By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Bertemu Dengan Para Kiai di Malang, Prabowo Subianto: Jangan Terlalu Lugu dengan Orang Asing
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Bertemu Dengan Para Kiai di Malang, Prabowo Subianto: Jangan Terlalu Lugu dengan Orang Asing

Terkini

Bertemu Dengan Para Kiai di Malang, Prabowo Subianto: Jangan Terlalu Lugu dengan Orang Asing

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
2 Min Read
SHARE

Inversi.id – Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto minta rakyat Indonesia agar tidak membenci orang asing, namun ia juga memiliki agar jangan terlalu lugu. 

Hal ini disampaikan Prabowo saat bertemu dengan kiai kampung se-Indonesia di Malang, Jawa Timur pada Sabtu (18/11/2023).

“Kita mengalami ratusan tahun kita dijajah oleh orang asing. Ratusan tahun dan kita tahu dari sejarah kita paham, kita mengerti bahwa kekayaan kita terus diambil. Bukan kita yang ke Eropa, orang Eropa yang ke sini,” kata Prabowo.

“Mereka datang waktu itu mereka cari kekayaan kita, rempah-rempah kita, karet kita, minyak kita semua. Dan mereka memperlakukan kita sebagai makhluk yang rendah,” sambungnya.

Ia pun mencontohkan pengalaman pribadinya melihat diskriminasi dari warga negara asing. Saat itu di tahun 1978, ia melihat sebuah prasasti yang bertuliskan warga asli Indonesia dilarang masuk.

Baca juga: Bertemu Pendukung di Jambi, Gibran: Jalan Tol Trans Sumatera Terus Dilanjutkan

“Saya masih lihat, Letnan Satu Prabowo Subianto tahun 78 komandan kompi 112, prasasti verboden voor honden en inlanders. Dilarang untuk anjing dan pribumi. Jadi kita dianggap lebih rendah oleh anjing,” ujar Prabowo.

Selain persoalan diskriminasi, Prabowo turut menyinggung upaya adu domba yang kerap dilakukan bangsa asing. Hal itu telah dilakukan sejak zaman penjajahan dari VOC.

Meski begitu Prabowo mengaku tidak mengajarkan rakyat Indonesia untuk membenci bangsa asing. Dia hanya meminta masyarakat untuk tidak lugu agar tidak mudah diperdaya.

Baca Juga :

Soal Tenda Haji RI Overload, DPR RI: Pemerintah Harus Mendikte
PPATK Bongkar Modus Jual-Beli Rekening Judi Online, Menyasar Warga Kampung

“Bukannya saya ingin ajarkan kita benci orang asing, tidak. Saya tidak mengajak kita benci siapapun, saya tidak mengajak kita benci orang barat, tidak. Tapi kita jangan terlalu lugu, jangan terlalu bodoh. Karena kita nih terlalu ramah kadang-kadang. Ini budaya kita nih ramah,” pungkas Prabowo.

You Might Also Like

Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup
LRT Velodrome–Manggarai Segera Beroperasi, Tapi Siapkah Manggarai Tampung Lonjakan Penumpang
PT Timah Bantu Bangun Sumur Bor, SMPN 3 Simpang Katis Segera Nikmati Akses Air Bersih
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Batal Isi Kuliah Umum di UGM, Anies Baswedan: Harusnya Kampus Netral
Next Article Cek Promotor Konser Coldplay yang Kena Kritik Penonton
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

2 days ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

4 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index