Halo Inversi! Depok kembali membuktikan bahwa generasi mudanya bukan kaleng-kaleng. Tiga pelajar dari Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nurul Fikri sukses membawa nama Indonesia bersinar di panggung internasional lewat ajang International Creativity and Innovation Award (ICIA) 2025 yang digelar di Ho Chi Minh City, Vietnam.
Dalam kompetisi bergengsi tingkat dunia itu, mereka menorehkan prestasi gemilang di kategori Innovation Challenge, sebuah ajang yang menuntut ide kreatif, kemampuan problem solving, dan inovasi nyata dari peserta muda seluruh dunia.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pendidikan (Disdik) memberikan penghargaan khusus kepada ketiga siswa hebat ini. P
enghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, didampingi Komandan Kodim 0508/Depok, sesaat setelah upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 yang berlangsung di Lapangan SMP Negeri 2 Depok, Kecamatan Pancoran Mas.
Dari Kelas ke Dunia: Bukti Bahwa Inovasi Nggak Kenal Umur
Prestasi ini bukan sekadar soal kemenangan, tapi juga jadi bukti bahwa anak-anak muda Depok punya potensi luar biasa untuk bersaing di kancah global. Di usia yang masih duduk di bangku SD, mereka sudah bisa menunjukkan kemampuan berpikir kreatif dan inovatif dua skill penting yang jadi kunci sukses di masa depan.
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa penghargaan ini adalah bentuk apresiasi nyata dari pemerintah terhadap semangat belajar dan daya juang para pelajar muda.
“Anak-anak ini membuktikan bahwa semangat, ide, dan kerja keras bisa membawa nama baik Depok hingga tingkat dunia. Kita sangat bangga dan berharap prestasi mereka bisa menginspirasi pelajar lain,” ujarnya dengan bangga.
Pemkot Depok Dorong Ruang Kreativitas Anak Muda
Chandra juga menambahkan bahwa Pemkot Depok akan terus berupaya menciptakan ruang kreatif yang lebih luas bagi pelajar, baik melalui lomba, pelatihan, maupun kerja sama dengan lembaga pendidikan.
“Kita ingin Depok jadi kota yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kaya akan inovasi dan kreativitas anak mudanya,” tambahnya.
Langkah ini sejalan dengan visi Depok sebagai “Kota Layak Anak” yang mendorong pengembangan potensi sejak dini, termasuk di bidang teknologi, sains, dan kreativitas sosial.
Keberhasilan para pelajar SDIT Nurul Fikri ini menjadi simbol bahwa semangat belajar nggak boleh berhenti di ruang kelas. Dunia digital yang terus berkembang menuntut generasi muda untuk berani berpikir di luar kebiasaan, berinovasi, dan mencari solusi untuk masalah nyata di sekitarnya.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah, guru, dan orang tua, Depok membuktikan bahwa kota ini bisa jadi lumbung prestasi bagi anak muda kreatif Indonesia. “Kita harus terus mendorong semangat belajar, karena masa depan bangsa ada di tangan generasi muda yang mau terus berkembang,” tutup Chandra dengan penuh optimisme.
Dari ajang internasional di Vietnam hingga panggung penghargaan di Depok, perjalanan tiga pelajar hebat ini menunjukkan satu hal penting: usia muda bukan halangan untuk berprestasi besar. Dengan tekad, kerja keras, dan dukungan lingkungan, siapa pun bisa jadi inspirasi bagi Indonesia.
Depok patut berbangga karena dari kota ini, lahir generasi muda yang bukan hanya cerdas, tapi juga berani menciptakan perubahan positif untuk dunia.