By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Rupiah Melemah ke Rp17.275 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Rupiah Melemah ke Rp17.275 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran

Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.275 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran

Jack
By
Jack
3 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi - Uang rupiah. (Foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada perdagangan Rabu pagi setelah melemah 32 poin atau sekitar 0,19 persen ke posisi Rp17.275 per dolar AS. Angka tersebut turun dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.243 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai pelemahan rupiah dipicu meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat mandeknya negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.

“Harga minyak terus meningkat sejak sesi Asia hari Selasa (28/4), didorong oleh mandeknya negosiasi perdamaian antara AS dan Iran. Akibatnya, kekhawatiran terhadap inflasi global semakin meningkat, sehingga menekan mata uang Asia, termasuk rupiah,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Situasi memanas setelah Iran disebut mengajukan proposal baru terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, sejumlah pihak di Washington dikabarkan meragukan proposal tersebut lantaran dianggap menunda pembahasan mengenai aktivitas nuklir di Teheran.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dilaporkan tidak menyambut positif usulan terbaru dari Iran yang bertujuan menghentikan konflik.

Sejumlah sumber di Iran menyebut proposal tersebut menghindari pembahasan program nuklir hingga konflik mereda dan sengketa pelayaran di kawasan Teluk selesai diselesaikan.

Mengutip laporan Anadolu Agency, harga komoditas global kini bergerak fluktuatif di tengah ketegangan geopolitik yang dipicu konflik AS-Iran dan penutupan jalur perdagangan strategis di Selat Hormuz.

Kondisi itu memicu kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi global serta memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve atau The Fed.

Ketidakpastian terkait proses negosiasi damai, ancaman gangguan pasokan energi, hingga tingginya harga minyak membuat pelaku pasar memperkirakan inflasi global berpotensi meningkat dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga :

Fakta-fakta Cantika Mutiara Johani, Mahasiswi Undip Mundur dari Beasiswa KIP-Kuliah
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 per Gram, Buyback Juga Menguat

Situasi tersebut juga memunculkan ekspektasi bahwa The Fed kemungkinan akan mengambil langkah kebijakan yang lebih hati-hati.

Sentimen negatif lainnya datang dari keputusan Uni Emirat Arab yang memutuskan keluar dari Organization of the Petroleum Exporting Countries atau OPEC dan OPEC+.

Keputusan tersebut dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 1 Mei 2026.

“Semalam, UAE mengumumkan keputusannya untuk keluar dari OPEC dan OPEC+, yang menambah kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan geopolitik,” kata Josua.

Berdasarkan perkembangan tersebut, Josua memperkirakan nilai tukar rupiah masih akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.200 hingga Rp17.325 per dolar AS.

You Might Also Like

Bahlil Selamatkan Harga Sawit, Petani Bisa Lega!
Gaikindo Ketok Palu! B50 Dipastikan Aman, Mesin Diesel Tak Perlu Khawatir
BBM Nelayan Rp15 Ribu Disahkan! Jurus Bahlil Lindungi Dompet Tanpa Sentuh APBN
Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
TAGGED:AS Vs IranKonflik Timur TengahRupiah Melemah
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Komnas Perempuan Desak Evaluasi Berperspektif Gender
Next Article Cuaca Panas Ekstrem Bisa Percepat Kerusakan Baterai Mobil Listrik
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hendri Satrio Buka Suara soal Teddy Nyetir Mobil Golf saat Dampingi Prabowo dan Modi

Prabowo Optimistis Bensin Berbahan Sawit dan Singkong Segera Diproduksi di Indonesia

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Pecahkan Transaksi Rp8,2 Triliun Selama 32 Hari

INNOPROM 2026 Hasilkan 13 MoU Strategis, Indonesia Perkuat Industri dan Investasi di Eurasia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

6 days ago
Ekonomi

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

6 days ago
EkonomiTerkini

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

7 days ago
EkonomiTerkini

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index