INVERSI.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya terhadap transparansi serta peningkatan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam pertemuan audiensi bersama Jaringan Muda Indonesia (JMI) di Kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Senin.
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menerima langsung audiensi tersebut sebagai forum dialog terbuka untuk menampung berbagai masukan, aspirasi, serta evaluasi terkait pelaksanaan program MBG di sejumlah daerah.
Dalam pemaparannya, Sony menjelaskan proses pembentukan BGN serta pengembangan Program MBG yang resmi berjalan sejak 15 Agustus 2024. Ia menegaskan bahwa program tersebut terus diperkuat secara bertahap agar dapat berjalan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Program MBG dibangun secara bertahap, dan saat ini kami terus melakukan validasi data serta penguatan sistem agar penyaluran manfaat dapat semakin tepat sasaran,” ujar Sony.
Sony juga menekankan bahwa BGN terbuka terhadap kritik, saran, maupun masukan dari masyarakat sebagai bagian dari proses penyempurnaan program. Ia menyebut, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar manfaat MBG dapat dirasakan secara merata.
“Kami menerima seluruh masukan dari JMI dan terbuka terhadap setiap saran untuk perbaikan Program MBG. Jika ada hal yang perlu dibenahi, mari duduk bersama dan berdiskusi mengenai langkah terbaik yang dapat dilakukan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, BGN juga memberikan klarifikasi terhadap sejumlah isu yang berkembang di masyarakat, termasuk terkait sistem pengelolaan program dan penentuan lokasi pelaksanaan MBG. Sony menegaskan bahwa pengembangan sistem dilakukan secara internal dan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Selain itu, BGN juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, satuan tugas, serta berbagai pemangku kepentingan untuk melakukan pemetaan wilayah guna memastikan pemerataan penerima manfaat Program MBG di seluruh daerah.
Sementara itu, perwakilan Jaringan Muda Indonesia menyampaikan berbagai catatan dan masukan terkait implementasi program di lapangan. Mereka menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan program prioritas nasional tersebut.