By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Presiden Turki Sebut Benjamin Netanyahu akan Diadili Sebagai Penjahat Perang dan Penjagal Gaza
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Presiden Turki Sebut Benjamin Netanyahu akan Diadili Sebagai Penjahat Perang dan Penjagal Gaza

Terkini

Presiden Turki Sebut Benjamin Netanyahu akan Diadili Sebagai Penjahat Perang dan Penjagal Gaza

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

Inversi.id – Presiden Turki, Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada akhirnya akan diadili sebagai penjahat perang atas serangan Israel di Jalur Gaza. 

Presiden yang sering dipanggil Erdogan itu juga mengecam negara-negara Barat yang mendukung Israel.

Turki, yang mendukung solusi dua-negara dalam konflik yang telah berlangsung puluhan tahun tersebut, telah mengkritik tajam Israel atas operasi mereka di Gaza, yang diluncurkan sebagai tanggapan atas amukan kelompok militan Hamas pada 7 Oktober.

Lebih dari 15.500 orang telah terbunuh akibat serangan udara dan darat yang dilancarkan pasukan Israel, menurut kementerian kesehatan Gaza.

Dalam pidatonya pada pertemuan komite Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul pada Senin (4/12/2023, Erdogan mengatakan negara-negara Barat yang mendukung Israel berarti memberikan dukungan tanpa syarat untuk membunuhi bayi serta terlibat dalam kejahatannya.

“Selain menjadi penjahat perang, Netanyahu, yang saat ini menjadi penjagal Gaza, akan diadili sebagai penjagal Gaza, sama seperti Milosevic yang sudah diadili,” kata Erdogan. 

Baca juga: Menteri Israel Ancam Hancurkan Pemerintah Bila Perang dengan Hamas Berhenti

Erdogan mengacu pernyataannya itu pada mantan Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic, yang diadili atas tuduhan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang di Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag.

“Mereka yang mencoba mengabaikan kematian orang-orang tak berdosa dengan dalih Hamas, tidak punya apa pun untuk dikatakan kepada umat manusia,” katanya, sambil mengacu pada kekuatan Barat yang disebutnya buta dan tuli.

Baca Juga :

Dialog Nasional UMKM, Teten Masduki Ungkap 3 Penyebab Keuntungan UMKM Perempuan Rendah
Wisuda Kece Unpak! 797 Lulusan Siap Nge-Gas Ukir Prestasi di Dunia: Kampus Berprestasi!

Berbeda dengan negara-negara sekutu Barat dan beberapa negara Teluk, Turki yang merupakan anggota NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) tidak memandang Hamas sebagai kelompok teroris, serta menjadi tempat tinggal bagi beberapa anggota kelompok itu.

Erdogan mengatakan kelompok kontak negara-negara Muslim, yang dibentuk oleh OKI dan Liga Arab bulan lalu untuk mengadakan pembicaraan mengenai Gaza dengan negara-negara Barat dan negara-negara lain, akan melanjutkan diskusi hingga pertempuran di Gaza dihentikan. Namun, dia menambahkan bahwa masih banyak lagi langkah yang harus dilakukan.

“Kita harus benar-benar mengevaluasi Dewan Hak Asasi Manusia PBB dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dalam kerangka ini,” katanya, sambil menambahkan persenjataan nuklir Israel tidak boleh dilupakan.

Erdogan, yang telah lama menyerukan agar Dewan Keamanan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) direformasi menjadi lebih inklusif, juga mengatakan bahwa PBB telah gagal terkait Gaza.

Presiden Turki itu juga menyerukan reformasi agar segera dilakukan. Ia mengulangi pernyataan bahwa lima anggota tetap Dewan Keamanan –Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, dan Prancis– tidak mewakili dunia.

“Upaya tulus Sekretaris Jenderal (Antonio) Guterres disabotase oleh anggota Dewan Keamanan. Tidak seorang pun dari kita harus menerima sistem ini. Struktur seperti itu tidak mungkin membawa perdamaian atau harapan bagi umat manusia,” ujarnya.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Kalender Tahun 2024 Telah Dirilis, Berikut Tanggal Merah Libur Nasional dan Cuti Bersama
Next Article DPR Resmi Setujui Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc di MA
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

21 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

23 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index