JAKARTA – Hasil undian fase grup AFF U-17 Championship menghadirkan drama besar bagi Tim Indonesia U-17. Skuad Garuda Muda dipastikan berada satu grup dengan rival klasik Malaysia U-17, kekuatan Asia Tenggara Vietnam U-17, serta Timor-Leste U-17.
Turnamen kelompok umur paling bergengsi di Asia Tenggara itu rencananya digelar di Jawa Timur, tepatnya di Sidoarjo dan Gresik, 11-23 April 2026
Bagi Indonesia, hasil undian ini langsung menghadirkan duel yang selalu dinanti publik, laga panas melawan Malaysia.
Exco PSSI Mohamad menyambut hasil undian tersebut dengan optimistis, sekaligus menyoroti tingginya antusiasme publik terhadap duel klasik dua negara serumpun itu.
“Ya, hasil drawing kita syukuri. Kita dapat musuh bebuyutan kita juga, Malaysia. Pasti penonton juga excited menunggu kita lawan Malaysia,” ujar Mohamad usai undian yang dilakukan di Jakarta.
Selain Malaysia, Indonesia juga harus menghadapi Vietnam yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan kuat di level usia muda Asia Tenggara. Meski demikian, target tim tetap jelas, lolos ke fase berikutnya.
“Kalau targetnya sendiri pasti kita lolos ke fase selanjutnya. Ini juga bagian dari persiapan Timnas U-17 sebelum mengikuti Piala Asia di Saudi awal Mei nanti. Harapan kita tentu bisa kembali lolos ke Piala Dunia di Qatar,” kata Mohamad.
Pelatih tim Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menegaskan timnya tidak akan memilih-milih lawan di turnamen ini. Menurutnya, pada level kelompok umur, kekuatan tim sangat dinamis karena komposisi pemain selalu berubah setiap tahun.
“Mengenai hasil drawing tentunya kita siap. Kita tidak pilih-pilih lawan karena di kelompok umur ini tiap tahun umurnya beda. Kita tidak bisa bilang tim ini lebih kuat atau lebih lemah,” kata Kurniawan.
Ia bahkan mencontohkan kejutan yang sering terjadi di level usia muda. “Buktinya Myanmar tahun ini bisa lolos Piala Asia. Jadi yang pasti kita mempersiapkan tim agar siap bertanding dan mohon doa dari semua untuk Piala AFF ini karena menjadi persiapan awal sebelum menuju Piala Asia,” ujarnya.
Bagi tim pelatih, turnamen ini bukan sekadar mengejar hasil, tetapi juga membentuk mentalitas pemain muda.
Kurniawan menegaskan bahwa seluruh pertandingan harus dianggap sama pentingnya oleh para pemain.“Yang kami tekankan ke pemain bahwa kita tidak bisa memilih pertandingan mana yang lebih penting. Semua sama pentingnya. Di usia tumbuh kembang ini kita mencoba mendorong mereka agar selalu punya winning mentality,” jelasnya.
Dalam upaya memperkuat skuad, tim pelatih juga berencana memanggil tiga pemain diaspora yang saat ini bermain di luar negeri.
Para pemain tersebut berasal dari Inggris, Australa, dan Selandia Baru. “Mulai minggu depan kita akan mengundang tiga pemain diaspora. Lagi komunikasi karena ada yang dari UK terkait tiket perjalanan. Mudah-mudahan mereka bisa menunjukkan performa sesuai ekspektasi,” kata Kurniawan.
Ia menegaskan para pemain diaspora memiliki hak yang sama untuk memperkuat tim nasional selama memiliki paspor Indonesia dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan tim. “Siapapun itu kalau punya kualitas dan sesuai dengan game plan kita, mereka berhak memperkuat timnas,” ujarnya.
Pembagian Grup ASEAN U17 Championship 2026
Grup A Indonesia, Vietnam, Malaysia, Timor Leste
Grup B Thailand, Laos, Myanmar, Filipina
Grup C Australia, Kamboja, Singapura, Brunei Darussalam