Inversi. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan melalui peluncuran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026 dan program Beasiswa Online Scholarship Competition (OSC). Inisiatif ini merupakan upaya strategis untuk mencetak generasi muda yang mumpuni secara moral dan intelektual.
Pendidikan tinggi merupakan hak fundamental dan prasyarat utama bagi kemajuan individu maupun kolektif. Dalam konteks Indonesia yang dinamis dan berhadapan dengan tantangan global, peran perguruan tinggi tidak lagi terbatas pada proses ajar-mengajar, melainkan sebagai katalisator pembentukan karakter dan inkubator inovasi. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka, menunjukkan keseriusannya dalam peran tersebut.
Peluncuran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2026 yang dikemas dalam acara Grand Opening PMB 2026, bertepatan dengan Roadshow Beasiswa Online Scholarship Competition (OSC) pada Senin, 10 November 2025, di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, menjadi penanda dimulainya perjalanan akademik bagi ribuan calon mahasiswa.
Memutus Batas Akses dengan Beasiswa OSC
Program Beasiswa OSC, yang telah berlangsung sejak tahun 2015, merupakan inisiatif luar biasa yang bertujuan mendemokratisasi akses ke jenjang pendidikan tinggi. Beasiswa ini memberikan kesempatan berharga bagi generasi muda berprestasi di seluruh penjuru Indonesia untuk mengenyam pendidikan tinggi secara cuma-cuma. Keterlibatan UMS sebagai mitra perguruan tinggi dalam penyelenggaraan OSC untuk kali kedua ini menegaskan visi universitas yang inklusif dan berkelanjutan.
Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., selaku Rektor UMS, menyampaikan bahwa komitmen universitas adalah untuk terus mencetak generasi yang unggul tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kematangan moral (akhlakul karimah).
“UMS tidak hanya memiliki program studi (prodi) yang terbanyak, tetapi juga yang terlengkap dan berperingkat akreditasi unggul (excellent) terbanyak di antara perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya. Dalam konteks perkembangan zaman yang pesat ini, UMS selalu beradaptasi dengan menggunakan pendekatan adaptasi moderasi,” ungkap Prof. Harun.
Konsep “adaptasi moderasi” ini mencerminkan keseimbangan antara perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) modern dengan penanaman nilai-nilai keislaman. Hal ini sejalan dengan komitmen UMS untuk mengembangkan pendidikan yang berbasis nilai keislaman sekaligus berwawasan global.
Pengembangan Program Studi untuk Masa Depan
Dinamika kebutuhan pasar kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan menuntut institusi pendidikan untuk senantiasa adaptif. Menjawab tantangan tersebut, Rektor UMS menambahkan bahwa saat ini universitas sedang dalam proses penambahan 23 program studi baru, yang akan melengkapi total 101 prodi yang dimiliki UMS.
Penyediaan program studi yang lengkap ini merefleksikan komitmen UMS sebagai pusat pendidikan dan pengembangan IPTEK yang Islami, Mencerahkan, Unggul, Mendunia, dan Sustainable. Penambahan prodi ini diyakini akan menjadi saluran efektif untuk melahirkan insan-insan yang tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga berkarakter kuat, mandiri, dan berjiwa pemimpin.
Sinergi Pendidikan, Masyarakat, dan Media
Pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan, komunitas, dan media juga turut diangkat dalam acara tersebut. Agung Wijayanto, S.Pd., M.Pd., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi dan kontribusi UMS dalam peningkatan mutu pendidikan di Surakarta.
Menurut Agung, sinergi yang terjalin antara UMS dan Media Group melalui OSC adalah langkah strategis untuk memperkuat karakter generasi muda di era digital.
“Melalui kolaborasi ini, kita membuka peluang bagi generasi berprestasi agar dapat berperan aktif dalam pendidikan dan menyebarkan informasi positif di tengah perkembangan teknologi. Ini sejalan dengan empat pilar pendidikan yang dipelopori oleh Nyai Ahmad Dahlan, yaitu: keluarga, sekolah, masyarakat, dan media,” jelasnya.
Sinergi tersebut menegaskan bahwa upaya mencetak intelektual unggul adalah tugas kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dengan menyediakan 38 kuota beasiswa penuh jenjang S1 di UMS melalui OSC tahun ini, UMS secara langsung membuka pintu kesempatan emas bagi ratusan siswa SMA/SMK dari Solo Raya dan sekitarnya yang menghadiri acara meriah tersebut.
Apresiasi dan Gerakan Hijau Kampus
Acara Grand Opening PMB dan Roadshow Beasiswa OSC dibuka secara simbolis dengan penerbangan pesawat mini bertuliskan “Future Starts Here” oleh Rektor UMS, sebuah metafora inspiratif yang mengisyaratkan bahwa masa depan dimulai dari keputusan yang diambil di bangku sekolah.
Lebih dari itu, UMS juga memberikan apresiasi dengan menyerahkan satu unit sepeda listrik kepada 10 SMA/SMK yang tercatat sebagai pendaftar terbanyak di UMS. Langkah ini merupakan tindakan nyata kampus dalam mendukung gerakan ramah lingkungan dan pengurangan emisi karbon.
Sekolah-sekolah penerima apresiasi tersebut, termasuk SMA ABBS Surakarta, SMA Muhammadiyah 1 Surakarta, dan SMAN 1 Sragen, menunjukkan bahwa minat dan kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan UMS sangat tinggi. Inisiatif UMS dalam membuka akses pendidikan seluas-luasnya, melalui beasiswa dan pengembangan program studi yang visioner, adalah sebuah pesan inspiratif bagi generasi muda: bahwasanya pendidikan berkualitas adalah investasi terbaik.
Keputusan untuk meraih pendidikan tinggi di UMS bukan hanya sekadar memilih kampus, melainkan memilih jalan untuk menjadi bagian dari solusi masa depan bangsa yang Islami, Mencerahkan, Unggul, dan Mendunia.