Halo Inversi! MTsN 3 Sleman baru saja membuktikan bahwa mereka bukan sekadar sekolah biasa, melainkan Talent Hubpaling hype di Sleman.
Pada Selasa (28/10/2025), kepala madrasah secara resmi menggelar Awarding Day dengan membagikan 22 reward bergengsi kepada siswa-siswi yang sukses meng-gacorkan berbagai kejuaraan, baik di level akademik maupun non-academic sepanjang bulan Oktober 2025.
Momen ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi pernyataan filosofis dari madrasah: bahwa hard work dan dedicationanak muda tidak boleh dianggap remeh.
THE DREAM TEAM MTsN 3 SLEMAN: GLOW UP DI SEMUA LINI
Siapa saja squad yang berhasil flexing prestasi bulan ini? Daftar namanya menunjukkan bahwa MTsN 3 Sleman punya spesialisasi yang merata dari ring matras hingga digital screen.
Di ranah skill fisik, Aura Putry Mahatmajaty memimpin dengan medali perak Taekwondo, sebuah bukti bahwa ketenangan dan kekuatan berjalan seiring. Di lapangan, Elang Setya Hanafi (Pencak Silat) dan Nizam Hafiz Zain(Karate) mengukuhkan dominasi di seni bela diri.
Tak kalah seru, sport tim juga unjuk gigi. Abiyoshi Rahadian Bahi Yulfan dan Hastulingga Prabu Ramazachirmembuktikan bahwa duet bulu tangkis mereka nggak kaleng-kaleng. Sementara itu, Destya Putri Maharani dan Cindy Qurrota Aini melibas lawan di cabang tenis meja.
Dan yang paling ramai, tim Voli putra yang diisi oleh Bayu Arya Setiadi, Muhammad Rafi Putra, Erik Kodilah Rahman, Agil Gilang, Muhammad Fakhri Saputra, dan Hanifa Arifdah Risofyan berhasil membawa pulang medali kolektif, menegaskan pentingnya teamwork dalam meraih glory.
ACADEMIC & CREATIVE CAPITAL
Madrasah Tsanawiyah modern tak hanya fokus pada fisik. Prestasi intelektual dan kreatif juga mendapat sorotan utama. Akbar Rizki Massardi Raharjo menunjukkan keunggulan kognitif dengan meraih juara di Olimpiade IPA. Ini adalah sinyal kuat bahwa generasi MTsN 3 Sleman adalah problem solver yang cerdas dan scientifically literate.
Sementara itu, di ranah seni dan digital, Atta Mewa Virginia dan Raihan Nur Alifianto memamerkan kedalaman budaya lewat cabang kaligrafi.
Di sisi modern, duo Chafiekah Cyntya dan Chafiekah Fatya Sofiana mendefinisikan ulang kreativitas madrasah dengan kemenangan mereka di Cabang Video Kreatif. Terakhir, Meisya Kusuma Putri merayakan keindahan lokal lewat Cabang Tari, menyelaraskan tradisi dan prestasi.
PESAN KEPALA MADRASAH: PERFORMANCE OVER PROMISE
Kepala MTsN 3 Sleman, Suwardi, S.S., M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa pemberian reward ini adalah validasi resmi dari madrasah.
“Apresiasi ini adalah acknowledgement atas blood, sweat, and tears kalian. Kalian telah membuktikan bahwa potensi itu harus dimanifestasikan dalam performance nyata,” tegas Kamad Suwardi, dengan nada yang sarat motivasi.
Beliau juga menegaskan komitmen madrasah untuk terus memfasilitasi dan mendukung ekosistem kompetitif yang sehat. Di era di mana digital noise sering mengalahkan kerja keras, madrasah ingin memastikan bahwa siswa memiliki platform yang stabil untuk grow dan compete.
“Pemberian reward ini bukan titik akhir, tapi pemicu motivasi tambahan. Saya harap ini menjadi challenge bagi seluruh siswa untuk terus berkarya, berani ambil risiko, dan level up prestasi kalian di kancah yang lebih tinggi, baik di level provinsi hingga nasional. Jadilah Pioneer di bidang kalian masing-masing,” pungkasnya.
Komitmen MTsN 3 Sleman ini membuktikan bahwa madrasah adalah tempat di mana skill fisik, kecerdasan akademis, dan kreativitas digital dapat tumbuh subur bersama. Sebanyak 22 Champion telah lahir, dan the journey continues.