Bro & sis, kabar positif nih datang dari Sumatera Barat! Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara.
M.T., alias Prof. Tata, langsung turun gunung buat ketemu tiga calon mahasiswa berprestasi dari Sumbar yang berhasil lolos ke ITB lewat jalur SNBP alias Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi.
Ketiganya bukan anak sultan, tapi punya semangat baja dan otak encer! Mereka adalah:
- Nauli Al Ghifari (18) dan Devit Febriansyah (18) dari SMAN 1 Bukittinggi
- Deka Fakira Berna dari SMAN 1 Padang.
Ketiganya sukses masuk ke kampus bergengsi berkat nilai keren dan mental juara. Salut!
Bukan Anak Konglomerat, Tapi Punya Tekad Hebat
Nauli berhasil lolos ke Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB. Ayahnya, Bang Pananuhon, sehari-hari jualan pakaian bekas di Pasar Atas Bukittinggi.
Penghasilannya? Cuma sekitar Rp8 juta setahun. Tabungan? Hanya Rp1,5 juta. Tapi mimpi besar nggak pernah mengenal angka!
Lalu ada Devit, yang diterima di STEI ITB (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika). Anak satu-satunya dari Kecamatan Malala ini punya kisah haru.
Orang tuanya kerja jadi kuli angkut kayu manis dengan penghasilan yang nggak tentu. Tapi semangat warga sekampung luar biasa—mereka patungan bantu biaya keberangkatan Devit ke Bandung. Power of gotong royong, bro!
Dan terakhir ada Deka, pejuang dari SMAN 1 Padang yang lolos ke Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD). Bikin bangga Sumbar banget!
Dapat KIP-K dan Laptop, Siap Tempur di Kampus Ganesha!
Ketiganya nggak cuma diterima di ITB, tapi juga dapet Beasiswa KIP-Kuliah. Ini program pemerintah buat bantu anak-anak dari keluarga kurang mampu tapi punya prestasi tinggi. Dulu namanya Bidikmisi, sekarang jadi KIP-K.
Nggak berhenti di situ, bro & sis. PT Paragon Technology and Innovation juga kasih support ke mereka! Nauli dan Devit masing-masing dapet satu unit laptop dan uang Rp5 juta buat ongkos ke Bandung. Mantap!
Rektor ITB: Jangan Takut Tantangan, Hadapi dengan Ilmu dan Semangat!
Prof. Tata yang datang bareng tim dosen dan influencer pendidikan ITB, seperti D.Sc.(Tech.) Imam Santoso, Prof. Sophi Damayanti, dan Dr. N. Nurlaela Arief, nggak cuma foto-foto. Beliau kasih semangat langsung ke anak-anak hebat ini.
“Di kampus nanti kalian akan bertemu banyak mahasiswa hebat. Harus tetap berusaha yang terbaik dan jangan putus asa,” Kata Prof. Tata, Rektor ITB
Jangan Pernah Meremehkan Daya Juang Sendiri!
Cerita Nauli, Devit, dan Deka adalah bukti nyata kalau keterbatasan ekonomi nggak bisa ngalahin semangat dan kerja keras. Ini jadi tamparan positif buat kita semua yang kadang suka ngeluh.
Jalan menuju mimpi memang nggak mudah, tapi pasti bisa dicapai kalau kamu:
- Konsisten belajar
- Nggak malu minta bantuan kalau butuh
- Punya niat baik dan nggak gampang nyerah
Kamu nggak sendirian, bro & sis! Masih banyak orang baik, lembaga, dan komunitas yang siap bantu asalkan kamu punya tekad kuat.
Siap jadi next Nauli, Devit, atau Deka? Yuk, semangat kuliah dan bikin perubahan buat Indonesia yang lebih keren!