By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Program MBG Diam-Diam Bentuk Kecerdasan Anak. Tak Sekadar Makan Gratis, Ini Dampaknya ke Otak
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Program MBG Diam-Diam Bentuk Kecerdasan Anak. Tak Sekadar Makan Gratis, Ini Dampaknya ke Otak

MBG

Program MBG Diam-Diam Bentuk Kecerdasan Anak. Tak Sekadar Makan Gratis, Ini Dampaknya ke Otak

Nicholas
By
Nicholas
4 months ago
Share
4 Min Read
(Ilustrasi) program MBG tidak lagi bisa dipandang sebagai bantuan sosial. Ia telah berevolusi menjadi fondasi pembentukan generasi cerdas dan produktif. (Foto, generate AI/Dede)
SHARE

JAKARTA — Siapa sangka, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Prabowo Subianto bukan hanya soal mengisi perut anak sekolah. Lebih dari itu, program ini mulai menunjukkan peran strategis dalam membentuk kecerdasan anak Indonesia sejak dini.

Kuncinya sederhana namun krusial, kecerdasan anak berawal dari pemenuhan gizi yang seimbang. Tubuh dan otak anak membutuhkan bahan baku organik berupa nutrisi spesifik—seperti protein, zat besi, vitamin, dan mineral—yang berperan langsung dalam perkembangan kognitif, konsentrasi, hingga daya ingat.

Kini, kehadiran MBG mulai menjadi investasi nyata dalam pembangunan SDM unggul. Program MBG terbukti tidak hanya memberi makan, tetapi juga mengubah kebiasaan makan anak —yang selama ini menjadi salah satu akar masalah kualitas SDM.

Kajian dari Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) mengungkap fakta penting. Sebanyak 80% orang tua menyatakan anak lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi dan 55% orang tua melihat anak jadi tidak pilih-pilih makanan

Direktur RISED, M. Fajar Rachmadi, menegaskan bahwa efeknya terasa langsung di rumah. “Kehadiran MBG ini memberikan rasa tenang kepada keluarga. Anak-anak terbiasa makan bergizi dan tidak lagi pilih-pilih makanan,” ujarnya saat dihubungi redaksi, Kamis (19/3)

Bahkan, 81% orang tua dari keluarga prasejahtera mendukung kelanjutan program ini, karena memberikan kepastian asupan gizi harian anak.

Dampak gizi ternyata tidak berhenti di meja makan—tetapi merembet langsung ke ruang kelas. Riset dari Laboratorium Sosiologi Universitas Indonesia (LabSosio UI) mencatat, bahw 66,4% siswa mengaku lebih bersemangat mengikuti pelajaran setelah adanya MBG.

Ketua LabSosio-LPPSP FISIP UI, Hari Nugroho, menyebut temuan ini sebagai sinyal kuat keberhasilan program. “Penerimaan masyarakat sangat tinggi, terutama dari kelompok ekonomi menengah ke bawah. Orang tua memberikan penilaian yang sangat positif,” jelasnya Kamis.

Para ahli menegaskan, usia sekolah (7–12 tahun) adalah fase emas perkembangan kognitif. Pada masa ini, otak anak berkembang pesat dan sangat bergantung pada asupan nutrisi.

Baca Juga :

Huawei Prediksi Kemampuan Komputer Meningkat 10 Kali Lipat Akibat Kemajuan AI
SMPN 23 Kendari Lombok Raih Prestasi Nasional! Keterbatasan Jadi Semangat Tanpa Batas!

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Andi Khomeini Takdir, menilai MBG berperan penting dalam membentuk kebiasaan sehat. “Paparan rutin terhadap makanan bergizi membuat anak terbiasa dengan variasi makanan sehat. Ini penting, karena bahkan di kelompok ekonomi menengah pun pola makan belum tentu sehat,” ungkapnya.

Gizi seimbang sendiri bukan sekadar kenyang, melainkan kombinasi tepat antara, karbohidrat sebagai sumber energi, protein (pembangun sel otak), lemak sehat (fungsi saraf), dan vitamin serta mineral (kinerja kognitif dan imun).

Dengan pola makan sehat, maka pelajar Indonesia dapat meningkatkan prestasi akademik, memperkuat daya tahan tubuh, dan menjaga energi sepanjang hari. Sebaliknya, kurangnya asupan gizi bukan hanya berdampak pada fisik seperti stunting, tetapi juga menurunkan konsentrasi, melemahkan daya ingat, dan mengurangi motivasi belajar.

Yang pasti, program MBG kini tidak lagi bisa dipandang sebagai sekadar bantuan sosial. Ia telah berevolusi menjadi fondasi pembentukan generasi cerdas dan produktif. Dengan perubahan pola makan, peningkatan semangat belajar, dan dukungan masyarakat yang tinggi, MBG menjadi bukti bahwa investasi gizi hari ini adalah investasi kecerdasan bangsa di masa depan. Dan jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Indonesia sedang menyiapkan lompatan besar yang dimulai dari satu hal sederhana, piring makan anak-anaknya.

You Might Also Like

Presiden Prabowo Apresiasi Dapur MBG Polri: Terbaik di Indonesia”
Presiden Prabowo Puji Standar Kualitas Dapur MBG yang Dikelola Polri
Kejari Kudus Panggil 78 Mitra SPPG Program MBG untuk Klarifikasi Administrasi
Polri Perkuat Ketahanan Pangan: Operasikan 828 Dapur Gizi untuk 3,5 Juta Penerima Manfaat
Perkuat Sinergi, BGN Koordinasi dengan Pimpinan DPR RI demi Akselerasi MBG
TAGGED:CerdasLPPSP Fisip UIProgram MBGRISED
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Bukan Sekadar Horor, Suzzanna 2026 Sajikan Drama Karma dan Ambisi Kekuasaan
Next Article Semarang Zoo Bidik 60 Ribu Pengunjung saat Lebaran, Siapkan Animal Show Baru
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Mantan Menteri Keuangan RI Fuad Bawazier menilai penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : prabowosubianto.com)
MBG

Fuad Bawazier Optimistis Program MBG Capai Kematangan di Tahun Ketiga

2 weeks ago
Foto : Ilustrasi program MBG untuk masyarakat indonesia (Sumber : bgn.go.id)
MBG

Partisipasi Publik Kawal Program Strategis: Masyarakat Bali Sampaikan Aspirasi MBG

2 weeks ago
Foto : Ilustrasi Program MBG untuk akselerasi bangsa (Sumber : bgn.id)
MBG

Cakupan MBG & Ekonomi Daerah: DPR Ajak Pemerintah Sinergikan Potensi Lokal

2 weeks ago
Foto : Ilustrasi Program MBG Indonesia (Sumber : bgn.go.id)
MBG

Kawal Program MBG, Bali Suarakan Dukungan & Perbaikan Tata Kelola

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index