By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Potensi AHY Masuk Kabinet Prabowo hingga Ketakutan Jokowi di Ujung Masa Jabatan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Potensi AHY Masuk Kabinet Prabowo hingga Ketakutan Jokowi di Ujung Masa Jabatan

Terkini

Potensi AHY Masuk Kabinet Prabowo hingga Ketakutan Jokowi di Ujung Masa Jabatan

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
5 Min Read
SHARE

Ketakutan Jokowi di Ujung Masa Jabatan

Jelang berakhirnya masa jabatan sebagai Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) sempat menyatakan ketakutannya terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Salah satu kekhawatiran tersebut adalah peredaran uang yang semakin kering di tengah tren pertumbuhan ekonomi RI sekitar 5%.

Jokowi menilai persoalan ini muncul karena Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI) menerbitkan terlalu banyak instrumen keuangan, seperti Surat Berharga Negara (SBN), Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), dan Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI).

“Jangan semuanya ramai membeli yang tadi saya sampaikan ke BI maupun SBN meski boleh-boleh saja tapi agar sektor riil bisa kelihatan lebih baik dari tahun yang lalu,” ujar Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di Kantor Pusat BI, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga: Profil dan Biodata Gelandang Persib Levy Clement Madinda Fokus Menang di Kandang

Data BI menunjukkan bahwa posisi M2 pada Desember 2023 tercatat sebesar Rp 8.824,7 triliun atau tumbuh 3,5% yoy. Pertumbuhan ini jauh berbeda dengan kondisi pada September yang masih mencapai angka 6% yoy.

Salah satu faktor penyebabnya adalah pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Per Desember 2023, DPK hanya tumbuh 3,8% yoy menjadi Rp 8.234,2 triliun, sedangkan kredit naik 10,38% yoy menjadi Rp 7.044,8 triliun.

Meskipun pertumbuhan DPK sudah lebih tinggi dibandingkan dengan November 2023 (3,04%) dan Oktober 2023 (3,43%), namun jika dilihat dari posisi per Desember atau akhir tahun, pertumbuhan tersebut adalah yang terendah dalam 24 tahun terakhir.

Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa likuiditas perbankan masih cukup kuat untuk mendorong pertumbuhan kredit.

“Likuiditas perbankan lebih dari cukup,” katanya.

Baca Juga :

Tompi Hadirkan BEYOUTIFUL SYMPHONY FESTIVAL, Ajang Musik dan Gaya Hidup Sehat Anak Muda
MATSAMA 2025! Gerbang Awal Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Menuju Prestasi dan Integritas

Dia memastikan bahwa kebijakan likuiditas yang longgar akan terus dijalankan pada tahun 2024 untuk memastikan kelancaran penyaluran kredit dan pembiayaan.

Baca Juga: Biodata dan Profil Hasan Nasbi, Pendiri Lembaga Survei Cyrus Network

Perry juga mengingatkan bahwa likuiditas yang berlebihan sebaiknya tidak hanya digunakan untuk membeli dan menyimpan surat berharga negara (SBN).

“Kami pastikan likuiditas lebih dari cukup sepanjang perbankan juga mau merepokan SBN yang dimiliki tidak dikekepin,” kata Perry.

Previous Page12

You Might Also Like

Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut
Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah
Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Rekam Jejak Atalia Praratya, Dosen yang Siap Melenggang ke Senayan
Next Article Fakta-Fakta Istri Jadi Korban KDRT Suami di Batam, Gara-Gara Tak Terima Pilih Prabowo-Gibran
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Terkini

Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis

5 days ago
EkonomiTerkini

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

5 days ago
Terkini

Arus Kendaraan di Tol MBZ Tembus 48 Ribu Saat Long Weekend Idul Adha

7 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index