By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Program Petani Muda Indonesia Jadi Sorotan Dunia dalam Forum Internasional SSTC 2025
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Program Petani Muda Indonesia Jadi Sorotan Dunia dalam Forum Internasional SSTC 2025

Event

Program Petani Muda Indonesia Jadi Sorotan Dunia dalam Forum Internasional SSTC 2025

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Sebanyak 12 delegasi dari lima negara menghadiri forum internasional South-South and Triangular Cooperation (SSTC) 2025 yang digelar untuk membahas program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) milik Kementerian Pertanian (Kementan). Program ini mendapat perhatian global karena dianggap mampu mendorong generasi muda Indonesia berkiprah di sektor pertanian berbasis teknologi.

Contents
YESS Jadi Praktik Baik untuk DuniaDelegasi Asing Terinspirasi Program Indonesia

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan pentingnya keterlibatan anak muda dalam menggerakkan ekonomi desa melalui sektor pertanian.

“Petani milenial adalah kunci. Jika generasi muda mau turun ke sawah, menggunakan teknologi, dan pendapatannya menjanjikan, maka sektor ini bisa jadi kekuatan ekonomi desa,” ujar Amran pada Jumat, (25/4).

YESS Jadi Praktik Baik untuk Dunia

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, menyebutkan bahwa program YESS menjadi contoh praktik baik yang layak diadopsi negara lain. Menurutnya, berbagai strategi pemberdayaan yang dilakukan melalui YESS membuka peluang besar bagi generasi muda untuk sukses di bidang pertanian.

“Program ini menghadirkan akses ke pasar, praktik baik, hingga model pemberdayaan generasi muda. Delegasi yang hadir bisa membawa pulang pelajaran penting dari sini,” ujar Idha.

Project Manager Program YESS, Miko Harjanti, menjelaskan bahwa program ini juga menjembatani dunia pendidikan dengan sektor kerja. Dalam kunjungan ke Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, para delegasi diperkenalkan dengan Teaching Factory (TeFa), sebuah sistem pembelajaran berbasis produksi nyata.

“Para delegasi melihat langsung bagaimana TeFa mendukung proses pembelajaran yang aplikatif. Lulusan Polbangtan bisa langsung terjun ke dunia kerja di bidang pertanian,” jelas Miko.

Delegasi Asing Terinspirasi Program Indonesia

Delegasi yang hadir berasal dari India, Gambia, Papua Nugini, Kenya, dan Rwanda. Perwakilan dari Kenya, Maureen Maresi M’mbwanga, mengapresiasi dukungan pemerintah Indonesia terhadap pengembangan wirausaha muda di bidang pertanian.

“Mereka memanfaatkan metode pertanian modern seperti hidroponik untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi yang bisa bersaing di pasar internasional,” ujar Maureen, seperti diterjemahkan oleh tim Kementan.

Baca Juga :

Blackberry Kembali Dilirik Gen Z, Gaya Retro atau Sekadar Nostalgia?
Pemerintah Prioritaskan Layanan Kesehatan Kelompok Rentan dalam Pemulihan Pascabencana

Maureen juga tertarik dengan cara mahasiswa dan petani muda Indonesia memanfaatkan media sosial untuk memperluas pasar.

“Kami berharap bisa menerapkan pendekatan yang sama di negara kami dengan dukungan teknologi dan inovasi,” tambahnya.

Sementara itu, John Kendiga dari Papua Nugini mengaku kagum dengan pendekatan Indonesia dalam mengembangkan generasi muda pertanian berbasis pendidikan dan teknologi. Dalam kunjungannya ke Polbangtan Bogor, ia menyebut bahwa sistem pendidikan pertanian Indonesia layak dijadikan model.

“Saya melihat kemajuan besar dari para pelajar di Indonesia. Setelah lulus, mereka bisa langsung terlibat dalam sektor pembangunan pertanian. Ini adalah sesuatu yang sangat kami butuhkan di Papua Nugini,” ujarnya.

John berharap pengalaman belajar dari Indonesia bisa diadaptasi di negaranya untuk mendorong lebih banyak anak muda tertarik terjun ke dunia pertanian dan ikut mendorong pembangunan.***

You Might Also Like

Pengunjung Jakarta Fair 2026 Bisa Cek Kesehatan Gratis di Booth Kimia Farma Apotek
Jakarta Fair 2026 Diserbu Pengunjung, Tembus 1,5 Juta Orang dalam Sepekan
Garut Jadi Tuan Rumah Festival Layang-Layang Internasional, 13 Negara Siap Ambil Bagian
D’Youth Fest 6.0 Diramaikan Operet Princess Panda yang Angkat Makna Kehidupan
Kemenpar Dukung Jazz Gunung 2026, Perpaduan Musik, Alam, dan Budaya Indonesia
TAGGED:Program PetaniSSTC 2025
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Alasan Anak Muda Pilih Aplikasi Kencan Sebagai Sarana PDKT?
Next Article Unraveling the Latest Android Apps Elevating Everyday Life
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Event

Kirab Budaya Tresna Pancasila Meriahkan Malioboro, Gaungkan Semangat Kebangsaan di Yogyakarta

1 month ago
EventOlahraga

PSSI Klarifikasi Salah Tulis Nama Pencetak Dua Gol pada Laga Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar

1 month ago
Antusias supporter Indonesia saat melihat laga Timnas Garuda Muda melawan Myanmar di Piala AFF U-19 Boys' Bank Sumut Championship 2026, 1 Juni 2026. (Foto: Dok/TWH)
EventOlahraga

Main di Stadion Utama Sumatera Utara, Harga Tiket Laga Timor Leste Vs Indonesia di Piala AFF U-19 2026 Mulai dari Rp 100 Ribu

1 month ago
Event

Bali & Beyond Travel Fair 2026 Raup Rp6,9 Triliun, Pasar Asia dan Australia Mendominasi

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index