INVERSI.ID – Solo International Performing Arts (SIPA 2025) kembali hadir dengan semangat baru dalam menyapa masyarakat, khususnya generasi muda Surakarta. Dengan misi memperkenalkan dan melestarikan budaya Indonesia melalui kreativitas dan seni pertunjukan, SIPA 2025 resmi menunjuk Patricia Arstuti Pramesti Putri sebagai duta atau ambassador mereka. Penunjukan ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa, 5 Agustus 2025.
Sebagai duta SIPA 2025, Patricia Arstuti Pramesti Putri diharapkan mampu membawa semangat baru dalam menggaungkan misi SIPA kepada anak-anak muda, terutama di era digital yang terus berkembang pesat. Patricia dikenal sebagai figur inspiratif yang aktif di media sosial dan dikenal luas karena kepeduliannya terhadap budaya lokal, seperti kebaya dan tradisi Indonesia lainnya. Hal ini sejalan dengan misi SIPA untuk menjadi jembatan antara kebudayaan Indonesia dan generasi muda.
Dalam konferensi pers tersebut, Patricia menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya peran anak muda dalam menjaga warisan budaya bangsa.
“Di tengah dinamika ruang yang serba cepat seperti saat ini, SIPA 2025 hadir sebagai jembatan penting antara generasi muda dan kebudayaan Indonesia. Saya merasa sangat terhormat dan bersemangat untuk menjadi bagian dari gerakan ini,” ujar Patricia yang akrab disapa Asti.
Lulusan UGM dan Aktif di Media Sosial
Asti, kelahiran 2 September 2001, merupakan lulusan Program Internasional Ilmu Komunikasi dari Universitas Gadjah Mada. Dengan latar belakang akademik yang kuat dan pengalaman di dunia digital, ia kini aktif dalam berbagai proyek produksi konten serta pengembangan media sosial. Melalui akun Instagram-nya yang telah diikuti lebih dari 77 ribu orang, Asti kerap membagikan konten edukatif dan inspiratif seputar budaya Indonesia.
Keterlibatan Patricia sebagai ambassador SIPA 2025 diharapkan mampu mendorong anak muda untuk lebih mengenal, mencintai, dan melestarikan kebudayaan Indonesia. Ia juga menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dan digitalisasi bisa dimanfaatkan untuk memperkuat identitas budaya bangsa.
Direktur SIPA, Dr. R.Ay. Irawati Kusumorasri, M.Sn., menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan dari berbagai pihak terhadap terselenggaranya SIPA 2025. Ia menyebutkan bahwa tahun ini, SIPA kembali menjadi bagian dari event unggulan nasional yang dipromosikan langsung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
“Tahun ini, SIPA mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata serta masuk dalam kalender Karisma Nusantara. Ini menunjukkan pengakuan bahwa SIPA adalah event internasional yang memiliki daya tarik wisata dan budaya yang kuat,” ujar Irawati.
SIPA 2025 akan diselenggarakan di Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo, mulai tanggal 4 hingga 6 September 2025. Dengan mengusung tema “Nifty, Artful & Visionary”, SIPA menampilkan semangat anak muda yang penuh kreativitas, estetika, dan visi masa depan. Tema ini juga merefleksikan keberagaman bentuk seni pertunjukan yang akan ditampilkan selama tiga hari penyelenggaraan.
Siti Khotimah, S.Sos., M.M., selaku Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Surakarta (Disbudpar) yang mewakili Kepala Disbudpar, menyoroti kontribusi besar SIPA bagi pariwisata dan perekonomian lokal. Ia menyebutkan bahwa setiap tahunnya, SIPA mendatangkan seniman dari berbagai daerah dan luar negeri yang secara langsung memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan, kuliner, dan UMKM di Solo.
“Perjalanan SIPA yang sudah memasuki tahun ke-17 ini menunjukkan dampak yang luar biasa, terutama dalam menggandeng anak-anak muda. Bahkan, mayoritas panitia pelaksana merupakan generasi muda yang penuh semangat. Ini selaras dengan arahan Bapak Wali Kota agar setiap event selalu melibatkan generasi muda,” ujarnya.
Agenda SIPA 2025 mencakup berbagai kegiatan menarik, seperti welcoming dinner, SIPA Urban Market, mini stage seniman lokal dari Solo Raya, SIPA MART, serta pertunjukan seni dari para pelaku budaya lokal dan internasional. Semua kegiatan ini dikemas dengan sentuhan kreatif yang memikat generasi muda.
Dengan ajang ini, pemerintah berharap dapat memperkuat ekosistem riset dan teknologi untuk menjawab tantangan masa depan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri diharapkan mampu melahirkan inovasi strategis yang berdampak luas bagi kesejahteraan rakyat.
Selain itu, acara seperti ini juga membuka peluang kolaborasi internasional dan menjadi ajang unjuk gigi anak bangsa di kancah global. Percepatan transformasi berbasis teknologi akan menjadi kunci dalam menghadapi dinamika geopolitik dan tantangan zaman. Maka dari itu, keberlanjutan acara seperti KSTI patut menjadi agenda tahunan yang diperkuat dan diperluas skalanya.***