By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Program Pendidikan Karakter Kayak di Camp Militer? KPAI Angkat Bicara Tuh!
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Program Pendidikan Karakter Kayak di Camp Militer? KPAI Angkat Bicara Tuh!

Pendidikan

Program Pendidikan Karakter Kayak di Camp Militer? KPAI Angkat Bicara Tuh!

Syahrul Munir
By
Syahrul Munir
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

insversi.id – Waduh, ada berita agak gimana gitu nih, guys. Jadi, di Jawa Barat tuh ada program pendidikan karakter yang modelnya kayak di barak militer! Namanya keren sih, Panca Waluya Jawa Barat Istimewa. Tapi, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) nih yang concern banget soal program ini.

Kata KPAI, program yang kayak gini tuh malah berpotensi ngelanggar hak-hak anak. Serius nih! Ketua KPAI bilang, salah satu masalahnya tuh karena ada praktik diskriminasi dan anak-anaknya kayak nggak diajak ngomong gitu dalam prosesnya. Alhasil, malah muncul stigma negatif, kayak anak-anak yang ikut program ini dilabelin ‘anak nakal’ atau ‘anak bermasalah’. Kan nggak enak banget ya?

Padahal, menurut KPAI, program pendidikan buat anak tuh harusnya ngehormatin, ngelindungin, dan memenuhi hak-hak dasar mereka. Contohnya, nggak boleh ada diskriminasi, kepentingan anak harus jadi yang utama, hak buat hidup dan berkembang juga harus dijamin, dan yang penting nih: pendapat anak tuh harus didengerin!

Lebih lanjut lagi, KPAI nemuin fakta yang bikin geleng-geleng kepala. Ternyata, anak-anak yang ikut program ini tuh nggak diseleksi berdasarkan asesmen dari psikolog profesional! Cuma rekomendasi dari guru BK doang! Terus, parahnya lagi, ada sekitar 6,7 persen siswa yang bahkan nggak tahu kenapa mereka harus ikut program ini! Lah, kok bisa gitu?

Wakil Ketua KPAI juga nambahin, temuan ini nunjukkin banget kalau perlu ada evaluasi lagi deh soal siapa aja sih yang sebenernya cocok buat ikut program ini. Jangan asal comot aja gitu kan?

FYI aja nih, program ‘pendidikan barak militer’ ini tuh ide dari mantan Gubernur Jawa Barat, Pak Dedi Mulyadi. Lokasinya di barak militer di Purwakarta sama di Cikole, Bandung Barat.

Nah, KPAI sendiri udah langsung turun ke lokasi buat nyari info yang bener soal gimana sih sebenernya program ini dijalankan. Mereka pengen mastiin semuanya sesuai aturan dan nggak ngerugiin anak-anak.

Gue pribadi sih agak mikir ya soal program pendidikan karakter yang modelnya kayak gini. Emang sih, disiplin itu penting. Tapi, apa iya harus kayak di militer gitu? Anak sekolah kan beda sama calon tentara. Takutnya malah bikin mereka stress, tertekan, atau bahkan trauma.

Apalagi kalau anak-anaknya sendiri nggak ngerti kenapa mereka diikutin program ini, kan jadi nggak efektif juga. Pendidikan karakter tuh harusnya dibangun dengan pendekatan yang lebih positif, yang bikin anak-anak nyaman, aman, dan merasa didengerin. Bukan malah kayak ‘dipaksa’ jadi orang lain dalam waktu singkat.

Baca Juga :

Profil dan Biodata Fedi Nuril, Aktor Diserang Pendukung Prabowo
Jadwal tayang Drakor the Player 2: Master of Swindlers Episode 5-6

Semoga aja deh hasil investigasi KPAI ini bisa jadi pertimbangan buat pemerintah daerah. Jangan sampai niat baik buat membentuk karakter anak, malah jadi bumerang buat perkembangan psikologis mereka. Kita sebagai generasi muda juga harus aware nih sama isu-isu kayak gini. Jangan cuma fokus sama tugas kuliah atau nongkrong di kafe, tapi juga peduli sama hak-hak anak di sekitar kita.

You Might Also Like

UI Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia, Bertahan di 200 Besar Dunia Versi QS WUR 2027
Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa yang Tawuran
Disdik Jabar Ingatkan Peserta SPMB Tahap 1 untuk Daftar Ulang, Tahap 2 Segera Dibuka
Lebih dari 1.000 Pelajar di Jakarta Barat Terima Beasiswa PIP, Dukung Pendidikan Generasi Masa Depan
Unhas Tembus Peringkat 861 Dunia, Melonjak 111 Posisi di QS World University Rankings 2027
TAGGED:KPAIPendidikan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
Previous Article Pengamalan Pancasila harus ditanamkan sejak dini
Next Article Mahasiswa Teknik Elektro Merapat, ITS Lagi Serius Garap Industri Semikonduktor Bareng Kampus Amrik
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Rusia Buka Kesempatan Kuliah Gratis untuk Mahasiswa Indonesia, Ini Syaratnya

1 week ago
Pendidikan

Tak Kebagian Sekolah Negeri? Pemprov Jabar Siapkan Bantuan untuk Masuk Swasta

1 week ago
PendidikanTerkini

Putra Timur Dijegal? Bahlil Pertanyakan Keadilan di Kampus UI

1 week ago
Pendidikan

Empat Sekolah di Banten Masuk SMA Unggul Garuda Transformasi 2026, Siap Cetak Generasi Emas

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index