Bahan Kimia yang Berbahaya bagi Kesehatan
Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pengunjung Jakarta Fair 2026 Bisa Cek Kesehatan Gratis di Booth Kimia Farma Apotek
TAGGED:Rokok Berperisa
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Mutiara Oktarani Pasha Raih Medali Internasional Pertama di Singapore Open 2025
Next Article Sarwendah Hidupkan Kembali Bisnis Daster, Gandeng Richard Lee dan Bidik Pasar Anak Muda
1 Comment
  • Pingback: Jumlah Perokok Anak Muda di Indonesia Tembus 5,9 Juta Orang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil

4 weeks ago
Kesehatan

IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index