Halo Inversi! Siapa bilang anak SMA nggak bisa go international? Buktinya, Alexsandro Alvino, pelajar kelas 12 dari SMA Metta Maitreya Riau, berhasil mencetak prestasi langka yang bikin kagum dunia.
Ia tercatat sebagai orang Indonesia pertama yang mendapat penghargaan kategori P1 (kritikal) dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) lewat Vulnerability Disclosure Program (VDP) ajang bergengsi di bidang keamanan siber dunia.
Yang bikin makin keren, prestasi ini diraih Alex saat sedang magang di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), tepatnya di UPT Sistem Informasi & Pangkalan Data (TIPD) selama empat bulan.
“Saya pernah ikut lomba di tingkat nasional, tapi saya ingin menantang diri ke level internasional. Dengan dukungan teman-teman di dunia IT, akhirnya saya berani mencoba dan hasilnya tidak sia-sia,” ujar Alex saat ditemui di Kampus UMRI.
Dalam ajang itu, Alex berhasil menemukan celah keamanan penting di sistem NASA, sehingga namanya kini resmi tercatat di platform Crowd Stream daftar bergengsi yang diisi para pakar keamanan siber dari seluruh dunia.
“Saya sempat mencari apakah ada orang Indonesia yang berhasil meraih P1 di website NASA, tapi belum menemukan. Ternyata saya yang pertama. Rasanya luar biasa,” kata Alex sambil tersenyum bangga.
Magang di UMRI: Belajar, Berkarya, dan Berkontribusi
Selama magang di UMRI, Alex tidak hanya belajar teori, tapi juga terjun langsung memperkuat sistem keamanan jaringan kampus. Ia dibimbing langsung oleh Kepala UPT TIPD UMRI, Evans Fuad, S.Kom., M.Eng., Ph.D., yang mengaku kagum dengan kemampuan dan semangat belajar Alex.
“Alex tidak hanya magang, tapi benar-benar menerapkan ilmunya di dunia nyata. Ia cepat beradaptasi dan berani menghadapi tantangan. Kontribusinya memberi nilai tambah besar bagi tim kami,” ujar Evans.
Evans menambahkan, capaian Alex menjadi bukti bahwa pelajar SMA pun bisa berkontribusi nyata di bidang teknologi global, asalkan memiliki passion dan semangat eksplorasi tinggi.
“Semoga pengalaman di TIPD UMRI bisa menginspirasi pelajar lain untuk terus berkembang dan membawa energi positif di dunia digital,” tambahnya.
Kampus Islami, Toleransi Tinggi
Menariknya, Alex yang berasal dari latar belakang berbeda justru merasa sangat diterima dan nyaman di UMRI, yang dikenal sebagai kampus Islam dengan atmosfer inklusif.
“Saya merasa diterima dengan sangat baik. Semua orang di sini ramah dan tidak membeda-bedakan. UMRI benar-benar kampus yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi,” ungkapnya.
Lingkungan sosial yang terbuka ini menjadi salah satu pengalaman berharga bagi Alex selama menjalani program magangnya. Selain mengasah keterampilan teknis, ia juga belajar tentang nilai-nilai keberagaman dan empati, dua hal penting dalam membangun masa depan digital yang beretika dan manusiawi.
Kisah Alex adalah contoh nyata bahwa usia muda bukan batas untuk berprestasi besar. Dengan semangat eksplorasi, kerja keras, dan keinginan untuk terus belajar, pelajar Riau ini telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional bahkan di ranah sebesar NASA.
“Saya ingin terus belajar, dan semoga apa yang saya capai ini bisa memotivasi teman-teman lain untuk tidak takut mencoba hal baru,” tutup Alex dengan senyum optimis.
Dengan talenta muda seperti Alex, masa depan dunia teknologi Indonesia tampak semakin cerah penuh ide, inovasi, dan inspirasi!