Halo Inversi! Gen Z Parents and Future Champions! Ada movement keren dari Perguruan Silat Setia Hati Terate (PSHT) Bojonegoro yang nggak cuma bicara banting-membanting, tapi soal pembentukan karakter futuristik!
Pada hari Minggu (2/11), PSHT Bojonegoro resmi meluncurkan Latihan Pencak Silat Pendekar Cilik SH Terate di Sanggar Sumur Gemuling. Kegiatan ini bukan sekadar ekstrakurikuler, tapi strategi talent scouting usia dini yang disambut super antusias terlihat dari puluhan peserta cilik usia 5 hingga 12 tahun yang semangat berlatih.
CHARACTER HACKS: SILAT ADALAH SOFT SKILL TERBAIK
Program pelatihan ini dirancang sangat cerdas. Ketua Sanggar Pembinaan, Tri Wahyu Utomo, menegaskan bahwa fokusnya melampaui bela diri.
“Program difokuskan pada dua hal. Yakni untuk memperkenalkan pencak silat sebagai budaya bangsa Indonesia, serta mendidik anak-anak agar berkarakter, aktif, produktif, dan berprestasi,” tutur Tri Wahyu Utomo, Senin (3/10/2025).
Intelektual Takeaway: Pencak Silat di sini berfungsi sebagai kurikulum soft skill terpadu. Melalui latihan ini, anak-anak dididik untuk memiliki budi pekerti luhur, pemahaman makna benar dan salah, disiplin, dan rasa percaya diri semua value yang krusial untuk survive di dunia nyata.
Ini adalah komitmen organisasi dalam melestarikan warisan budaya dengan packaging pendidikan karakter.
THE SCREEN TIME CURE: MELAWAN CANDU GADGET
Salah satu goals paling relatable dari program ini adalah perang terhadap ketergantungan gadget. Ketua SH Terate Cabang Bojonegoro, Wahyu Subakdiono, berharap silat bisa menjadi solusi kesehatan dan mental bagi anak-anak.
“Program ini dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak yaitu, mengurangi kecanduan bermain handphone, dan dapat mengarahkan pada aktivitas fisik yang lebih menyehatkan,” kata Wahyu Subakdiono.
Konsep pembinaan rekreatif yang diterapkan PSHT memastikan latihan ini menarik dan membahagiakan, sehingga anak-anak secara alami memilih matras daripada layar ponsel. Selain itu, silat juga membuka peluang fasilitasi prestasi di masa depan.
IPSI ENDORSEMENT: JAWABAN ATAS PACEKLIK PRESTASI
Ketua IPSI Bojonegoro, Endro Setyo Widodo, menyambut positif program ini. Menurutnya, ini adalah respon strategisyang penting, mengingat prestasi pencak silat Bojonegoro sedang mengalami paceklik di kancah provinsi dan nasional dalam beberapa tahun terakhir.
“Besar harapan IPSI Bojonegoro, melalui program ini akan lahir atlet-atlet berprestasi di masa mendatang yang mampu mengharumkan nama pencak silat Kabupaten Bojonegoro,” ucap Endro Setyo Widodo.
Intinya: PSHT Bojonegoro tidak hanya melatih fisik, tetapi sedang melakukan investasi jangka panjang pada karakter, moral, dan kesehatan mental anak-anak. Mereka menjadikan pencak silat sebagai alternatif lifestyle sehat yang membawa dampak positif ganda: self-improvement dan kebanggaan daerah.