By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Cuaca Panas Ekstrem Bisa Percepat Kerusakan Baterai Mobil Listrik
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Cuaca Panas Ekstrem Bisa Percepat Kerusakan Baterai Mobil Listrik

LifeStyle

Cuaca Panas Ekstrem Bisa Percepat Kerusakan Baterai Mobil Listrik

Jack
By
Jack
3 months ago
Share
4 Min Read
Ilustrasi - Mobil listrik. (Foto: BYD Indonesia)
SHARE

INVERSI.ID – Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir dinilai dapat berdampak serius terhadap performa dan daya tahan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan bahwa suhu lingkungan yang melebihi 35 derajat Celsius berpotensi mempercepat penurunan kualitas baterai kendaraan listrik.

“Reaksi kimia di dalam baterai berlangsung lebih cepat pada suhu tinggi, sehingga kapasitasnya lebih cepat menurun,” katanya ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu.

Menurut Yannes, penurunan kapasitas baterai dapat memengaruhi berbagai aspek performa kendaraan listrik, mulai dari berkurangnya jarak tempuh hingga proses pengisian daya yang menjadi lebih lambat.

Ia menjelaskan bahwa dalam kondisi panas ekstrem, jarak tempuh kendaraan listrik bisa menurun sekitar 10 hingga 30 persen. Selain itu, umur pakai baterai juga berpotensi lebih singkat sekitar 8 sampai 30 persen dibandingkan kondisi normal.

Karena itu, pengguna kendaraan listrik diminta lebih memperhatikan perawatan kendaraan, terutama saat cuaca panas sedang tinggi.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain mengaktifkan fitur preconditioning sebelum berkendara, memarkir kendaraan di tempat teduh atau garasi, serta menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama.

Selain itu, pemilik kendaraan listrik juga dianjurkan menjaga tingkat daya baterai atau state of charge (SoC) di kisaran 20 hingga 80 persen.

Penggunaan fast charging saat suhu lingkungan sedang tinggi juga sebaiknya dihindari untuk mencegah peningkatan suhu baterai yang berlebihan.

Baca Juga :

Mengenal Dehealth Supplies, Produk Kesehatan asal Jawa Timur dari Bahan Alami
Adamantium Jadi Ancaman Baru bagi Kejayaan Wakanda

Pemeriksaan rutin terhadap sistem pendingin baterai, termasuk cairan pendingin dan sensor suhu, juga dinilai penting untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal.

Yannes turut menyoroti kebiasaan pengisian daya yang sering dilakukan pengguna kendaraan listrik. Ia mengingatkan agar pengisian baterai hingga 100 persen tidak dilakukan setiap hari, khususnya saat cuaca panas ekstrem.

Ia juga menyarankan pengguna menghindari pengisian cepat DC ketika suhu baterai masih panas setelah digunakan atau saat siang hari.

“Pengisian daya sebaiknya dilakukan pada malam hari ketika suhu lebih rendah. Jika memungkinkan, gunakan pengisian Level 2 dan batasi fast charging hingga 80 persen saja. Ini penting untuk mencegah panas tambahan yang dapat mempercepat penuaan baterai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yannes menjelaskan sebagian besar mobil listrik modern saat ini telah dibekali teknologi thermal management system (TMS) berbasis pendingin cair yang mampu menjaga suhu baterai tetap stabil di kisaran 20 hingga 40 derajat Celsius.

Sistem tersebut bahkan dapat bekerja secara otomatis ketika suhu lingkungan melewati 40 derajat Celsius dengan mengaktifkan pompa dan kipas pendingin.

Meski begitu, ia menilai sistem tersebut tetap memiliki keterbatasan karena membutuhkan energi tambahan yang bisa memengaruhi efisiensi kendaraan.

“Pada kondisi ekstrem, TMS tetap mengonsumsi energi tambahan yang bisa mengurangi jarak tempuh sekitar 5 sampai 10 persen. Karena itu, pengguna tetap perlu melakukan langkah perawatan tambahan,” katanya.

Untuk penyimpanan kendaraan dalam jangka waktu lama, Yannes menyarankan agar mobil listrik diparkir di tempat yang sejuk, kering, dan terlindung dari paparan panas langsung.

Penggunaan pelindung kaca atau sunshade juga direkomendasikan untuk mengurangi radiasi panas di dalam kendaraan.

Jika kendaraan tidak digunakan dalam waktu lama, pengguna dianjurkan mencabut charger dan melakukan preconditioning sebelum kendaraan dipakai kembali.

“Upayakan ada di tempat yang sejuk dan kering, cabut charger jika mobil ditinggal lebih dari satu bulan, dan lakukan preconditioning sebelum dipakai kembali,” katanya.

You Might Also Like

Wisata Indonesia Makin Bergairah, Kunjungan Turis Asing dan Wisnus Kompak Meningkat
Komdigi: Akun Influencer Daerah Jadi Target Utama Spam Judi Online di Media Sosial
WhatsApp Bakal Hadirkan Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Bagikan Nomor Telepon
Indonesia Kejar Posisi Teratas GMTI 2026, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Halal
Pemerintah Jepang Resmi Usulkan Sistem Dua Ibu Kota untuk Kurangi Sentralisasi Tokyo
TAGGED:Info OtomotifMobil ListrikOtomotif
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Rupiah Melemah ke Rp17.275 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran
Next Article KAI Daop 6 Yogyakarta Batalkan Sejumlah Perjalanan Kereta Imbas Gangguan di Bekasi Timur
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Kebijakan Bebas Visa Dinilai Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia

3 weeks ago
Travel

Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027

4 weeks ago
Travel

Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta

4 weeks ago
LifeStyleTerkini

Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index