By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Saatnya Anak Jakarta Go International, Rano Karno Tambah Pelajaran Bahasa Asing di Sekolah
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Saatnya Anak Jakarta Go International, Rano Karno Tambah Pelajaran Bahasa Asing di Sekolah

Pendidikan

Saatnya Anak Jakarta Go International, Rano Karno Tambah Pelajaran Bahasa Asing di Sekolah

Jack
By
Jack
6 months ago
Share
7 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Jakarta lagi bersiap naik level. Bukan cuma soal pembangunan fisik, tapi juga dalam cara mempersiapkan generasi mudanya untuk bersaing di dunia kerja internasional. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, baru-baru ini bikin gebrakan dengan instruksi kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta (Disdik DKI). Arahnya jelas: tambah pelajaran bahasa asing di tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan kejuruan (SMK).

Contents
Tantangan Bahasa di Dunia Kerja GlobalSinergi DKI dan KP2MI: Siapkan Generasi Siap Kerja ke Luar NegeriSekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Pintu Menuju DuniaJakarta Siap Jadi Pusat Talenta Global

Tujuannya bukan cuma sekadar biar siswa bisa ngobrol dengan bule atau baca drama Korea tanpa subtitle, tapi biar mereka siap bersaing dan kerja di luar negeri. Rano pengin generasi muda Jakarta gak cuma jago teori, tapi juga punya skill komunikasi global yang bisa jadi bekal hidup di dunia kerja modern yang makin tanpa batas.

“Saya sudah perintahkan Kepala Dinas Pendidikan untuk menambahkan bahasa di setiap SMK kita, sekolah perawatan, sekolah kesehatan. Untuk mempersiapkan mereka menjadi pekerja keluar negeri,” kata Rano di Jakarta, Kamis.

Langkah ini diambil karena banyak tenaga kerja Indonesia (TKI) yang sebenarnya punya potensi besar, tapi sering terkendala bahasa saat proses penempatan di luar negeri. Bahasa asing jadi pintu masuk yang menentukan apakah seseorang bisa diterima kerja atau tidak.

Tantangan Bahasa di Dunia Kerja Global

Masalah bahasa memang bukan hal sepele. Di era globalisasi ini, banyak negara membuka peluang kerja besar-besaran untuk tenaga asing, tapi semua punya satu syarat mutlak: kemampuan bahasa. Jepang, misalnya, membutuhkan sekitar 750 ribu tenaga kerja setiap tahun. Tapi meski peluangnya besar, banyak anak muda Indonesia yang belum bisa mengambil kesempatan itu karena kendala komunikasi.

“Sebetulnya anak-anak kita siap buat bekerja, hanya problem pertama adalah bahasa asing. Jujur, Dinas Pendidikan kita belum mempersiapkan bahasa dari awal,” ujar Rano.

Bayangin aja, kamu udah punya kemampuan teknis yang mumpuni, tapi saat wawancara atau harus berkomunikasi dengan atasan di luar negeri, kamu gak ngerti bahasanya. Otomatis peluang itu bisa hilang begitu aja. Rano sadar hal ini, makanya dorongan untuk memasukkan pelajaran bahasa asing ke dalam kurikulum jadi langkah strategis.

Mulai tahun depan, Disdik DKI bakal menambah pelajaran bahasa asing di sekolah-sekolah, terutama di SMK yang punya jurusan spesifik seperti kesehatan, perawatan, pariwisata, dan lainnya. Harapannya, begitu lulus, para siswa ini gak cuma siap kerja di dalam negeri tapi juga bisa menembus pasar kerja internasional.

Bukan cuma bahasa Inggris, tapi juga bahasa Jepang dan Mandarin akan jadi fokus. Dua bahasa ini sedang banyak dibutuhkan karena Indonesia punya hubungan ekonomi yang kuat dengan Jepang dan Tiongkok. Jadi, kalau anak muda Jakarta bisa menguasainya, peluang mereka buat kerja di luar negeri bakal terbuka lebar.

Baca Juga :

Kubu Ganjar-Mahfud Optimis Gugatan Dikabulkan MK, Bakal Cetak Sejarah
Biodata dan Profil Pemain Drama China Burning Flames

Sinergi DKI dan KP2MI: Siapkan Generasi Siap Kerja ke Luar Negeri

Langkah Rano Karno ini juga mendapat dukungan langsung dari Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Direktur Jenderal Penempatan KP2MI, Ahnas, menegaskan kalau kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat penting dalam mencetak tenaga kerja yang siap mental, teknis, dan tentu saja, siap bahasa.

“Sehingga pada waktunya nanti ini bisa didorong untuk mempermudah mengisi jabatan-jabatan yang ada di luar negeri,” kata Ahnas.

Menurut Ahnas, saat ini kebutuhan tenaga kerja di luar negeri sangat tinggi. Berdasarkan data KP2MI per November 2025, ada sekitar 359 ribu lowongan kerja yang terbuka di berbagai negara. Dari angka itu, hampir 70 ribu posisi sudah terisi, tapi masih ada ratusan ribu peluang yang belum dimanfaatkan. Artinya, masih banyak ruang yang bisa diisi oleh anak muda Indonesia kalau mereka punya kesiapan yang tepat.

Salah satu yang masih jadi PR besar adalah soal kemampuan teknis dan bahasa. Banyak calon pekerja yang punya skill di bidang tertentu, tapi belum punya sertifikasi bahasa yang dibutuhkan oleh negara tujuan. Karena itu, KP2MI mulai mendorong adanya pelatihan tambahan di bidang bahasa asing dan keterampilan teknis sesuai kebutuhan negara penempatan.

Dengan kerja sama antara DKI Jakarta dan KP2MI, Rano berharap kota ini bisa jadi contoh bagi daerah lain. Bayangin kalau sekolah-sekolah di Jakarta bisa melahirkan lulusan yang bukan cuma cerdas, tapi juga siap bekerja di luar negeri dengan skill global. Ini bisa jadi tonggak baru buat pendidikan vokasi di Indonesia.

Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Pintu Menuju Dunia

Kebijakan Rano ini juga bisa jadi titik balik dalam dunia pendidikan. Karena selama ini, sekolah sering dianggap hanya tempat buat cari nilai, bukan wadah untuk menyiapkan masa depan karier. Dengan adanya pelajaran bahasa asing yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sekolah-sekolah di Jakarta bakal jadi lebih visioner.

Anak-anak SMK misalnya, yang selama ini sudah punya pelatihan keterampilan, bakal makin siap karena mereka punya kemampuan komunikasi lintas budaya. Gak cuma bisa kerja di Indonesia, tapi juga punya peluang buat berkembang di luar negeri.

Selain itu, dunia kerja global juga butuh pekerja yang adaptif. Bahasa bukan cuma soal kosakata, tapi juga soal memahami budaya dan etika kerja di negara lain. Ini penting karena salah paham dalam komunikasi bisa berdampak besar di lingkungan profesional.

Dengan pembelajaran bahasa sejak sekolah, para siswa punya waktu lebih lama buat memahami budaya dan membangun kepercayaan diri. Jadi, ketika nanti mereka benar-benar bekerja di luar negeri, mereka gak canggung dan bisa langsung beradaptasi.

Langkah ini juga sejalan dengan arah kebijakan pendidikan modern yang menekankan soft skill dan kesiapan dunia kerja. Artinya, Jakarta sedang menuju era baru pendidikan yang lebih kontekstual dan responsif terhadap dinamika global.

Jakarta Siap Jadi Pusat Talenta Global

Langkah yang diambil oleh Rano Karno dan Pemprov DKI Jakarta ini bukan cuma tentang menambah pelajaran bahasa, tapi tentang mengubah cara pandang terhadap pendidikan dan masa depan anak muda. Dengan mengintegrasikan bahasa asing ke dalam kurikulum, Jakarta secara tidak langsung sedang menyiapkan generasi muda untuk bersaing di kancah global.

Buat anak-anak muda Jakarta, ini saatnya memanfaatkan kesempatan. Belajar bahasa asing bukan lagi hal sekadar keren, tapi sudah jadi kebutuhan. Dunia kerja gak lagi mengenal batas negara, dan siapa pun yang siap, akan punya peluang besar buat sukses di mana pun.

You Might Also Like

UI Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia, Bertahan di 200 Besar Dunia Versi QS WUR 2027
Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa yang Tawuran
Disdik Jabar Ingatkan Peserta SPMB Tahap 1 untuk Daftar Ulang, Tahap 2 Segera Dibuka
Lebih dari 1.000 Pelajar di Jakarta Barat Terima Beasiswa PIP, Dukung Pendidikan Generasi Masa Depan
Unhas Tembus Peringkat 861 Dunia, Melonjak 111 Posisi di QS World University Rankings 2027
TAGGED:bahasa asingPelajaranRano Karnosmk
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Sekolah Masa Depan Pencetak Generasi Emas
Next Article Keharmonisan gerakan Hilda dan Talitha yang baru menjalani debutnya tampil di Sea Games, akhirnya berhasil mendapatkan medali perunggu Sea Games 2025. (Foto : PB Akuatik Indonesia/NOC Indonesia/Tetuko Mediantoro) Renang Artistik Sumbang 1 Medali Perunggu untuk Indonesia di Ajang Sea Games 2025
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Rusia Buka Kesempatan Kuliah Gratis untuk Mahasiswa Indonesia, Ini Syaratnya

7 days ago
Pendidikan

Tak Kebagian Sekolah Negeri? Pemprov Jabar Siapkan Bantuan untuk Masuk Swasta

1 week ago
PendidikanTerkini

Putra Timur Dijegal? Bahlil Pertanyakan Keadilan di Kampus UI

1 week ago
Pendidikan

Empat Sekolah di Banten Masuk SMA Unggul Garuda Transformasi 2026, Siap Cetak Generasi Emas

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index