Halo Inversi! Isu sampah makanan alias food waste makin serius dibicarakan belakangan ini. Nah, sekelompok mahasiswa pecinta lingkungan yang menamakan diri ReDishcovery hadir dengan cara kreatif buat ngajak anak muda peduli soal ini.
Setelah bikin pemanasan lewat kampanye di Car Free Day minggu lalu, akhirnya mereka resmi ngadain acara utama bertajuk “ReDishcovery Day” di Sekata Kopi Sei Batu Gingging.
Acaranya seru, penuh insight, dan pastinya relevan banget buat generasi muda yang pengen ambil peran nyata dalam isu lingkungan.
Talkshow: Kenalan Sama Food Bank
Salah satu highlight acara ini adalah talkshow bareng Aksata Pangan, komunitas food bank pertama di Sumatra Utara. Lewat sesi ini, peserta diajak kenalan lebih jauh tentang apa itu food bank dan gimana perannya dalam mengurangi sampah makanan.
Selain itu, ada juga interactive board di mana peserta bisa nulis atau share aksi nyata mereka buat mendukung gerakan zero food waste. Jadi, bukan cuma dengerin teori, tapi juga ikutan mikir langkah kecil apa yang bisa dilakukan sehari-hari.
Live Cooking dari Ugly Produce
Yang paling ditunggu-tunggu? Live cooking pakai bahan ugly produce alias sayur atau buah yang bentuknya nggak sempurna. Walau tampilannya “nggak Instagramable”, ternyata tetap bisa diolah jadi makanan enak dan bergizi.
Peserta bisa lihat langsung proses masaknya, terus rame-rame nyobain hasilnya saat makan siang bareng. Seru banget, kan?
Harapan Panitia
Jennifer Francesca, Ketua Panitia ReDishcovery, bilang kalau tujuan utama acara ini bukan sekadar berbagi ilmu, tapi juga menggerakkan anak muda buat benar-benar ambil tindakan.
“Semoga acara ini nggak cuma kasih pengetahuan soal food waste, tapi juga jadi dorongan buat kita semua biar lebih peduli dan ambil peran nyata mengurangi sampah makanan,” kata Jennifer.
Langkah Kecil, Dampak Besar
Lewat kampanye ini, ReDishcovery pengen nunjukin kalau cara sederhana—seperti menghabiskan makanan di piring, nyimpen makanan dengan bijak, atau dukung gerakan food bank udah bisa kasih dampak besar buat lingkungan dan ketahanan pangan.
Karena pada akhirnya, peduli lingkungan itu bukan hal ribet, tapi bisa dimulai dari kebiasaan kecil sehari-hari.